Ponorogo (republikjatim.com) - Kasus atap bangunan SDN ambruk kembali terjadi di Ponorogo. Hal ini salah satu sekolah di Kecamatan Balong tahun lalu ambruk, kali ini atap gedung SDN 2 Krebet, Kecamatan Jambon, Ponorogo ambruk dan tidak bisa difungsikan lagi.
Tanpa ada angin tanpa hujan, mendadak atap gedung SDN 2 Krebet di Dusun Gelangan, Desa Krebet Kecamatan Jambon, Ponorogo tepatnya ruang kelas 3B dan kelas 4A ambruk. Robohnya atap dua ruang kelas SDN 2 Krebet ini karena bangunan atap sudah lapuk dimakan usia.
Tukang Kebun SDN 2 Krebet, Nyamut yang kebetulam rumahnya tidak jauh dari sekolah mengaku mendengar ada suara gemuruh dari barat rumahnya. Setelah dicari sumber suara, ternyata gedung SDN 2 Krebet sudah porak-poranda karena runtuh.
"Bangunan atap ambruk Minggu sore kemarin. Tiba-tiba saya mendengar suara gemuruh. Setelah saya lihat sumber suara itu, ternyata atap bangunan gedung sekolah yang sebelah barat roboh," ujarnya kepada republikjatim.com, Rabu (07/04/2021).
Nyamut menduga atap bangunan ruang kelas itu ambruk karena sudah lapuk. Bahkan sudah diantisipasi pihak sekolah dengan memindahkan bangku-bangku yang ada di ruangan kedua kelas itu.
"Saat atap ruang kelas ambruk cuaca cerah dan tidak ada hujan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena saat libur," imbuhnya.
Kepala Sekolah SDN 2 Krebet, Imam Siswanto mengaku sejak dirinya bertugas di SDN 2 Krebet Agustus Tahun 2020 lalu, sudah merasa khawatir dengan kondisi gedung yang terlihat membahayakan dan akhirnya roboh itu.
"Karena kondisinya sudah rusak parah. Atap dan kayu sudah melengkung. Ternyata kecemasan itu terjadi atap dari kedua ruang kelas kosong ambruk," ungkapnya.
Selain itu, Imam menjelaskan jika kondisi kerusakan ruang kelas itu sudah pernah diusulkan ke Kabid Sarpras, Dinas Pendidikan Pemkab Ponorogo awal Tahun 2021 lalu. Namun jawabannya, untuk perbaikan ruang kelas yang rusak itu Tahun 2022 mendatang.
"Kami merencanakan pembelajaran tatap muka dengan dua sesi pagi dan sore. Mengingat jumlah siswanya tergolong banyak. Jumlah seluruh siswa di SDN 2 Krebet 179 siswa. Sedangkan untuk kelas 3 B jumlah 37 siswa dan kelas 4 A berjumlah 27 siswa. Bahkan ada 5 ruang kelas kondisinya aman meski plafon banyak yang jebol. Sedangkan untuk 7 ruang ruang belajar dan termasuk ruang guru dan ruang kepala sekolah harus segera diperbaiki agar tidak menjadi kendala bagi siswa yang ujian," pintahnya.
Sementara Kapolsek Jambon, Iptu Nanang Budianto menegaskan atap bangunan sekolah roboh berusia 40-50 tahun. Bahkan kondisi kayu atap lapuk dimakan usia.
"Pihak sekolah akan menggunakan gedung atau ruang yang aman dengan masuk pagi dan sore sebelum gedung diperbaiki," pungkasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi