Ponorogo (republikjatim.com) - Pemasangan tanda jalan rusak berat dan membahayakan pengguna jalan di Ponorogo tidak hanya sekali dua kali. Akan tetapi, sudah sering warga memasang tanda jalan rusak dan berlubang di dekat pemukiman warga.
Tujuannya agar pengguna jalan tidak terjebak jalan berlubang besar itu. Kondisi ini seperti di JL Raya Bungkal - Jetis tepatnya di Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Ponorogo. Warga terpaksa memasang tanda adanya jalan rusak itu dengan drum yang diletakkan di lokasi aspal mengelupas sejak beberapa hari terakhir.
Pemasangan tanda jalan berlubang ini karena warga memiliki rasa kepedulian tinggi dan khawatir lubang jalan itu bisa memicu kecelakaan karena terperosok lubang itu.
"Pemasangan drum di jalan yang berlubang itu sudah sejak tiga hari lalu. Warga khawatir terjadi kecelakaan karena adanya lubang yang lebarnya kurang lebih 1 meter dengan kedalaman lubang mencapai kurang lebih 15 sentimeter itu," ujar Sekretaris Desa Bancar, Moh Nurcholis kepada republikjatim.com, Sabtu (10/04/2021).
Perangkat Desa Bancar ini menyayangkan banyaknya jalan rusak dan berlubang tidak segera diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Pemkab Ponorogo. Bahkan Nurcholis menuding pekerja jalan acuh tak acuh terhadap kerusakan jalan kabupaten.
"Sekarang ini juru jalan banyak. Tapi sepertinya acuh. Seharusnya kalau ada genangan air segera dibuatkan jalan agar mengalir ke drainase (selokan) jadi aspal awet. Harapan kami semoga segera jalan berlubang segera diperbaiki," pintahnya.
Sementara secara terpisah, Kepala Dinas (PUPKP) Pemkab Ponorogo Jamus Kunto Purnomo menegaskan jika memang banyak pekerja jalan.
"Nanti biar dicek ke lokasi kerusakan dan segera ditangani. Lubang jalan, tidak bisa ditangani langsung, tapi harus melaporkan ke dinas untuk kemudian untuk disiapkan bahannya," tandasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi