Kasus TKD Damarsi Jadi Rumah Kos Elite, 4 Perangkat Desa Diperiksa Tim Pidsus Kejari Sidoarjo Maraton 7 Jam

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
MENGHINDAR - Sekdes Damarsi, Kecamatan Buduran Muhammad Faroid menghindari kru media yang sudah menunggu hasil pemeriksaannya sejak pagi mencoba menghindar enggan memberi keterangan usai pemeriksaan di ruang Pidsus Kejari Sidoarjo, Senin (22/06/2026) sore
MENGHINDAR - Sekdes Damarsi, Kecamatan Buduran Muhammad Faroid menghindari kru media yang sudah menunggu hasil pemeriksaannya sejak pagi mencoba menghindar enggan memberi keterangan usai pemeriksaan di ruang Pidsus Kejari Sidoarjo, Senin (22/06/2026) sore

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Proses penyidikan kasus dugaan korupsi alih fungsi Tanah Kas Desa (TKD) Damarsi, Kecamatan Buduran, Sidoarjo menjadi kawasan rumah kos elite terus menggelinding. Kali ini, tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo melakukan pemeriksaan maraton terhadap empat perangkat desa aktif, Senin (22/06/2026).

​Keempat perangkat desa yang dipanggil sebagai saksi tersebut diantaranya
​Muhammad Faroid (Sekretaris Desa), ​Ali Maskhan (Kasi Pemerintahan), Luk'ayi (Kasi Kesra) dan ​Rizki Amalia / Lia (Kasi Perencanaan).

​Pemeriksaan para saksi ini dilaksanakan secara bertahap dan tertutup. ​Berdasarkan pantauan di lapangan, proses pemeriksaan berlangsung cukup menguras energi. Para perangkat desa ini mendatangi Kantor Kejari Sidoarjo secara bertahap. Dua perangkat gelombang pertama tiba sejak pukul 09.00 WIB, kemudian disusul dua perangkat lainnya pada sekitar pukul 12.00 WIB.

​Mereka baru keluar dari ruang penyidik Pidsus sekitar pukul 16.00 WIB. Tim penyidik Korps Adhyaksa itu, mencecar para saksi hingga selama 7 jam terkait carut marut pengelolaan TKD yang kini justru berdiri bangunan komersial yang diduga hasil kerjasama dengan pengembang perumahan itu.

​"Benar, khusus hari ini tim kami (Pidsus) Kejari Sidoarjo memeriksa empat perangkat aktif sebagai saksi dari kasus dugaan penjualan TKD Damarsi yang berubah menjadi rumah kos elite," ungkap Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo, Sigit Sambodo, saat dikonfirmasi.

​Aroma adanya tersangka baru dalam kasus ini kian menyengat. Pihak tim penyidik Pidsus Kejari Sidoarjo memastikan pemeriksaan tidak akan berhenti di level perangkat desa saja. Tim Pidsus Kejari Sidoarjo kini tengah membidik aktor-aktor utama di balik layar, termasuk sang kebijakan tertinggi di desa serta pihak swasta.

​"Tunggu hasil pemeriksaan selanjutnya saja. Karena masih banyak saksi lainnya yang harus diperiksa," tegas Sigit. 

Ia menambahkan agenda pemeriksaan ke depan akan menyasar Kepala Desa (Kades) Damarsi serta pihak pengembang (developer) yang nekat mendirikan bangunan di atas lahan milik negara itu.

"Untuk sementara keterangan itu saja hari ini," paparnya.

​Sebelum memasuki ruang pemeriksaan, Kasi Pemerintahan Desa Damarsi, Ali Maskhan sempat memberikan keterangan kepada awak media. Ia mengaku datang untuk kooperatif memenuhi panggilan penyidik, meski berdalih belum mengetahui detail pertanyaan yang akan diajukan.

​"Materinya apa saja belum tahu. Saya akan naik dulu baru tahu isinya apa saja. Yang jelas (pemeriksaan ini) soal TKD Damarsi," aku Ali singkat. 

Ia tidak menampik jika pusaran kasus ini memang terkait alih fungsi lahan desa yang kabarnya telah dijual dan dikavling kepada belasan pembeli (user) itu.

"Masih menunggu saja. Karena kami juga masih belum tahu materi pemeriksaannya," ucapnya.

​Pemandangan kontras justru terlihat usai pemeriksaan. Sekretaris Desa (Sekdes) Damarsi, Muhammad Faroid, tampak keluar dengan tergesa-gesa. Berusaha menghindari sorotan kamera, Faroid langsung mengenakan masker dan mencoba menutup wajahnya saat dicecar pertanyaan oleh jurnalis.

​"Untuk materi dan keterangan pemeriksaan silahkan tanya ke penyidik saja. Semua sudah kami sampaikan," cetus Faroid sambil bergegas meninggalkan area kantor Kejari Sidoarjo.

​Kasus ini mencuat setelah aset lahan basah berupa Tanah Kas Desa (TKD) Damarsi diduga kuat dialihkan secara ilegal oleh oknum tertentu kepada pihak pengembang. Alih-alih digunakan untuk fasilitas publik atau disewakan sesuai regulasi yang sah, lahan itu justru disulap menjadi kompleks rumah kos elite dan dipasarkan secara komersial kepada belasan user. Negara disinyalir mengalami kerugian miliaran rupiah akibat hilangnya aset desa itu. Hel/Waw

Berita Terbaru

Sapu Bersih Miras Ilegal di Sidoarjo, Berkedok Distributor Hingga Sembunyi di Toko Sembako, Pemilik Divonis Bersalah

Sapu Bersih Miras Ilegal di Sidoarjo, Berkedok Distributor Hingga Sembunyi di Toko Sembako, Pemilik Divonis Bersalah

Rabu, 05 Agu 2026 14:14 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 14:14 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) -  Genderang perang terhadap peredaran minuman keras (miras) ilegal di Kabupaten Sidoarjo terus ditabuh. Tiga pemilik usaha dan …

Teror Ulat Resahkan Siswa TK di Pucanganom Sidoarjo, DLHK dan Kelurahan Gerak Cepat Penyemprotan Hama

Teror Ulat Resahkan Siswa TK di Pucanganom Sidoarjo, DLHK dan Kelurahan Gerak Cepat Penyemprotan Hama

Selasa, 04 Agu 2026 22:15 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 22:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Lingkungan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Pucanganom, Jalan Raden Patah, Kecamatan Sidoarjo, sempat digegerkan kemunculan kawanan…

Jajaran Direksi dan Karyawan PT Sarana Karya Solusindo Mengucapkan HUT RI ke 81, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur

Jajaran Direksi dan Karyawan PT Sarana Karya Solusindo Mengucapkan HUT RI ke 81, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur

Selasa, 04 Agu 2026 21:41 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 21:41 WIB

Jajaran Direksi dan Karyawan PT Sarana Karya Solusindo Mengucapkan HUT RI ke 81, Indonesia Berdaulat Adil dan…

Dari Lahan Tidur dan Niat Tulus Prajurit TNI, Teh Kumis Kucing Wonokupang Balongbendo Curi Perhatian Wabup Sidoarjo

Dari Lahan Tidur dan Niat Tulus Prajurit TNI, Teh Kumis Kucing Wonokupang Balongbendo Curi Perhatian Wabup Sidoarjo

Selasa, 04 Agu 2026 21:21 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 21:21 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebuah inovasi UMKM berbasis herbal berhasil menyita perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Produk Teh Daun Kumis…

Divonis 10 Tahun Penjara, Mantan Plt Bupati Sidoarjo Hudiyono Beri Perlawanan Hukum Lewat Banding

Divonis 10 Tahun Penjara, Mantan Plt Bupati Sidoarjo Hudiyono Beri Perlawanan Hukum Lewat Banding

Selasa, 04 Agu 2026 19:55 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 19:55 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Babak akhir persidangan kasus dugaan korupsi dana hibah Dinas Pendidikan Jawa Timur menuai ketegangan. Mantan Plt Bupati…

Perkuat Literasi Perpajakan, Kanwil DJP Jatim II Gandeng Insan Media Sikapi Isu Terkini Lewat Media Gathering 2026

Perkuat Literasi Perpajakan, Kanwil DJP Jatim II Gandeng Insan Media Sikapi Isu Terkini Lewat Media Gathering 2026

Selasa, 04 Agu 2026 16:29 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 16:29 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur (Jatim) II menggelar kegiatan Media Gathering dan Media…