Sejak Pandemi Covid-19, Seniman Ponorogo Banting Setir Beralih Profesi Jadi Perajin Kokedama

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KOKEDAMA - Perajin Kokedama, Gatot (35) saat menunjukan hasil karyanya yang harganya masih merakyat untuk menopang grup musik selama pandemi Covid-19, Minggu (24/01/2021).
KOKEDAMA - Perajin Kokedama, Gatot (35) saat menunjukan hasil karyanya yang harganya masih merakyat untuk menopang grup musik selama pandemi Covid-19, Minggu (24/01/2021).

i

Ponorogo (republikjatim.com) - Untuk pecinta tanaman hias bunga, karya warga Ponorogo ini patut untuk dimiliki. Itulah Kokedama (pot bunga terbuat dari serabut kelapa). Apalagi saat ini di Ponorogo mulai dari kota hingga ke polosok desa sedang ngetren (tenar) bunga talas-talasan mulai bunga Janda Bolong hingga Talas Cito. Hampir seluruh rumah memiliki bunga talas -talasan ini yang ditanam di pot di pekarangan.

Peluang banyak peminat bunga ini dibaca salah satu seniman (pemain musik) bernuansa islami di Kota Reog. Dialah Gatot warga JL Jenar, Kelurahan Surodikraman, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Pria 35 tahun ini membuka usaha kerajinan Kokedama di JL Raya Ponorogo - Solo, Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Ponorogo yang saat ini hasil kerajinannya banyak diminati para pecinta bunga. Hasil karya seniman ini dijual masih secara online di media sosial.

"Sampai saat ini masih saya jual melalui online. Kami memilih Kokedama karena unik, berdaya pikat dan nilai eksotiknya tinggi. Selain menggunakan bahan baku limbah kulit kelapa dan rotan (menjalin) sintetis untuk hiasan luar dari pot bunga," ujar Gatot, Minggu (24/01/2021).

Gatot membuat Kokedama di wilayah Sumoroto ini lantaran studio musik milik grupnya berada di wilayah itu. Apalagi, sejak pandemi Covid-19, kegiatan grup musiknya tidak ada order (tanggapan).

"Dulu main musik, tapi karena Corona musik dibatasi terus saya belajar membuat Kokedana melalui Youtube. Hingga akhirnya pekerjaan ini kami tekuni bersama teman-teman grup musik agar dapur tetap ngebul. Semua kami ajak membuat Kokedama ini," imbuh pemain Gamelan bertato ini.

Disinggung hasil karyanya, Gatot mengaku untuk satu pot serabut kelapa mengahabiskan waktu 1 sampai 2 jam. Dalam membuat satu Kokedama memakan waktu 1 jam bagi yang sudah terbiasa. Akan tetapi, bagi pemula satu pot bisa makan waktu dua jam. Sehari satu orang minimal bisa menyelesaikan 10 unit Kokedama.

"Untuk harga sangat merakyat dan terjangkau. Karena yang besar satu unit pot kami hargai Rp 25.000, ukuran sedang Rp 15.000 dan ukuran kecil Rp 10.000. Utu sudah dilengakapi dengan tatakannya sehingga kalau ditaruh di meja airnya tidak membasahi meja," tegasnya.

Rencana ke depan untuk memperbanyak produksi Kokedama juga bisa membuat lapangan kerja untuk teman-teman yang tidak bisa bermain musik. Dirinya sangat berharap ada pembinaan dari Pemkab Ponorogo karena profesinya terdampak pandemi Covid-19.

"Kami masih baru dan belum ada setahun menekuni pot bunga Kokedama ini. Semoga pemerintah bisa memberi pembinaan kepada kami korban pandemi Covid-19 ini," pungkasnya. Mal/Waw

Berita Terbaru

Teror Ulat Resahkan Siswa TK di Pucanganom Sidoarjo, DLHK dan Kelurahan Gerak Cepat Penyemprotan Hama

Teror Ulat Resahkan Siswa TK di Pucanganom Sidoarjo, DLHK dan Kelurahan Gerak Cepat Penyemprotan Hama

Selasa, 04 Agu 2026 22:15 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 22:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Lingkungan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Pucanganom, Jalan Raden Patah, Kecamatan Sidoarjo, sempat digegerkan kemunculan kawanan…

Jajaran Direksi dan Karyawan PT Sarana Karya Solusindo Mengucapkan HUT RI ke 81, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur

Jajaran Direksi dan Karyawan PT Sarana Karya Solusindo Mengucapkan HUT RI ke 81, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur

Selasa, 04 Agu 2026 21:41 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 21:41 WIB

Jajaran Direksi dan Karyawan PT Sarana Karya Solusindo Mengucapkan HUT RI ke 81, Indonesia Berdaulat Adil dan…

Dari Lahan Tidur dan Niat Tulus Prajurit TNI, Teh Kumis Kucing Wonokupang Balongbendo Curi Perhatian Wabup Sidoarjo

Dari Lahan Tidur dan Niat Tulus Prajurit TNI, Teh Kumis Kucing Wonokupang Balongbendo Curi Perhatian Wabup Sidoarjo

Selasa, 04 Agu 2026 21:21 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 21:21 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebuah inovasi UMKM berbasis herbal berhasil menyita perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Produk Teh Daun Kumis…

Divonis 10 Tahun Penjara, Mantan Plt Bupati Sidoarjo Hudiyono Beri Perlawanan Hukum Lewat Banding

Divonis 10 Tahun Penjara, Mantan Plt Bupati Sidoarjo Hudiyono Beri Perlawanan Hukum Lewat Banding

Selasa, 04 Agu 2026 19:55 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 19:55 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Babak akhir persidangan kasus dugaan korupsi dana hibah Dinas Pendidikan Jawa Timur menuai ketegangan. Mantan Plt Bupati…

Perkuat Literasi Perpajakan, Kanwil DJP Jatim II Gandeng Insan Media Sikapi Isu Terkini Lewat Media Gathering 2026

Perkuat Literasi Perpajakan, Kanwil DJP Jatim II Gandeng Insan Media Sikapi Isu Terkini Lewat Media Gathering 2026

Selasa, 04 Agu 2026 16:29 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 16:29 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur (Jatim) II menggelar kegiatan Media Gathering dan Media…

Adu Taktik di Atas Rumput Sintetis, PWI Sidoarjo Asah Kekompakan, Sapma PP Tatap Masa Depan Siapkan Regenerasi

Adu Taktik di Atas Rumput Sintetis, PWI Sidoarjo Asah Kekompakan, Sapma PP Tatap Masa Depan Siapkan Regenerasi

Selasa, 04 Agu 2026 09:38 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 09:38 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Si kulit bundar kembali menunjukkan sihirnya sebagai pemersatu. Di bawah hangatnya sorot lampu Lapangan Mini Soccer Ben's Arena,…