Skandal 'Kursi Gelap' SPMB Negeri Sidoarjo 2026

Laman Web Mendadak Trouble, Niat Sistemik di Balik Raibnya Data Jalur Domisili

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
WEB - Laman web SPBM SMP Negeri Sidoarjo mendadak tidak bisa dibuka untuk kalangan umum (publik).
WEB - Laman web SPBM SMP Negeri Sidoarjo mendadak tidak bisa dibuka untuk kalangan umum (publik).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri di Kabupaten Sidoarjo Tahun Ajaran 2026/2027 kini berada di titik nadir. Proses yang seharusnya menjadi ruang kompetisi jujur bagi anak-anak Sidoarjo, justru berubah menjadi teka-teki hukum yang penuh kejanggalan.

​Masyarakat dan pengamat hukum kini mulai membaca carut-marut ini melalui kacamata hukum integratif. Yakni melihat adanya actus reus (perbuatan nyata yang melanggar) dan mens rea (niat batin yang sistemik) untuk menciptakan ruang gelap dalam penerimaan siswa baru.

​Dugaan pelanggaran peraturan secara terang-terangan (actus reus) berhasil terkonfirmasi di lapangan. Salah satu contoh paling gamblang ditemukan pada dokumen Daftar Nama Murid Baru di SMP Negeri 5 Sidoarjo. ​Berdasarkan dokumen itu, tercatat ada 306 murid baru yang melakukan daftar ulang. Angka ini l, langsung memicu gelombang protes karena melampaui pagu resmi sekolah. Yakni ​Pagu Resmi Sekolah sebanyak 284 Kursi (28 Jalur LISCI dan 256 Jalur Reguler). Namun,
realitas daftar ulang mencapai 306 siswa. Terdapat selisih  data di lapangan sebanyak 22 siswa gaib di sekolah itu.

"​Selisih 22 siswa ini menyusup tanpa adanya pengumuman penambahan kuota secara transparan di aplikasi daring ini, secara hukum, tindakan ini diduga kuat menabrak Pasal 49 ayat (3) Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025. Di peraturan itu, yang melarang keras sekolah menerima murid melebihi daya tampung yang diumumkan ke publik," ujar Pemerhati Kebijakan Publik dan Pendidikan Sidoarjo, M Badruzzaman kepada republikjatim.com, Senin (06/07/2026).

Lebih jauh, pengamat pendidikan yang akrab disapa Cak Badruz ini mengungkapkan kejanggalan di lapangan ini, diduga erat berkaitan dengan mens rea atau niat sistemik dari penyelenggara untuk membatasi pengawasan publik.​ Kecurigaan masyarakat memuncak saat portal resmi [https://smp-spmbsidoarjo.id/umum/ppdb_tutup](https://smp-spmbsidoarjo.id/umum/ppdb_tutup) bertingkah aneh.

"Kecurigaan makin kuat saat semua berupaya membuka halaman pengumuman Jalur Domisili yang memegang porsi kuota terbesar yakni 45 persen. Mendadak (tiba-tiba) hilang dari sistem dan tidak dapat diakses secara umum," ungkapnya.

​Raibnya data perankingan secara real-time ini, lanjut Badruz diduga sengaja dilakukan untuk menciptakan "ruang gelap". Tanpa adanya transparansi data, masyarakat tidak akan pernah bisa mengontrol apakah selisih kuota seperti di SMPN 5 Sidoarjo murni kesalahan teknis atau merupakan praktik "jalur titipan" dan nepotisme.

"Bagi kami perilaku seperti ini menjadi celah kuat bagi Aparat Penegak Hukum (APH) masuk melaksanakan penyelidikan. Baik itu untuk KPK maupun Kejaksaan atau lainnya. Karena kami menduga ini, permainannya sudah sangat rentan," tegas mantan aktivis 1998 ini.

Dugaan kekacauan SPMB Tahun 2026 ini, seolah menjadi pembenaran atas temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berdasarkan Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024, tata kelola pendidikan di Kabupaten Sidoarjo berada pada level "Rentan" dengan skor hanya 60,62.

"Berdasarkan  SPI KPK yang mencengangkan menunjukkan ​73,02 persen responden melaporkan adanya perlakuan khusus (istimewa) saat penerimaan murid baru di Sidoarjo.​Angka ini berada jauh di atas rata-rata nasional, menegaskan praktik "kursi belakang" sudah menjadi rahasia umum yang kronis. Bahkan bisa jadi mengulang dosa lama Tahun 2025 kemarin," ungkapnya.

​Meskipun Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Sidoarjo berdalih selisih angka antara target aplikasi (13.480 kursi) dan kuota riil (14.472 kursi) hanyalah masalah "simulasi" administratif, publik tidak lagi mudah percaya. Masyarakat menuntut sinkronisasi database yang faktual sebelum penetapan murid baru berakhir.

​Publik khawatir, Sidoarjo akan mengulang dosa lama pada tahun 2025 lalu, yang mencatatkan skandal luar biasa dengan selisih mencapai 1.104 siswa gaib yang masuk di luar sistem formal.

​"Data transparan adalah kunci keadilan. Jangan biarkan nasib anak-anak Sidoarjo ditentukan dalam ruang-ruang di luar sistem yang akuntabel," tandas Badruz yang juga perwakilan elemen masyarakat.

​Kini, integritas Sidoarjo sedang dipertaruhkan di meja ujian. Apakah pemerintah daerah berani membuka data demi keadilan hak anak, atau justru tetap memelihara "kursi gelap" demi kepentingan segelintir elite?. Hel/Waw

Berita Terbaru

Aksi Peduli Sesama, Fraksi PKB DPRD Sidoarjo Salurkan 22 Kardus Baju Layak Pakai ke Liponsos Bersamaan Harlah ke 28

Aksi Peduli Sesama, Fraksi PKB DPRD Sidoarjo Salurkan 22 Kardus Baju Layak Pakai ke Liponsos Bersamaan Harlah ke 28

Selasa, 21 Jul 2026 13:15 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 13:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bentuk kepedulian sosial ditunjukkan oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Sidoarjo. Merespons minimnya…

Ukir Prestasi Gemilang, Kecamatan Gedangan Sabet Juara Umum MTQ ke 32 Sidoarjo, Pemkab Siapkan 2 Tiket Umrah

Ukir Prestasi Gemilang, Kecamatan Gedangan Sabet Juara Umum MTQ ke 32 Sidoarjo, Pemkab Siapkan 2 Tiket Umrah

Selasa, 21 Jul 2026 10:48 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 10:48 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 32 Tingkat Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026 resmi ditutup dengan gegap gempita di P…

Meski Murid Hanya 12 Siswa, Wabup Mimik Idayana Pastikan SDN 3 dan 4 Kupang Terpencil di Jabon Bakal Direhab Total

Meski Murid Hanya 12 Siswa, Wabup Mimik Idayana Pastikan SDN 3 dan 4 Kupang Terpencil di Jabon Bakal Direhab Total

Senin, 20 Jul 2026 19:42 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:42 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Jarak dan keterbatasan bukan alasan untuk menganaktirikan pendidikan. Prinsip inilah yang dipegang teguh Wakil Bupati (Wabup)…

Jagoan Bupati Kalah, Lautan Warga Sidoarjo Tetap Pesta Pora Saat Nobar Final Piala Dunia 2026 Berhadiah 4 Tiket Umroh

Jagoan Bupati Kalah, Lautan Warga Sidoarjo Tetap Pesta Pora Saat Nobar Final Piala Dunia 2026 Berhadiah 4 Tiket Umroh

Senin, 20 Jul 2026 18:45 WIB

Senin, 20 Jul 2026 18:45 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Drama menegangkan tersaji di Jalan Cokronegoro, tepat di depan Pendopo Delta Wibawa, Senin (20/07/2026) dini hari. Ribuan warga…

Dongkrak Ekonomi Nasional, REI Sidoarjo Siap Sukseskan Program 3 Juta Rumah Subsidi di Kota Delta

Dongkrak Ekonomi Nasional, REI Sidoarjo Siap Sukseskan Program 3 Juta Rumah Subsidi di Kota Delta

Senin, 20 Jul 2026 12:31 WIB

Senin, 20 Jul 2026 12:31 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Program ambisius pemerintah untuk membangun tiga juta rumah subsidi dinilai bukan sekadar proyek penyediaan hunian saja.…

Perkuat Karakter dan Integritas Ribuan Siswa Smamda, Polresta Sidoarjo Beri Edukasi Kamtibmas dan Bijak Bermedsos

Perkuat Karakter dan Integritas Ribuan Siswa Smamda, Polresta Sidoarjo Beri Edukasi Kamtibmas dan Bijak Bermedsos

Senin, 20 Jul 2026 10:57 WIB

Senin, 20 Jul 2026 10:57 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo terus berkomitmen membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi…