Sidoarjo (republikjatim.com) - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo tengah memacu akselerasi layanan air bersih bagi masyarakat Sidoarjo. Targetnya, cakupan layanan bisa menyamai PDAM Surabaya yang mencapai 100 persen.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Dwi Hary Soeryadi mengatakan pihaknya telah menyusun peta jalan (roadmap) strategis untuk mencapai target cakupan layanan hingga 100 persen itu. Target ini, merujuk pada keberhasilan PDAM Surabaya yang saat ini cakupan layanannya menyentuh angka 99,9 persen. Dwi mengakui saat ini disparitas (kesenjangan) layanan antara Sidoarjo dan Surabaya masih jauh berbeda.
"(PDAM) Surabaya sudah hampir 100 persen cakupan layanannya. Sementara kita (Perumda Delta Tirta) masih di angka 30 persen. Inilah yang harus kita kejar. Apalagi, Sidoarjo adalah satelit Kota Surabaya, banyak warga yang tinggal di Sidoarjo tetapi bekerja di Surabaya. Harusnya kualitas layanannya tidak jauh berbeda," ujar Dwi Hary Soeryadi kepada republikjatim.com, Sabtu (31/01/2026) di sela acara Media Gathering.
Bagi Dwi target cakupan layanan itu, sinergi dengan Visi Indonesia Emas Tahun 2045 mendatang. Langkah percepatan ini juga menjadi upaya mendukung visi Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah pusat menargetkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia wajib mencapai 100 persen cakupan layanan air bersih pada Tahun 2045 mendatang.
"Program pemasangan baru dan hibah selama ini, untuk mencapai target itu. Bahkan, Perumda Delta Tirta Sidoarjo telah menyiapkan berbagai program pemasangan sambungan baru bagi masyarakat Sidoarjo," ungkap Dwi yang bergelar Insinyur Ahli Nuklir ini.
Beberapa program pemasangan baru itu, lanjut Dwi diantaranya Program Reguler dan Non-Reguler. Yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Keuangan (gratis untuk masyarakat tertentu). Kemudian ada
Program MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dengan biaya yang lebih terjangkau.
"Termasuk program hibah APBD. Tahun 2026 ini, Bupati Sidoarjo menggelontorkan dana sebesar Rp16,5 miliar untuk pengembangan perpipaan dan sambungan layanan baru," tegas Dwi didampingi manajer dan staf Humas Perumda Delta Tirta Sidoarjo itu.
Dwi menjelaskan dana APBD itu diserahkan dalam bentuk fisik melalui Dinas Perumahan, Permukiman dan Cipta Karya (P2CKTR) Pemkab Sidoarjo.
"Pengerjaannya dilakukan pihak Dinas P2CKTR. Pekerjaannya, mencakup perpipaan dan sambungan layanan untuk sekitar 1.500 pelanggan secara gratis," ungkapnya.
Beberapa wilayah prioritas untuk program ini, kata Dwi meliputi kawasan Kecamatan Porong, Gedangan, Taman dan Kecamatan Waru. Pekerjaan itu, sesuai rencananya akan dilelang pada Juli atau Agustus Tahun 2026 mendatang.
"Karena itu, memasuki Tahun 2026, Perumda Delta Tirta Sidoarjo menetapkan target operasional yang cukup signifikan," jelasnya.
Dwi merinci diantaranya ada program penambahan sambungan. Target cakupan layanan baru sebesar 28.600 SR (Sambungan Rumah). Kemudian juga ada peningkatan laba.
"Kami menargetkan pertumbuhan laba perusahaan hingga mencapai angka Rp 48 miliar. Kalau di Tahun 2020 lalu hanya diangka Rp 12 - 15 miliar, kemarin target laba kita sudah mencapai Rp 46 miliar di Tahun 2025," jelasnya.
Sementara Dwi Hary Soeryadi menyampaikan harapannya agar Sidoarjo tetap menjadi kota yang kuat dan terus berkembang meskipun tengah menghadapi berbagai tantangan.
"Saya berharap Sidoarjo terus berbenah dan semakin baik ke depannya," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi