Sidoarjo (republikjatim.com) - Plesir ke Bali yang diikuti para Kepala Desa (Kades), perangkat, anggota PKK se Kecamatan Balongbendo dan pegawai Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo memantik sejumlah reaksi tokoh masyarakat di Sidoarjo. Sebagian menilai rencana Studi Tiru ke Pulau Dewata Bali itu, sudah direncanakan jauh-jauh hari dan sebagian menilai lebih baik digunakan untuk pengembangan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan di tingkat pedesaan.
"Kami menduga acara Studi Tiru ke Bali itu sudah direncanakan di Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan sudah dianggarkan di APBDes. Kalau gara-gara ikut acara Kecamatan mendadak tidak mungkin. Pasti sudah direncanakan sebelumnya. Apalagi ada Surat Edaran (SE) dari kecamatan," ujar salah seorang tokoh masyarakat (Tomas) Balongbendo kepada republikjatim.com, Jumat (10/02/2023) sore.
Sedangkan anggota Fraksi Gerindra DPR RI, Rahmat Muhajirin menyarankan agar dana bagi hasil yang digunakan untuk plesir ke Bali itu dimanfaatkan untuk pengembangan dan pertumbuhan perekonomian masyarakat pedesaan. Apalagi, saat ini masih di tengah situasi ekonomi yang masih serba sulit. Salah satu contohnya harga beras melambung tinggi.
"Seharusnya anggaran yang digunakan kunjungan (studi tiru ke Bali) itu digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Bahkan bisa menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi di pedesaan," pintah politisi Gerindra Dapil Jatim I, Rahmat Muhajirin.
Sementara Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Subandi menilai kegiatan para Kades, perangkat desa, PKK dan staf Kecamatan Balongbendo itu seharusnya mendapat izin Bupati Sidoarjo. Alasannya, karena mereka kunjungan keluar kota.
"Karena kegiatannya ke luar kota, maka harus ada tembusan surat izin ke Bupati Sidoarjo. Karena acara itu kegiatannya diluar kota," tegas Subandi yang juga Ketua DPC PKB Sidoarjo ini.
Diberitakan sebelumnya, para Kades, perangkat dan PKK se Kecamatan Balongbendo serta pegawai Kecamatan Balongbendo menggelar studi tiru ke Bali dengan tujuan Desa Adat Panglipuran, Kecamatan/Kabupaten Bangli dan Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Acara digelar selama 3 hari mulai tanggal 10 sampai 12 Pebruari Tahun 2023. Zak/Waw
Editor : Redaksi