Sidoarjo (republikjatim.com) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Sidoarjo bakal menyumbangkan minimal 100.000 suara untuk kemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) - Subandi dalam Pilkada Sidoarjo yang digelar 9 Desember 2020 mendatang. Ratusan ribu suara itu, merupakan jaringan riil di lapangan dengan memaksimalkan kinerja pengurus DPD Partai Nasdem mulai tingkat DPD, DPC hingga DPRT.
"Mininal kami akan sumbang 100.000 suara riil jaringan pengurus mulai DPD hingga DPRT Partai Nasdem untuk memenangkan Gus Muhdlor - Subandi. Tapi, kami yakin bisa lebih besar lagi melihat kondisi dan situasi politik akhir-akhir ini," ujar Sekretaris DPD Partai Nasdem, Abdul Haris Suhartony kepada republikjatim.com, Senin (12/10/2020) saat konsolidasi bersama pengurus Partai Nasdem Kecamatan Tulangan, Krembung dan Kecamatan Prambon di Posko Pemengan Perum Taman Pinang Indah, Sidoarjo.
Tidak hanya itu, lanjut Haris Partai Nasdem juga membantu Paslon Nomor urut 2 ini dalam pemenuhan atribut berupa kaos dan spanduk maupun banner. Hal itu didukung pengurus Partai Nasdem Provinsi Jatim maupun DPP Partai Nasdem. Selain itu, juga ada program Subuh Berkah selama 10 hari dengan cara membagikan ratusan nasi bungkus secara bergiliran dan keliling seluruh wilayah Sidoarjo.
"Dalam program Subuh Berkah itu, kami juga mensosialisasikan Gus Muhdlor - Subandi. Karena tekad kuat kami Partai Nasdem harus memiliki Bupati muda yang asli Sidoarjo," imbuhnya.
Sedangkan soal rekomendasi Partai Nasdem Sidoarjo sejak awal diberikan kepada Paslon nomor urut 2 itu, kata Haris karena Partai Nasdem sudah cinta mati kepada Gus Muhdlor. Alasannya, selain sebagai putra daerah asli Sidoarjo, juga putra seorang kiai kharismatik yakni putra keenam KH Agoes Ali Masyhuri (Pengasuh Pensantren Modern Bumi Sholawat).
"Alasan yang paling rasional adalah Gus Muhdlor dan Subandi sebagai orang baru dalam politik yang masih sangat bersih. Meski usianya muda tetapi memiliki visi dan misi ke depan untuk membangun Sidoarjo," tegasnya.
Sementara Cabup Sidoarjo, Gus Muhdlor menilai Sidoarjo butuh gerakan pembangunan yang cepat agar tidak tertinggal daerah tetangga. Karena itu, Gus Muhdlor - Subandi menyiapkan 17 program unggulan agar Sidoarjo segera bangkit perekonomiannya sejak adanya pandemi Covid-19. Misalnya soal program program warga ber-KTP Sidoarjo berobat gratis dan program Kartu Usaha Perempuan Mandiri (Kurma) dengan nilai bantuan antara Rp 5 juta sampai Rp 50 juta.
"Kami ingin Sidoarjo yang selama ini dikenal sebagai kota tidur, karena banyak orang bekerja di Surabaya tapi tidur di Sidoarjo bangkit dan berkembang. Karena selama ini, para pekerja asal Surabaya itu tidak mau ber-KTP Sidoarjo. Karena itu, Sidoarjo ke depan jangan sampai dikenal sebagai kota tidur lagi," ungkapnya.
Begitu juga soal lapangan pekerjaan di sekitar 6.000 perusahaan di Sidoarjo. Rata-rata dan sebagian besar bukan merupakan warga Sidoarjo akan tetapi warga diluar Sidoarjo.
"Itu menjadi Pekerjaan Rumah (PR) kita yang harus diselesaikan agar Sidoarjo menjadi lebih baik. Karena sudah ada beberapa perusahaan yang mendukung dan siap bekerjasama dengan mengutamakan menerima karyawan asal Sidoarjo. Yang penting, sejak pandemi yang dibutuhkan warga Sidoarjo adalah sembako dan bisa bekerja dengan tenang," tandasnya. Zak/Waw
Editor : Redaksi