Sidoarjo (republikjatim.com) - Si kulit bundar kembali menunjukkan sihirnya sebagai pemersatu. Di bawah hangatnya sorot lampu Lapangan Mini Soccer Ben's Arena, Desa Sepande, Kecamatan Candi, Sidoarjo atmosfer kebersamaan menyelimuti laga fun match antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sidoarjo melawan Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Sidoarjo, Senin (03/08/2026) malam.
Meski bertajuk persahabatan, duel yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB ini, menyajikan intensitas tinggi. PWI Sidoarjo tampil elegan dengan jersey biru kombinasi hitam, sementara Sapma PP Sidoarjo tampil mencolok dengan warna kebesarannya yakni doreng oranye-hitam.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung menyuguhkan jual-beli serangan. Umpan-umpan pendek presisi, pressing ketat hingga transisi cepat antar lini membuat pertandingan berlangsung layaknya kompetisi resmi.
Bagi PWI Sidoarjo, laga malam itu bukan sekadar pelampiasan penat dari padatnya rutinitas jurnalistik. Pertandingan ini, merupakan bagian dari menu pematangan tim menjelang dua agenda penting yakni Turnamen Mini Soccer PWI Mojokerto dan Turnamen Mini Soccer Piala Ketua DPRD Kota Surabaya.
Ketua PWI Sidoarjo, Mustain mengatakan rangkaian uji coba ini penting untuk mengasah chemistry dan fisik pemain. Sebelum melawan Sapma PP, PWI Sidoarjo telah lebih dulu menjajal ketangguhan tim Pengadilan Negeri Sidoarjo di Kompleks GOR Sidoarjo.
"Soal target di turnamen nanti, mengalir saja. Fokus utama kami, menjaga kebugaran dan mempererat silaturahmi. Olahraga adalah ruang yang sangat efektif untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas lembaga," ujar Mustain yang juga sebagai wartawan senior Harian Bangsa ini.
Di kubu lawan, Sapma PP Sidoarjo memanfaatkan fun match ini sebagai bagian dari strategi pembinaan organisasi. Ketua Sapma PP Sidoarjo, Andry Harmoko menegaskan pentingnya olahraga untuk membentuk disiplin, karakter dan jiwa korsa para kader.
Andry membeberkan, organisasinya kini sedang gencar melakukan regenerasi dengan mulai merangkul pelajar tingkat SMA, melengkapi pembinaan yang sebelumnya difokuskan pada kelompok usia U-40.
"Saat ini kami memiliki 28 anggota terbagi 14 senior dan 14 junior. Komposisi ini, dipersiapkan sebagai fondasi pembentukan tim yang kompetitif. Target kami ikut serta dalam kompetisi futsal pada 2027 mendatang," tutur Andry yang juga dikenal sebagai seorang running enthusiast ini.
Saat peluit panjang dibunyikan penanda laga usai, angka di papan skor tak lagi menjadi fokus utama. Tawa, pelukan hangat dan jabat tangan erat antar pemain membumikan pesan olahraga mampu melintasi sekat profesi dan organisasi.
Di atas rumput sintetis Ben's Arena Sepande malam itu, PWI dan Sapma PP Sidoarjo membuktikan dari sebutir bola, persaudaraan dan solidaritas dapat terjalin dengan sangat kuat. Ary/Waw
Editor : Redaksi