Jakarta (republikjatim.com) - Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Kabupaten Sidoarjo, Ir H Soegiono Adi Salam IPU berhasil menyelesaikan program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Kolaboratif Angkatan 119 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.
Pelatihan bertema wawasan kebangsaan ini, diikuti sebanyak 102 peserta dari berbagai lintas organisasi strategis nasional. Meliputi Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Asosiasi CEO Mastermind Indonesia (ACMI), Indonesia Finance Group (IFG - BUMN) serta Asosiasi Coach Indonesia (ACPI). Dari total 43 perwakilan PII tingkat nasional, Jawa Timur diwakili 4 peserta di mana Ir H Soegiono Adi Salam menjadi satu-satunya perwakilan resmi yang membawa nama Kabupaten Sidoarjo.
Diklat yang berlangsung selama sepekan, mulai 27 Juli hingga 2 Agustus 2026 itu, didesain sangat komprehensif untuk menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dari 4 Konsensus Dasar Bangsa atau empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Metode pelatihan mencakup ceramah kelas bersama narasumber, diskusi interaktif, penyusunan esai kebangsaan individu maupun kelompok hingga studi kasus geopolitik. Untuk menguji daya tahan fisik, kedisiplinan serta implementasi teori kelas, para peserta menjalani latihan luar ruangan (outbound) dan penggemblengan di Madivif 1 Kostrad Cilodong.
"Diklat kebangsaan ini sangat krusial, terutama bagi pimpinan lembaga, pelaku usaha dan elemen masyarakat. Geopolitik nasional dan internasional harus kita pahami sejak dini untuk mengantisipasi ancaman perang proksi maupun infiltrasi pihak asing. Kemandirian bangsa harus diperjuangkan melalui inovasi berbasis teknologi, Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan optimalisasi Sumber Daya Alam (SDA)," ujar Ir H Soegiono Adi Salam pengusaha senior yang akrab disapa Abah Gik ini, Senin (03/08/2026).
Sebagai bentuk pengamalan langsung gatra PEKA, PEDULI dan CINTA TANAH AIR, para alumni yang terhimpun dalam Ikatan Alumni (IKAL) PPNK Angkatan 119 ini, memberikan hibah fasilitas penerangan berupa pemasangan lampu sorot di area Lapangan Tengah Kantor Lemhannas RI, Jakarta.
Hibah ini secara simbolis diserahkan saat upacara penutupan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Lemhannas RI, ditandai dengan penyematan PIN, penyerahan sertifikat diklat serta penganugerahan peserta terinspiratif.
Menariknya, lampu penerangan yang dihibahkan adalah Lampu Sorot LED Type TSL 240 Watt bermerek Bandell Lighting, hasil produksi industri dalam negeri asal Sidoarjo, PT Sarana Karya Solusindo (SKS). Produk ini telah mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 58 persen, sejalan dengan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia.
"Nilai-nilai kebangsaan tidak boleh hanya berhenti di tataran teori atau ruang kelas saja. Semua itu, harus tertanam di dada dan dibuktikan melalui aksi nyata. Hibah lampu sorot ini menjadi bentuk kepedulian alumni untuk menunjang operasional kegiatan Lemhannas RI," ungkap Ir H Soegiono Adi Salam.
Apalagi, kata Soegiono saat malam Inagurasi program outbond para peserta diminta satu persatu untuk mencium bendera merah putih seraya berjanji untuk menjaganya.
"Ini momen haru dan saya berjanji untuk menjaga marwah bendera merah putih ini dengan cucuran air mata yang menetes tanpa disadari. Begitu pula pada peserta lainnya," tegasnya.
Sementara tuntasnya Diklat Lemhannas RI Angkatan 119 ini, menegaskan peran aktif PII Kabupaten Sidoarjo dalam melahirkan sosok insinyur yang tidak hanya unggul secara teknikal dan keilmuan saja.
"Akan tetapi, juga memiliki rasa nasionalisme yang kokoh serta siap menjadi agen perubahan (agent of change) bagi kemajuan bangsa dan negara," tandas Abah Gik yang menyusun esai dengan judul Implementasi Nilai Persatuan Bangsa dan Nilai Kemandirian Bangsa melalui Asta Cita Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045 ini. Ary/Waw
Editor : Redaksi