Ngawi (republikjatim.com) – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dasar, salah satunya dengan memperluas akses air bersih di berbagai wilayah. Program ini menjadi langkah nyata dalam memastikan setiap warga dapat menikmati air bersih yang layak dan aman untuk kebutuhan sehari-hari.
Pada tahun 2025, terdapat empat program pembangunan dan peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang tengah dijalankan. Keempatnya meliputi pembangunan SPAM di Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, peningkatan SPAM di Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati, serta perluasan SPAM di Desa Krompol dan Dusun Boan Timur, Desa Sumberbening, keduanya di Kecamatan Bringin.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Ngawi, Maftuh Affandi, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan dasar masyarakat di bidang air bersih.
“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat Ngawi, terutama di wilayah pedesaan, dapat menikmati air bersih dengan mudah. Program ini tidak hanya mempermudah akses air, tetapi juga berdampak besar terhadap peningkatan kesehatan masyarakat,” ujar Maftuh, Senin (27/10/2025).
Menurutnya, peningkatan infrastruktur air bersih juga diharapkan mampu menekan angka penyakit yang disebabkan oleh penggunaan air yang tidak layak konsumsi. Selain itu, ketersediaan air bersih menjadi faktor penting dalam mendukung kegiatan sosial dan ekonomi warga, terutama di sektor rumah tangga dan pertanian kecil.
“Akses terhadap air bersih adalah hak dasar setiap warga. Dengan adanya pembangunan dan perluasan SPAM ini, kami berharap kesejahteraan dan derajat kesehatan masyarakat dapat terus meningkat,” tambah Maftuh.
Dengan terlaksananya program tersebut, masyarakat kini tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air bersih. Pemerintah daerah optimistis, pembangunan SPAM secara bertahap akan memperluas cakupan layanan air bersih di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi dalam beberapa tahun mendatang.(And)
Editor : Redaksi