Sidoarjo (republikjatim.com) - Pembangunan daerah tidak melulu soal megahnya gedung atau mulusnya jalan raya. Kesejahteraan dan rasa aman para pejuang nafkah di jalanan juga jadi prioritas utama.
Komitmen inilah, yang ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dengan mendaftarkan 42.210 pekerja rentan ke dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan.
Langkah nyata perlindungan sosial ini, didanai penuh melalui Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai fantastis mencapai Rp 4,5 miliar.
Penyerahan kartu kepesertaan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (05/08/2026) dengan dihadiri 200 perwakilan pekerja.
Wabup Sidoarjo, Mimik Idayana mengatakan hadirnya program ini bertujuan agar masyarakat Sidoarjo bisa bekerja dengan tenang tanpa bayang-bayang kekhawatiran saat menghadapi risiko pekerjaan.
"Kadang kita berpikir pembangunan itu soal jalan, jembatan atau gedung. Memang itu penting. Tapi ada yang tidak kalah penting, yakni memastikan warga Sidoarjo yang setiap hari bekerja mencari nafkah merasa aman. Musibah memang tak ada yang tahu, tetapi jika datang, jangan sampai keluarga ikut kehilangan harapan," ujar Mimik Idayana penuh empati.
Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sidoarjo, Dwi Eko Saptono menjelaskan program ini difokuskan untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga rentan.
"Harapannya, agar tidak jatuh ke dalam jurang kemiskinan ekstrem kalau terjadi musibah kecelakaan kerja atau meninggal dunia," ungkapnya.
Program jaminan sosial ini, menyasar puluhan ribu pekerja dari berbagai subsektor informal yang diampu oleh 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sidoarjo.
Berikut rincian sebarannya:
Tak sekadar menyerahkan bantuan, Wabup Mimik juga memberi instruksi tegas kepada 11 OPD pelaksana agar terus melakukan validasi data secara akurat. Ia meminta para pejabat terkait tidak ragu untuk turun ke lapangan dan aktif melakukan strategi jemput bola berkoordinasi dengan para Camat serta Kepala Desa (Kades).
"Jangan hanya mengejar jumlah peserta. Kalau masih ada pekerja rentan yang belum terdaftar, ayo kita jemput bola agar tidak ada yang tertinggal. Tahun depan harus lebih banyak lagi yang terlindungi," himbaunya.
Dalam kesempatan ini, Pemkab Sidoarjo turut mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan serta pihak Rumah Sakit Siti Hajar yang konsisten memberikan kepedulian sosial. Termasuk, lewat Beasiswa Pendidikan.
"Harapannya, kepedulian serupa bisa menular ke perusahaan-perusahaan swasta lain melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) demi mewujudkan Sidoarjo yang lebih sejahtera," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi