Sidoarjo (republikjatim.com) - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam memberantas praktek prostitusi dan peredaran Minuman Keras (Miras) kembali ditunjukkan secara tegas. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidoarjo menggerebek dan membongkar total pangkalan Wanita Tuna Sosial (WTS) di kawasan Krengseng, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Senin (03/08/2026).
Tidak tanggung-tanggung, sekitar 12 bangunan gubuk dan pondok remang-remang yang kerap dijadikan sarang prostitusi liar hangus dibakar dan diratakan dengan tanah menggunakan alat berat. Langkah ekstrem ini, diambil untuk memastikan area itu, tidak bisa digunakan kembali oleh para WTS untuk mangkal.
Penertiban skala besar ini dilakukan oleh tim gabungan Satpol PP Kabupaten Sidoarjo bersama petugas tingkat Kecamatan Krian.
Plt Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, Novianto Kusno Adi mengatakan aksi ini bentuk konsistensi Pemkab Sidoarjo dalam menekan angka penyebaran penyakit menular berbahaya seperti HIV/AIDS.
"Kami berkomitmen penuh untuk memberantas prostitusi di wilayah Sidoarjo. Sebelumnya, kami sudah menyasar kawasan Randupitu serta Larangan (Candi) dan hari ini giliran lokalisasi Krengseng Krian yang kami tertibkan," ujar Novianto Kusno Adi kepada republikjatim.com.
Novianto menambahkan sebagian lahan yang digunakan untuk aktivitas ilegal ini merupakan milik PT KAI. Karena itu, pihak Satpol PP Pemkab Sidoarjo telah berkoordinasi langsung dengan PT KAI serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo.
"Rencananya, setelah dijaga ketat selama beberapa hari ke depan, lahan bekas lokalisasi itu, akan diambil alih DLHK Pemkab Sidoarjo untuk disulap menjadi kawasan hijau," ungkapnya.
Langkah tegas petugas ini disambut rasa syukur oleh pihak kelurahan setempat. Kepala Kelurahan Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian, Bambang Supriyanto menyatakan lega atas dimusnahkannya tempat maksiat di wilayahnya. Menurutnya, pembersihan ini sangat penting demi melindungi masyarakat sekitar dari ancaman bahaya HIV/AIDS.
"Kami sangat bersyukur atas pembongkaran ini. Ke depannya, pihak kelurahan akan ikut mengelola dan memanfaatkan lahan itu, agar tidak kembali disalahgunakan menjadi tempat prostitusi," kata Bambang.
Sementara aksi penertiban ini, juga disaksikan langsung oleh tim medis dari RSUD Barat Sidoarjo. Mengingat lokasi eks-lokalisasi Krengseng ini berada cukup dekat dengan area rumah sakit.
"Kehadiran tim medis menjadi penegas pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di sekitar fasilitas kesehatan," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi