Disambati Bahan Baku Tempe, BHS - Taufiq Siap Stabilkan Harga Kedelai Impor

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
TEMPE - Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengunjungi sentra UMKM produsen tempe di Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Kamis (22/10/2020).
TEMPE - Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengunjungi sentra UMKM produsen tempe di Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Kamis (22/10/2020).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Keberadaan Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) industri tempe di sejumlah wilayah Sidoarjo mendapatkan perhatian serius Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq). Paslon yang diusung 5 partai dengan jumlah 18 kursi di DPRD Sidoarjo, bakal siap menstabilkan harga bahan baku tempe yakni kedelai.

Hal ini, lantaran harga kedelai impor tidak stabil dan cenderung mengalami kenaikan hingga Rp 7.500 per kilogram. Kondisi itu, justru sangat merugikan para produsen tempe di Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo. Apalagi, sejak adanya pandemi Covid-19, omzet mereka turun hingga 15 persen.

"Para produsen tempe ini, mengeluhkan harga kedelai yang melonjak naik. Sementara permintaan dan omzet tempe menuru sejak adanya pandemi," ujar BHS seusai bertemu sejumlah produsen tempe di Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Kamis (22/10/2020).

BHS mengungkapkan pihaknya bakal mendorong agar harga kedelai impor stabil. Selain itu, pihaknya juga mendorong harga kedelai impor tidak lebih dari Rp 5.000 per kilogram. Apalagi di tengan pandemi Covid-19.

"Kalau saya diamanahi sebagai bupati, saya akan menstabilkan harga kedelai. Agar para pengusaha tempe ini tidak merugi. Bahkan tetap bisa menjual tempe sesuai ukuran yang diinginkan. Bagi produsen tempe, kalau harga kedelai impor Rp 6.000 per kilogram, mereka masih untung. Tapi, saya akan merealisasikan harga kedelai impor yang masuk di Sidoarjo harus dengan harga stabil Rp 5.000 per kilogram," tegas mantan anggota DPR RI ini.

Sementara salah satu produsen tempe, Mufrodah mengeluhkan harga bahan baku kedelai impor yang tak kunjung stabil. Menurutnya, sejak masa pandemi Covid-19 harga kedelai impor (Amerika) semakin melambung tinggi. Kini harganya mencapai Rp 7.000-7.500 per kilogram. Padahal, biasanya harga standarnya Rp 5.000-6.000 per kilogram.

"Saat harga kedelai impor naik, omzet produsen tempe rata-raya menurun hingga 15 persen dari biasanya. Selain musim kemarau ditambah pandemi Covid-19 sekolah diliburkan. Karyawan saya biasanya keliling ke sekolah-sekolah. Jadi itu mengurangi omzet penjualan tempe," ungkapnya.

Mufrodah mengaku sangat mengapresiasi kepedulian Cabup BHS terhadap perkembangan industri tempe Desa Sidorejo. Pihaknya siap mendukung program BHS mengembangkan industri tempe di kampungnya itu.

"Saya berharap kalau BHS menjadi Bupati Sidoarjo bisa menstabilkan harga kedelai agar tidak melambung tinggi. Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini segera berakhir agar anak-anak bisa masuk sekolah lagi. Karena itu berdampak pada industri tempe tumpuhan hidup kami," tandasnya. Zak/Hel/Waw

Berita Terbaru

Teror Ulat Resahkan Siswa TK di Pucanganom Sidoarjo, DLHK dan Kelurahan Gerak Cepat Penyemprotan Hama

Teror Ulat Resahkan Siswa TK di Pucanganom Sidoarjo, DLHK dan Kelurahan Gerak Cepat Penyemprotan Hama

Selasa, 04 Agu 2026 22:15 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 22:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Lingkungan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Pucanganom, Jalan Raden Patah, Kecamatan Sidoarjo, sempat digegerkan kemunculan kawanan…

Jajaran Direksi dan Karyawan PT Sarana Karya Solusindo Mengucapkan HUT RI ke 81, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur

Jajaran Direksi dan Karyawan PT Sarana Karya Solusindo Mengucapkan HUT RI ke 81, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur

Selasa, 04 Agu 2026 21:41 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 21:41 WIB

Jajaran Direksi dan Karyawan PT Sarana Karya Solusindo Mengucapkan HUT RI ke 81, Indonesia Berdaulat Adil dan…

Dari Lahan Tidur dan Niat Tulus Prajurit TNI, Teh Kumis Kucing Wonokupang Balongbendo Curi Perhatian Wabup Sidoarjo

Dari Lahan Tidur dan Niat Tulus Prajurit TNI, Teh Kumis Kucing Wonokupang Balongbendo Curi Perhatian Wabup Sidoarjo

Selasa, 04 Agu 2026 21:21 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 21:21 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebuah inovasi UMKM berbasis herbal berhasil menyita perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Produk Teh Daun Kumis…

Divonis 10 Tahun Penjara, Mantan Plt Bupati Sidoarjo Hudiyono Beri Perlawanan Hukum Lewat Banding

Divonis 10 Tahun Penjara, Mantan Plt Bupati Sidoarjo Hudiyono Beri Perlawanan Hukum Lewat Banding

Selasa, 04 Agu 2026 19:55 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 19:55 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Babak akhir persidangan kasus dugaan korupsi dana hibah Dinas Pendidikan Jawa Timur menuai ketegangan. Mantan Plt Bupati…

Perkuat Literasi Perpajakan, Kanwil DJP Jatim II Gandeng Insan Media Sikapi Isu Terkini Lewat Media Gathering 2026

Perkuat Literasi Perpajakan, Kanwil DJP Jatim II Gandeng Insan Media Sikapi Isu Terkini Lewat Media Gathering 2026

Selasa, 04 Agu 2026 16:29 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 16:29 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur (Jatim) II menggelar kegiatan Media Gathering dan Media…

Adu Taktik di Atas Rumput Sintetis, PWI Sidoarjo Asah Kekompakan, Sapma PP Tatap Masa Depan Siapkan Regenerasi

Adu Taktik di Atas Rumput Sintetis, PWI Sidoarjo Asah Kekompakan, Sapma PP Tatap Masa Depan Siapkan Regenerasi

Selasa, 04 Agu 2026 09:38 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 09:38 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Si kulit bundar kembali menunjukkan sihirnya sebagai pemersatu. Di bawah hangatnya sorot lampu Lapangan Mini Soccer Ben's Arena,…