Sidoarjo (republikjatim.com) - Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Sidoarjo Anti Predator Seks menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran, Senin (06/07/2026). Aksi ini dipicu, lambatnya penanganan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang diduga melibatkan seorang ketua padepokan atau dukun pimpinan sebuah Pondok di kawasan Sidokare, Kecamatan Sidoarjo.
Massa memulai aksinya di depan Mako Polresta Sidoarjo sebelum akhirnya bergeser ke gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo untuk menyuarakan tuntutan mereka.
Kuasa hukum korban, Muhamad Subur menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo. Meski status dukun cabul salam kasus ini sudah naik ke tingkat penyidikan, pihak kepolisian hingga kini belum juga menangkap maupun menahan pelaku.
"Kami menyayangkan lambatnya penanganan kasus ini. Ada informasi pelaku sudah melarikan diri, tapi penyidik tidak segera menetapkan statusnya sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang)," ujar Muhamad Subur dalam orasinya.
Selain itu, Subur menambahkan, jika kepolisian atau penyidik PPA Polresta Sidoarjo tidak mengambil tindakan tegas secepatnya, dikhawatirkan pelaku yang masih bebas berkeliaran dapat melakukan perbuatan serupa kepada korban lainnya. Ironisnya, di tengah isu pelariannya, pelaku justru diketahui mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Sidoarjo meski belum berstatus tahanan.
"Pengajuan praperadilan ini unik, karena belum ada proses penahanan tersangka akan tetapi sudah ada pengajuan keberatan di pengadilan negeri," ungkapnya.
Usai merasa puas menyampaikan aspirasi di depan Mapolresta Sidoarjo, massa langsung bergerak bergeser menuju Gedung DPRD Sidoarjo. Kedatangan puluhan demonstran ini diterima langsung Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, M Dhamroni Chudhori.
Di hadapan perwakilan massa dan kuasa hukum korban, Dhamroni menegaskan pihak legislatif memberikan perhatian serius terhadap kasus kekerasan seksual. Apalagi, yang menimpa atau korbannya adalah anak di bawah umur.
"Kami (DPRD) Sidoarjo berkomitmen akan mengawal kasus ini agar berjalan transparan dan berkeadilan," tegas politisi senior PKB Sidoarjo ini.
Sementara dalam aksinya itu, massa menyampaikan beberapa tuntutan. Diantara tuntutan Utama Aliansi Sidoarjo Anti Predator Seks itu, yakni mendesak Polresta Sidoarjo untuk segera menangkap dan menahan oknum dukun ketua padepokan itu. Selain itu juga mendesak penyidik PPA Polresta Sidoarjo segera menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) jika pelaku terbukti melarikan diri.
"Kami juga meminta semua pihak untuk memantau proses praperadilan di Pengadilan Negeri Sidoarjo agar tidak menjadi celah hukum bagi pelaku untuk lolos dalam jeratan kasus dugaan pencabulan perkara ini," pinta pendemo lainnya usai membacakan beberapa tuntutannya.
Sementara aksi unjuk rasa berjalan dengan tertib dan kondusif, dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan.
"Kami massa aliansi tetap akan terus mengawal kasus ini hingga korban mendapatkan keadilan yang seutuhnya," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi