Jemput Sejatinya Jenggala, TACB Sidoarjo Gandeng Kementerian Kebudayaan dan BPK Siap Ekskavasi Situs Sendang Agung

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
REMBUKAN - Sejumlah penggiat budaya dan aktivis kebudayaan Sidoarjo menggelar rembukan (rapat) proses ekskavasi Situs Sendang Agung di Kelurahan Urangagung, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Selasa (06/05/2026) petang.
REMBUKAN - Sejumlah penggiat budaya dan aktivis kebudayaan Sidoarjo menggelar rembukan (rapat) proses ekskavasi Situs Sendang Agung di Kelurahan Urangagung, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Selasa (06/05/2026) petang.

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebuah gerakan kebudayaan berskala besar tengah ditiupkan dari bumi Sidoarjo. Dipelopori Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sidoarjo di bawah kepemimpinan M Tri Kisnowo Hadi para penggiat sejarah lokal kini bersiap melakukan lompatan besar dengan mengandeng langsung Kementerian Kebudayaan RI dan Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK). Mereka berencana  membangunkan situs-situs sejarah di Sidoarjo yang selama ini "tertidur" di bawah tanah.

​Gerakan ini bukan sekadar urusan gali-menggali tanah purbakala. Ini adalah ikhtiar kolektif untuk merajut kembali serpihan sejarah peradaban Kota Delta yang hilang. Mereka memulainya dari rencana ekskavasi Situs Sendang Agung yang ada di Kelurahan Urangagung, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo.

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sidoarjo, M Tri Kisnowo Hadi saat memimpin rembuk cagar budaya ini melahirkan kesepakatan progresif. Ekskavasi tidak akan berjalan secara parsial, melainkan menjadi satu kesatuan cetak biru (blueprint) penyelamatan sejarah Sidoarjo yang mencakup tiga titik krusial. Diantaranya ​Situs Sendang Agung (Urangagung) sebagai titik mula yang diyakini menyimpan struktur penting permukiman atau ritual masa lampau. Kemudian ​Situs Alas Trik yang masuk wilayah legendaris yang berkaitan erat dengan babat alas berdirinya Kerajaan Majapahit serta 
​Candi Kedung Kras di Tulangan sebagai jejak religi kuno yang masih menyimpan banyak teka-teki.

​"Ini adalah momentum generasi hari ini untuk menjemput jati diri Sidoarjo. Kita tidak sedang bernostalgia dengan masa lalu, tetapi sedang meletakkan batu pijakan agar generasi masa depan tahu siapa leluhur mereka," ujar M Tri Kisnowo Hadi kepada republikjatim.com, Selasa (05/05/2026) malam dengan nada optimistis.

​Langkah taktis yang digagas TACB Sidoarjo kali ini, lanjut Tri Kisnowo terbilang berani dan terukur. Pihaknya bakal membangun kerja sama dengan Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI dan Kementerian Kebudayaan RI tidak lagi diposisikan sekadar jalur birokrasi pengajuan proposal administratif saja. Akan tetapi 
para penggiat memproyeksikan kolaborasi ini sebagai kemitraan strategis (aspek transfer of knowledge) meliputi diantaranya adalah pendampingan ilmiah dengan memastikan proses ekskavasi menggunakan metodologi arkeologi modern yang ketat dan berbasis ilmiah (scientific archaeology). 

"Termasuk sinkronisasi anggaran untuk mengawal akuntabilitas pembiayaan agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran antara daerah dan pusat. Begitu pula soal akses dana abadi kebudayaan dapat membuka peluang pemanfaatan dana abadi dari Kementerian Kebudayaan RI melalui penyusunan dokumen studi kelayakan (feasibility study) yang matang," pinta Tri Kisnowo aktivis yang energik sejak masa muda ini.

Tri Kisnowo memaparkan dengan bersatunya kekuatan komunitas akar rumput, sokongan TACB serta keterlibatan lembaga tinggi negara seperti Kementerian Kebudayaan dan BPK, mimpi Sidoarjo untuk memiliki destinasi wisata sejarah berbasis edukasi kini berada di depan mata.

"Mulai Situs ​Sendang Agung, Alas Trik, dan Kedung Kras bukan lagi sekadar nama-nama di dalam buku dongeng. Mereka adalah bukti konkret sejarah Sidoarjo tidak pernah hilang. Ia hanya sedang menunggu sentuhan tangan-tangan dingin generasi hari ini untuk digali, dijaga dan diwariskan kembali ke masa depan," papar Tri Kisnowo.

​Komitmen kuat itu, juga disuarakan oleh komunitas lokal yang menjadi garda depan penyelamatan situs. Mulai David, Siswo, dan Joko dari Paguyuban Sendang Agung mengingatkan pentingnya keterbukaan sejak awal proses. Terutama terkait pemetaan anggarannya.

​"Kami ingin memastikan koordinasi dengan BPK berjalan transparan. Semua anggaran harus diclearkan sejak awal agar tidak tumpang tindih. Kita harus cek betul keberadaan dan alokasi dana abadi kebudayaan itu, agar tepat sasaran," tegas Siswo.

​Menjawab tantangan itu, Latif selaku staf Kabid Kebudayaan menjelaskan skema pelestarian warisan budaya takbenda sebenarnya telah berjalan mandiri dalam 3 hingga 4 tahun terakhir.

"Tapi, untuk ekskavasi fisik berskala besar, koordinasi teknis dan sinergi konsep yang matang mutlak diperlukan agar program kerja yang diajukan ke BPK dan Kementerian Kebudayaan memiliki fondasi kuat untuk lolos kurasi anggaran," ungkapnya.

​Di sisi lain,  Ketua Lesbumi PCNU Sidoarjo, Ahmad Fahmi menekankan pentingnya menjaga aspek kultural dan spiritual masyarakat sekitar situs. Hal ini, agar ekskavasi tidak mencerabut nilai sosial lokal. 

"Sementara dukungan moral dari keluarga Wakil Bupati Sidoarjo kian mempertegas gerakan ini didukung penuh oleh berbagai pilar penting di tingkat daerah. Bahwa hari ini, semua sepakat menolak lupa asal usul Bumi Jenggala ini," tandasnya. Ary/Waw

Berita Terbaru

Lawan Candu Ponsel, Wabup Sidoarjo Dorong Kampung Lali Gadget Hadir di 18 Kecamatan di Kota Delta

Lawan Candu Ponsel, Wabup Sidoarjo Dorong Kampung Lali Gadget Hadir di 18 Kecamatan di Kota Delta

Senin, 04 Mei 2026 14:47 WIB

Senin, 04 Mei 2026 14:47 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Di tengah gempuran era digital yang membuat anak-anak terpaku pada layar ponsel, sebuah oase keceriaan muncul dari sudut Desa…

Polisi Pastikan Kematian Kades Buncitan Sedati Murni Bunuh Diri, Jejak Digital Hand Phone Korban Jadi Bukti Krusial

Polisi Pastikan Kematian Kades Buncitan Sedati Murni Bunuh Diri, Jejak Digital Hand Phone Korban Jadi Bukti Krusial

Senin, 04 Mei 2026 13:55 WIB

Senin, 04 Mei 2026 13:55 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Teka-teki kematian Kepala Desa (Kades) Buncitan, Mujiono yang meninggal di Kantor Balai Desa Buncitan, Kecamatan Sedati,…

Warga Wonoplintahan Prambon Sidoarjo Temukan Mayat Membusuk di Bawah Pohon Pisang

Warga Wonoplintahan Prambon Sidoarjo Temukan Mayat Membusuk di Bawah Pohon Pisang

Minggu, 03 Mei 2026 22:32 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 22:32 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana tenang saat kerja bakti warga Dusun Wonogiri, Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, mendadak berubah menjadi…

Geger! Kades Buncitan Ditemukan Tewas di Kantor Balai Desa dengan Leher Terlilit Tali Biru dalam Posisi Duduk

Geger! Kades Buncitan Ditemukan Tewas di Kantor Balai Desa dengan Leher Terlilit Tali Biru dalam Posisi Duduk

Minggu, 03 Mei 2026 19:31 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 19:31 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Warga Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo mendadak gempar Minggu (03/05/2026) sore. Sosok pemimpin desa mereka, Mujiono…

Milad ke 39, Yayasan Al Muslim Jatim Gelar Tabligh Akbar Faith In Action: Inspiring Generations di Masjid Al Akbar

Milad ke 39, Yayasan Al Muslim Jatim Gelar Tabligh Akbar Faith In Action: Inspiring Generations di Masjid Al Akbar

Minggu, 03 Mei 2026 14:55 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 14:55 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Menyambut momentum bersejarah hampir empat dekade pengabdian di dunia pendidikan Islam, Yayasan Al Muslim Jawa Timur secara…

Sidak Alun - Alun Sidoarjo, Wabup Mimik Idayana Usulkan UMKM Boleh Berjualan Asal Tertata dan Tertib

Sidak Alun - Alun Sidoarjo, Wabup Mimik Idayana Usulkan UMKM Boleh Berjualan Asal Tertata dan Tertib

Minggu, 03 Mei 2026 13:00 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 13:00 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Buntut viral video petugas Satpol PP menertibkan penjual mainan anak, mendorong Wabup Sidoarjo, Mimik Idayana sidak Alun - Alun…