Sidoarjo (republikjatim.com) - Komplotan begal kembali beraksi di siang bolong. Kali ini kejadiannya di JL Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Saat menjalankan aksinya, komplotan begal ini begal menyaru menjadi sales minyak goreng (migor) dengan harga murah. Akibatnya, Kurrotul Aini (40) pegawai toko kelontong di Desa Banjarpanji, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo menjadi korban kejahatan jalanan di siang bolong itu.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, awalnya seorang laki-laki yang tak dikenal datang ke toko kelontong milik NA yang berada di Desa Banjarpanji, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Saat itu, lelaki tidak dikenal itu menawarkan paket minyak goreng dengan murah.
"Diduga, setelah lelaki itu ngobrol beberapa saat dengan pemilik toko yakni NA, akhirnya pemilik toko tertarik dengan tawaran sales minyak goreng dengan harga murah itu. Diduga, pemilik toko sepakat dengan harga yang ditawarkan lelaki yang menyaru sales minyak goreng itu," ujar Nur (50) warga setempat, Senin (20/03/2023).
Karena sudah sepakat harga, kemudian lelaki tidak dikenal itu menjelaskan jika stok minyak goreng saat ini berada di agen HS, yang berada di Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
"Lelaki sales ini menjelaskan kalau ingin membeli minyak goreng, harus langsung ke agen yang berada di Desa Penatarsewu itu," imbuhnya.
Hal ini mendorong pemilik toko NA menyuruh pegawainya, Ny Kurrotul Aini (40) untuk membeli paket minyak goreng murah itu. Korban langsung diberi uang tunai senilai Rp 1,5 juta oleh NA untuk membeli minyak goreng di Desa Banjarpanji itu.
"Sayangnya, tidak berselang lama Kurrotul Aini berangkat ke Desa Banjarpanji diikuti lelaki sales minyak goreng itu. Setelah korban berangkat, pemilik toko dikabari warga Desa Penatarsewu, kalau korban mengalami perampasan dan langsung dibawa ke Puskesmas Tanggulangin. Sekarang korban dirujuk dan dirawat di RSUD Sidoarjo, karena beberapa saat setelah aksi pembegalan itu korban tak sadarkan diri dan langsung dirujuk ke RSUD Sidoarjo," tegasnya.
Sementara itu salah seorang warga Mbok Yem warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berada di Jalan Desa Penatarsewu RT 01 RW 01, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo ini mengaku warga sekitar tidak ada yang tahu persis bagaimana kejadian perampasan dan pembegalan itu. Saat itu, warga hanya mendengar bunyi keras seperti sepeda motor terjatuh.
"Setelah saya keluar rumah, korban sudah jatuh tertelungkup. Seketika itu, warga keluar menolong korban. Saya hanya melihat dua orang lelaki menggunakan sepeda motor menancapkan gas kencang ke arah timur," ungkapnya.
Saat ditolong dan dievakuasi warga, kata Mbok Yem korban belum bisa ditanyai sama sekali soal kejadian yang menimpa dirinya itu. Diduga kemungkinan korban masih dalam kondisi shock berat.
"Tetapi setelah itu, korban hanya mengaku kalau uangnya habis dirampas dua orang lelaki yang kabur itu," jelasnya.
Setelah kejadian itu, warga langsung membawa korban ke Puskesmas Tanggulangin. Namun korban langsung dirujuk ke RSUD Sidoarjo. Salah seorang warga juga memberitahu pemilik toko terkait kondisi pekerjanya yang menjadi korban perampasan itu. Usai mendapatkan laporan, pemilik toko dan keluarga korban akhirnya melaporkan insiden itu ke Polresta Sidoarjo.
Kepala IGD RSUD Sidoarjo, Ivan Setiyawan menerangkan jika kondisi korban saat dibawa ke RSUD mengalami bengkak pada mata kiri serta luka lecet di tangan dan kakinya.
"Saat ini kondisi pasien sudah sadar dan kondisinya sudah mulai stabil. Tinggal pemulihan saja," tandasnya.
Sementara terkait kasus dugaan perampasan itu, Kasi Humas Polresta Sidoarjo, Iptu Tri Novi Handono menegaskan jika keluarga korban sudah melaporkan kejadian itu ke Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo. Saat itu petugas juga petugas sudah menerima laporan dari keluarga korban.
"Laporan sudah diterima, saat ini petugas masih melakukan penyelidikan," pungkasnya. Zak/Waw
Editor : Redaksi