Sidoarjo (republikjatim.com) - Mungkin ini bisa menjadi pelajaran bagi keluarga yang membawa bocah kecil berusia 3 tahun mengajak nongkrong di warkop atau lainnya. Musibah sewaktu-waktu bisa terjadi, jika pihak keluarga teledor dan lalai menjaga gerak-gerik bocah karena masih membutuhkan perhatian dan pengawasan ketat pihak keluarga.
Hal ini seperti dialami Arya Gamma Tegar Pamungkas warga Desa Kraton, Kecamatan Krian, Sidoarjo. Bocah berusia 3 tahun ini hilang sejak Sabtu (12/12/2020) pada pukul 14:00 WIB saat diajak kakaknya Surya Djati Widjaja (14) bermain wifi di warkop milik Bu Yasmin Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo. Korban baru ditemukan Minggu (13/12/202) warga sekitar sungai setempat dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Diduga korban hilang karena terjatuh di sungai dekat warkop.
"Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," ujar saksi Hendriyanto Minggu (13/12/2020).
Saksi menceritakan awalnya, Sabtu (12/12/2020) sekitar pukul 13.00 WIB korban bersama kakaknya Surya Djati Widjaja menuju ke warkop milik Yasmin untuk bermain Wifi bersama adiknya. Ketika kakak korban sibuk bermain wifi dengan hand phone (HP) miliknya, korban bermain di sekitar warkop itu. Saksi mengakui melihat korban sedang asyik bermain di depan rumah tetangga yang berjarak sekitar 3 meter itu.
"Karena saya melihat korban bermain sendirian, saya antar korban ke kakaknya yang sedang wifi-an di warkop Yasmin. Setelah mengantar korban ke kakaknya saya pulang ke rumah," imbuhnya.
Kemudian, kata saksi yang akrab dipanggil Arie korban bermain lagi di depan warung. Selanjutnya pindah bermain ke depan rumah tetangga, tepatnya korban melewati gang kecil dekat warkop itu.
"Waktu kakaknya mencari korban kesana-kemari, belum juga ditemukan hingga dilaksanakan pencarian hingga malam hari itu," tegasnya.
Usai mendapat kabar bocah itu hilang belum ditemukan, warga sekitar ikut membantu pencarian korban. Menurut warga sekitar, diduga korban jatuh tenggelam di sungai dekat warkop. Akhirnya warga sekitar dan pihak keluarga mencari ke sepanjang sungai hingga malam hari itu.
"Pencarian korban hingga pukul 23.00 WIB belum ditemukan. Makanya untuk sementara dihentikan (istirahat) dulu," ungkap Susi salah satu adik suami korban.
Susi mengungkapkan begitu orang tua korban mengetahui anaknya tenggelam pihak keluarga hanya bisa ikhtiar dan berdoa mengharap segera bisa ditemukan. Pengakuan ibu korban, ia mengaku setelah sholat Shubuh dengan mata telanjang mendapat bisikan dan melihat anaknya.
"Ibu korban bercerita bertemu anaknya itu dan berkata mama-mama saya pulang dengan memakai kain baju putih. Seakan ceritanya ibu korban terbukti dan menjadi kenyataan. Minggu 13 Desember 2020 sekitar pukul 07.00 WIB, korban ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi kejadian atau di sekitar bawah pohon karena tersangkut batang pohon dalam posisi miring," jelasnya.
Sementara Kapolsek Balongbendo, Kompol Ari Priambodo menegaskan usai mendapatkan laporan, petugas Polsek Balongbendo mengevakuasi korban untuk dibawa ke rumah duka. Menurutnya, orang tua beserta keluarga besar korban tidak menghendaki untuk visum dalam dan luar. Selanjutnya keluarga meminta korban untuk segera dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.
"Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan keberatan visum. Peristiwa ini murni musibah. Karena ini murni musibah tidak ada unsur lainnya," tandasnya. Zak/Hel/Waw
Editor : Redaksi