Sidoarjo (republikjatim.com) - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke 167 Tahun 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus afirmasi atas berbagai capaian pembangunan yang berhasil ditorehkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo sepanjang Tahun 2025. Mengusung semangat kolaborasi dan sinergi lintas sektor, Pemkab Sidoarjo menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Salah satu capaian yang menjadi sorotan utama sekaligus kado spesial Hari Jadi Sidoarjo ke 167 adalah Revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo. Ruang publik kebanggaan masyarakat ini, ditata ulang agar lebih representatif, inklusif dan fungsional sebagai pusat interaksi sosial, ruang ekspresi budaya serta ikon wajah baru kota Sidoarjo.
Revitalisasi ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang publik yang humanis dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Program Penguatan SDM Lewat Program Beasiswa
Di sektor pendidikan, Pemkab Sidoarjo terus menegaskan komitmennya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul melalui Program Beasiswa Kabupaten Sidoarjo yang merupakan bagian dari 14 Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati sesuai dalam RPJMD. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 2.010 penerima manfaat telah menerima Beasiswa Pendidikan Tinggi dan Keagamaan melalui lima kategori. Mulai dari prestasi akademik dalam dan luar negeri, prestasi non-akademik, mahasiswa kurang mampu, hingga bidang keagamaan. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas OPD, yakni Sekretariat Daerah Bagian Kesra, Dinas Sosial serta Disporapar Pemkab Sidoarjo.
"Ke depan, pada Tahun 2026 Pemkab Sidoarjo akan memperluas jangkauan manfaat dengan Program Beasiswa Pendidikan Tinggi dan Beasiswa Yatim untuk jenjang SD, SMP, dan SMA negeri maupun swasta, dengan total kuota 4.000 penerima manfaat," ujar Bupati Sidoarjo, Subandi, Sabtu (31/01/2026).
Program Infrastruktur sebagai Urat Nadi Perekonomian
Di bidang infrastruktur, Pemkab Sidoarjo mencatat lompatan signifikan melalui program betonisasi jalan. Hingga akhir 2025, sebanyak 13 ruas jalan sepanjang 12,67 kilometer telah dibeton disertai rehabilitasi dua jembatan. Pembangunan itu untuk meningkatkan daya tahan jalan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi.
Memasuki Tahun 2026, Pemkab Sidoarjo fokus perbaikan infrastruktur diperkuat melalui program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) yang menyasar percepatan perbaikan jalan dan infrastruktur skala kecil di 18 kecamatan.
"Untuk mendukung program ini, setiap kecamatan dilengkapi satu unit mobil pickup dan satu unit stamper guna mempercepat penanganan jalan rusak," ungkap Subandi.
Sementara itu, penanganan banjir terus dilakukan secara berkelanjutan melalui normalisasi 10 sungai dan optimalisasi drainase.
"Termasuk percepatan pembangunan rumah pompa di titik-titik rawan genangan," tegasnya.
Program Perlindungan Sosial dan Kesehatan yang Berkelanjutan
Pada sektor sosial, kolaborasi Pemkab Sidoarjo bersinergi dengan Baznas berhasil merehabilitasi 450 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di 18 kecamatan. Selain itu, pemerintah daerah juga sigap menangani kondisi darurat, dengan membangun kembali 33 rumah pasca atap ambruk dan 17 rumah pasca kebakaran.
Di sektor kesehatan, sebanyak 1.004 jamban sehat dibangun sepanjang 2025 sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan pencegahan stunting. Atas capaian itu, Kabupaten Sidoarjo meraih Penghargaan STBM Kategori Madya Tingkat Nasional.
"Komitmen penurunan stunting juga diwujudkan melalui kenaikan 100 persen insentif kader posyandu serta pemberian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Hingga akhir 2025, Kabupaten Sidoarjo berhasil mempertahankan Universal Health Coverage (UHC) dengan tingkat keaktifan peserta JKN sebesar 80,87 persen atau sekitar 1,7 juta jiwa dan kembali meraih UHC Award Kategori Madya pada awal 2026," tegas mantan Kades Pabean, Kecamatan Sedati ini.
Program Iklim Investasi Tumbuh Positif
Di sektor perekonomian, realisasi investasi Kabupaten Sidoarjo Tahun 2025 mencapai Rp 18,89 triliun atau 155,84 persen dari target, tumbuh 10,8 persen dibandingkan Tahun 2024. Tujuh sektor usaha menjadi penyumbang terbesar itu, diantaranya industri kimia danfarmasi, logam dasar, kertas dan percetakan, hingga transportasi dan pergudangan.
"Capaian ini mencerminkan terjaganya iklim investasi daerah yang kondusif, didukung optimalisasi layanan perizinan digital OSS, percepatan perizinan, koordinasi lintas OPD serta kepastian regulasi," ungkapnya.
Program Pelayanan Publik Masuk Top 7 Nasional
Pada sektor pelayanan publik, Pemkab Sidoarjo berhasil meraih Opini Kualitas Tertinggi dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 oleh Ombudsman RI. Ini sekaligus mengantarkan Kabupaten Sidoarjo masuk Top 7 Kualitas Tertinggi Kategori Pemerintah Kabupaten secara nasional.
"Capaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima, transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat," tandas Subandi yang juga mantan anggota DPRD Sidoarjo ini.
Sementara dengan semangat Inklusif Berkelanjutan, Sidoarjo Tangguh, Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke 167 menjadi penegasan arah pembangunan daerah yang berpihak pada seluruh lapisan masyarakat, berorientasi jangka panjang dan mampu menjawab tantangan zaman. Berbagai capaian di sektor pendidikan, infrastruktur, sosial, kesehatan, pelayanan publik hingga perekonomian menunjukkan kolaborasi dan sinergi menjadi kunci utama membangun Sidoarjo yang kuat, adaptif dan berdaya saing.
"Ke depan, Pemkab Sidoarjo berkomitmen melanjutkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan dan berdampak nyata demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan masa depan Sidoarjo yang semakin tangguh," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi