Sidoarjo (republikjatim.com) - Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) - Subandi bakal menyiapkan pengembangan penataan kota dan transportasi massal terpadu di Sidoarjo. Hal ini, lantaran Sidoarjo menjadi kota yang sangat strategis secara ekonomi dan pertumbuhannya.
Selain menjadi kawasan industri, Sidoarjo juga menjadi kota yang diapit empat kabupaten/kota yang memiliki kemampuan ekonomi cukup besar. Bahkan, nilai Upah Minimum Kabupaten/Kotanya hampir menyamai Sidoarjo dengan nilai paling besar di Jatim.
"Dengan berbagai analisa dan potensi daerah itu, kami (Gus Muhdlor - Subandi), bakal melaksanakan penataan kota dan transportasi secara terpadu. Tujuannya untuk mengurai kemacetan dan menggerakkan perekonomian rakyat. Apalagi, Sidoarjo kota menuju pertumbuhan ekonomi baru yang sangat potensial di Jatim. Jadi sangat penting untuk menata kota dan menyiapkan mode transportasi massal terpadu," ujar Cabup Gus Muhdlor kepada republikjatim.com, Jumat (30/10/2020).
Lebih jauh, Alumni Fisip Unair Surabaya ini, tidak hanya soal transportasi terpadu, dirinya juga menyiapkan konsep penataan dan pengembangan kota dengan konsep kawasan Aeropolis. Yakni menyiapkan kawasan terpadu dan terintegrasi sebagai kawasan superblok. Diantaranya berisi hunian, perkantoran, hotel, ritel dan industri.
"Konsep aeropolis ini, agar Sidoarjo tidak hanya menjadi tempat numpang tidur bagi para pekerja di Surabaya, tidur (istirahat)-nya di Sidoarjo. Tapi kota delta harus berkembang menjadi pusat-pusat perekonomian kerakyatan, bisnis, hiburan dan lainnya. Harapannya, perekonomian kerakyatan akan tumbuh pesat," tegas Alumnus SMAN 4 Sidoarjo ini.
Sementara saat Gus Muhdlor - Subandi terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, juga bakal memecahkan dan mengurai kemacetan di Sidoarjo. Salah satunya dengan rekayasa transportasi modern dengan mengelola dan memanfaatkan Komuter Sidoarjo - Surabaya. Hal itu harus dimaksimalkan, terutama saat jam kerja dan pulang kerja atau saat arus lalu lintas pada jam-jam terpadat.
"Bagi kami penggembangan konsep transportasi massal ini sangat penting. Termasuk menyelesaikan Pekerjaan Rumah (PR) Frontage Road (FR) yang sudah bertahun-tahun tidak selesai. Penyelesaian FR ini dapat mengurai kemacetan, sekaligus dapat mengurangi polusi. Apalagi saat transportasi massal bisa direalisasikan," ungkapnya.
Tidak hanya itu, kata Direktur Pendidikan Pesantren Bumi Sholawat ini pihaknya juga bakal menyiapkan penambahan pembangunan jalan lingkar luar. Jalan baru itu, diluar JL Lingkar Timur dan Lingkar Barat yang saat ini juga dalam tahap pengembangan.
"Jadi program penataan kota dan transportasi massal terpadu untuk mengurai kemacetan itu masuk dalam salah satu program unggulan dari 17 program kerja prioritas kami (Gus Muhdlor - Subandi) saat memimpin Sidoarjo," tandas CEO Sidoresik ini. Zak/Waw
Editor : Redaksi