Sidoarjo (republikjatim.com) - Belum genap sepekan penemuan mayat kakek tua di Kecamatan Balongbendo, kali ini penemuan mayat kembali terulang. Ini menyusul ditemukannya mayat kakek tua di dalam sumur kebun sengon milik warga Desa Katerungan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Sabtu (31/10/2020).
Korban adalah Sebo (72) warga Dusun Seketi Selatan, Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Korban ditemukan tewas dalam sumur dengan kondisi hanya kelihatan kakinya masih memakai sandal jepit hijau. Sedangkan kondisi sumur terbuka separuh dan tas kresek merah disampingnya yang diduga milik korban.
Sontak penemuan sesosok mayat kakek tua ini memicu warga setempat mendekat. Mereka mendengar kabar kematian korban dari mulut ke mulut. Warga sekitar langsung memadati lokasi penemuan jenazah korban untuk melihat dari dekat.
Kapolsek Krian AKP Mukhlason menceritakan sekitar pukul 12:30 WIB, pihaknya mendapat laporan ada penemuan mayat kakek tua di dalam sumur kebun sengon Desa Katerungan. Berdasarkan keterangan warga setempat, korban ditemukan warga sekitar yang hendak memburu biawak (nyambek) di sekitar kebun sengon itu.
"Saat di Tempat Kejadian Perkara (TKP), di dekat sumur saksi dikagetkan adanya mayat dalam sumur yang hanya kelihatan kakinya itu," ujarnya, Sabtu (31/10/2020).
Lebih jauh, Mukhlason menjelaslan setelah melihat mayat dalam sumur itu, saksi langsung memberitahu ke penjaga warung di sekitar lokasi. Setelah dilihat lebih dekat salah satu warga setempat melaporkan penemuan mayat ke Polsek Krian karena sudah memastikan yang di dalam sumur adalah jenazah orang.
"Saat ditemukan di dalam sumur kebun sengon itu tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban," ungkap Mantan Kapolsek Ngadiluwih, Kediri ini.
Sementara itu, kata Mukhlason berdasarkan pengakuan pihak keluarga, korban sejak Kamis (29/12/2020) kemarin meninggalkan rumah tanpa izin. Selain itu, cerita warga sekitar korban sering nongkrong atau tinggal di sekitar kebun sengon itu.
"Usai mendapat laporan, petugas Polsek Krian dan Tim Inafis Polresta Sidoarjo langsung mengevakuasi jenazah korban dengan menerapkan protokol kesehatan. Korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Gasum Porong untuk divisum untuk memastikan kematian korban," tandasnya. Zak/Hel/Waw
Editor : Redaksi