Sidoarjo (republikjatim.com) - Langkah nyata untuk meringankan beban ekonomi masyarakat terus digulirkan di Kabupaten Sidoarjo. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sidoarjo, dr Sriatun Subandi, turun langsung memimpin penyaluran bantuan pangan alokasi Februari - Maret 2026 kepada ribuan warga di Kecamatan Gedangan, Rabu (17/06/2026).
Aksi sosial yang menyasar tiga desa yakni Desa Keboananom, Ganting dan Desa Karangbong. Ketiga desa ini, menjadi angin segar bagi warga di tengah tren kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok di pasaran.
Dalam blusukannya, Sriatun Subandi didampingi jajaran strategis, mulai dari Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian, Dinas Sosial (Dinsos), Wakil Cabang Bulog Sidoarjo hingga jajaran Forkopimka Gedangan untuk memastikan proses distribusi berjalan dengan lancar dan tertib.
Penyaluran bantuan pangan kali ini, terasa sangat signifikan bagi dapur para penerima manfaat. Bagaimana tidak? Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhak mendapatkan paket komoditas berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Berdasarkan data di lapangan, berikut adalah rincian persebaran penerima bantuan di tiga desa Kecamatan Gedangan:
Sriatun Subandi mengatakan Pemkab Sidoarjo akan selalu berkomitmen hadir di garda terdepan saat masyarakat membutuhkan stimulan ekonomi.
"Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat. Di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan, bantuan pangan ini diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat. Bantuan ini berasal dari program Presiden Republik Indonesia yang disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima," tutur Sriatun di sela-sela penyerahan bantuan.
Ada fakta menarik dalam penyaluran bantuan pangan Tahun 2026 ini. Sriatun mengungkapkan, jumlah penerima bantuan di seluruh Kabupaten Sidoarjo mengalami lonjakan yang sangat drastis jika dibandingkan dengan tahun lalu.
"Tahun ini, jumlah total penerima manfaat melesat hingga mencapai 181.442 KPM, melompat jauh dari tahun sebelumnya yang hanya berkisar di angka 79.000 penerima manfaat," ungkapnya.
Meski kuotanya bertambah secara masif, Sriatun memastikan akurasi data tetap terjaga ketat agar bantuan tidak salah sasaran.
"Seluruh data penerima manfaat telah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pusat, sehingga penyaluran bantuan dapat tepat sasaran," urainya secara rinci.
Sementara di hadapan para warga, Sriatun juga mematahkan kekhawatiran mengenai kualitas beras bantuan pemerintah. Ia menjamin beras yang didistribusikan oleh Bulog ini memiliki mutu yang sangat baik dan layak untuk konsumsi keluarga.
"Beras yang dibagikan kepada masyarakat ini, kualitasnya baik dan sangat layak untuk dikonsumsi. Beras ini menjadi hasil produksi Indonesia, bukan beras impor," paparnya dengan penuh keyakinan.
Sementara menutup kegiatannya, istri Bupati Sidoarjo ini memberikan pesan humanis agar bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk konsumsi dapur sendiri dan tidak diperjualbelikan. Melalui program berkelanjutan ini, ia berharap ketahanan pangan di tingkat keluarga dapat kokoh, yang pada akhirnya ikut memperkuat sektor pertanian nasional.
"Mudah-mudahan bantuan beras yang diberikan pemerintah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan digunakan sebagaimana mestinya, untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga program ini juga mendorong sektor pertanian Indonesia agar semakin kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi