Ponorogo (republikjatim.com) - Nahas dialami truk muatan sembako beropol AD 1473 MR yang dikemudikan Syaiful Efendi (27) warga Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Diduga, karena truk tidak kuat menanjak di tanjakan Biting, Dusun Gunung Thukul, Desa Suru, Kecamatan Sooko, hingga mengakibatkan truk mundur dan terguling, Sabtu (16/04/2022).
Dalam kecelakaan tunggal ini, tidak ada korban jiwa. Namun kerugian materiil mencapai puluhan juta rupiah karena muatan truk berhamburan di JL Raya Pulung - Sooko. Selain itu, truk nahas itu terguling sejauh 200 meter.
Sopir truk, Syaiful Efendi mengatakan truknya sarat muatan karena sedang mengangkut sembako penuh. Saat itu, ketika melintas di tanjakan tiba-tiba truk yang dikemudikan berhenti karena tidak kuat menanjak.
"Seketika truk kehilangan tenaga hingga mesin mati serta sistem pengereman tidak berfungsi. Kemudian truk berjalan mundur dan terguling sejauh 200 meter," ujarnya kepada republikjatim.com, Sabtu (16/04/2022).
Saat itu, Syaiful mengaku sudah berusaha untuk mengerem truk yang dikemudikannya agar truk berhenti. Akan tetapi, mesin truk mala mati.
"Secara otomatis truk kemudian berjalan mundur dan akhirnya terguling itu," ungkapnya.
Sementara Kapolsek Sooko, Iptu Anwar Fatoni mengaku langsung ke lokasi kejadian bersama anggotanya usai mendapat laporan Laka Lantas itu. Menurutnya, kecelakaan tunggal itu karena truk membawa sembako ini tidak kuat menanjak dan mesin mati hingga truk mundur dan terguling.
"Meski tidak ada korban jiwa, tapi kerugian materiilnya ditaksir sekitar Rp 20 juta. Karena muatan berupa minyak goreng, tepung terigu, gula dan sembako lain tumpah ke jalan," tega Anwar Fatoni.
Selain itu, Anwar Fatoni mengungkapkan jalan poros Kecamatana Sooko yang berlokasi di Dusun Gunung Thukul, Desa Suru itu memang kondisinya menanjak dan berliku. Selain itu, sering terjadi kecelakaan yang disebabkan karena kendaraan tidak kuat menanjak.
"Bagi para pengemudi, kususnya yang baru pertama melintas harus ekstra hati-hati melewati tanjakan itu. Karena tanjakannya cukup tinggi, curam dan menikung," pungkasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi