Sidoarjo Terima Pengharaan Kabupaten Perintis Novel Ceris dari Kanwil Kemenag Jatim

republikjatim.com
PENGHARGAAN - Wabup Sidoarjo, Subandi menerima penghargaan Karya Novel Ceris dari Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jatim, Ahmad Zayadi saat Launching 10.000 penulis pemula karya novel Ceris (Cerita Islami) dan 78 karya Ceris siswa dan guru PAI SMA/SMK, Kami

Sidoarjo (republikjatim.com) - Penghargaan sebagai kabupaten perintis terwujudnya karya novel Cerita Islami (Ceris) diperoleh Pemkab Sidoarjo dari Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur. Penghargaan diterima Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi dari Kepala Kanwil Kemenah Provinsi Jatim, Ahmad Zayadi saat Launching 10.000 penulis pemula karya novel Ceris dan 78 karya Ceris siswa dan guru PAI SMA/SMK se Jawa Timur di Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Kamis (08/04/2021).

Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi menyampaikan ucapan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Kanwil Kemenag Provinsi Jatim kepada Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo akan terus mendorong budaya literasi yang digalakkan Kanwil Kemenag Provinsi Jatim. Menurutnya launching 10.000 penulis pemula karya novel Ceris akan menumbuhkan minat pelajar dalam dunia tulis-menulis.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

"Meski di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pelajar diharapkan terus berkarya. Mulai SD sampai SMA tetap berkarya soal tulis-menulis," ujarnya.

Subandi menjelaskan mengembangkan budaya literasi harus dipupuk sejak usia dini. Hal ini dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Ketersediaan bahan bacaan yang bermutu dan terjangkau akan mendorong kebiasaan membaca dan menulis.

"Melalui kegiatan semacam ini, kami yakin budaya literasi akan terus meningkat meski di tengah pandemi. Jangan sampai adanya pandemi ini, membuat kita tertinggal dalam literasi. Karya tulis anak-anak saya harapkan tetap eksis," pintahnya.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jatim, Ahmad Zayadi menegaskan program 10.000 penulis pemula karya novel Ceris berawal dari kondisi pelajar di masa pandemi Covid-19. Kegiatan pembelajaran yang tidak bisa dilakukan secara tatap muka, menghambat pembelajaran agama. Menurutnya mengajarkan pendidikan agama bukan hanya mengajarkan agama saja. Tetapi juga mendidik siswa berprilaku sesuai agama, membiasakan kebiasaan agama serta merawat tradisi keagamaan.

"Kalau pembelajaran dilakukan secara virtual, pesan-pesan ini tidak dapat disampaikan. Makanya, kami mengambil inisiasi untuk pembelajaran berbasis literasi. Literasi yang diperkaya dengan cerita-cerita, kisah-kisah yang luar biasa, literasi yang dimanfaatkan cerita-cerita Islami. Karena kontennya pendidikan agama Islam," tegasnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Bagi Zayadi pembelajaran berbasis literasi mendapat respon yang luar biasa dari guru maupun pelajar. Perubahan budaya yang semula budaya mendengar, naik menjadi budaya menulis. Dalam beberapa bulan ini sudah terbit 78 karya tulis Ceris. Bukan hanya karya dari guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Tetapi juga karya dari siswa-siswi sekolah.

"Ini sesuatu yang sangat luar biasa. Ini semua karya siswa, karya anak-anak kita," tandasnya. Zak/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru