Hapuskan Peredaran Uang Cash, Lapas Delta Terapkan Alat Pembayaran Non Tunai

republikjatim.com
NON TUNAI - Kanwil Kemenkumham Jatim menghimbau jajarannya untuk menerapkan metode pembayaran non tunai (cashless) salah satu lapas diterapkan Lapas IIA Sidoarjo, Jumat (15/10/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kanwil Kemenkumham Jatim menghimbau jajarannya untuk menerapkan metode pembayaran non tunai (cashless). Salah satu lapas yang sudah diterapkan di Lapas IIA Sidoarjo.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono menjelaskan pihaknya mendorong jajarannya untuk menghapuskan peredaran uang tunai. Namun menggantinya dengan uang elektronik (e-money) sebagai alat tukar yang sah di dalam Lapas dan Rutan.

Baca juga: KSB DPC PKB Sidoarjo Terbentuk, Nakhoda Baru Diperkenalkan Abah Usman Siap Bekerja Total Jadi Bendahara

"Karena selama ini peredaran uang tunai jadi salah satu akar masalah," ujar Krismono kepada republikjatim.com, Sabtu (16/10/2021).

Masalah yang ditimbulkan dari adanya peredaran uang contohnya adanya hutang piutang hingga terjadinya pencurian dan pemalakan antar warga binaan. Selain itu, jika dibiarkan maka akan berpotensi menyebabkan adanya kubu-kubu yang bisa memantik kerusuhan.

"Dengan e-money, diharapkan akan memudahkan warga binaan dalam memenuhi kebutuhannya di koperasi lapas," tegasnya.

Baca juga: Jaga Akar Tradisi, Guntur dan Warih Andono Bersama Para Budayawan Kolaborasi Nguri-Uri Budaya Sidoarjo

Salah satu Lapas yang mulai menerapkan hal itu adalah Lapas Sidoarjo. Lapas yang terletak di jantung kota delta itu melakukan sosialisasi kepada warga binaan tentang metode pembayaran dengan e-money.

"Ini sebagai upaya alat pembayaran non tunai (cashless)," jelasnya.

Sementara Kalapas Kelas II A Sidoarjo Teguh Pamuji menegaskan secara teknis penggunaan kartu e-money. Mulai dari bagaimana cara top up (pengisian), membayar dan mengecek saldo.

Baca juga: Selangkah Isi Kursi Top Manajemen, 9 Calon Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo Siap-Siap Wawancara Akhir

"Selain itu, petugas maupun WBP dapat melihat riwayat transaksi yang telah dilakukan," ungkapnya.

Teguh menegaskan sosialisasi perlu dilakukan karena merupakan hal yang baru bagi warga binaan. Hal itu, akan menjadi budaya baru nantinya. Dia juga menekankan setelah penggunaan kartu e-money ini tidak akan ada lagi penggunaan uang tunai sebagai alat transaksi jual beli di dalam lapas.

"Harapan kami akan mewujudkan Lapas Sidoarjo benar-benar bersih dari peredaran uang," tandasnya. Kem/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru