Sidoarjo (republikjatim.com) - Komitmen Pemkab Sidoarjo menciptakan 100.000 lapangan kerja baru tidak diragukan. Program 100.000 lapangan baru yang menjadi salah satu 17 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali dan Subandi ini terus berjalan. Berbagai pelatihan kerja kepada masyarakat Sidoarjo terus dilakukan. Salah satunya pelatihan Spa dan Refleksiologi.
Pelatihan perawatan tubuh dan pemijatan itu diberikan di seluruh kecamatan yang ada di Sidoarjo. Diantaranya Kecamatan Wonoayu dan Prambon yang sudah selesai.
Pelatihan Spa dan Refleksiologi di dua kecamatan itu ditutup bersamaan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) di Kantor Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Rabu (07/09/2022). Terdapat 40 orang warga dari Kecamatan Wonoayu dan Prambon yang mengikuti program pelatihan kerja yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Sidoarjo itu.
Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Gus Muhdlor ini berharap pelatihan dapat bermanfaat bagi para ibu-ibu untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Menurutnya, pelatihan itu salah satu wujud komitmen Pemkab Sidoarjo menciptakan 100.000 lapangan kerja baru. Program 100.000 lapangan baru menjadi salah satu dari 17 program prioritas dirinya bersama Wakil Bupati Subandi.
"Melalui pelatihan kerja seperti ini diharapkan soft skill warga Sidoarjo semakin meningkat untuk merambah dunia kerja. Karena pelatihan ini bentuk komitmen Pemkab Sidoarjo untuk memastikan 100.000 lapangan kerja di Sidoarjo bisa tercapai. Harapannya, jangan sampai para ibu-ibu ini mengikuti pelatihan ini karena uang sakunya saja. Tetapi pulang dari pelatihan bisa langsung dipraktekkan agar semua yang didapat saat pelatihan bisa bermanfaat bagi masyarakat," ujar Gus Muhdlor.
Selain itu, Gus Muhdlor juga berpesan agar warga Sidoarjo dapat bersiap menghadapi dinamika kerja ke depannya. Kapasitas diri harus meningkat untuk dapat bernilai di dunia kerja. Selain itu, warga Sidoarjo diminta untuk merubah mindset untuk tidak hanya menjadi pekerja.
"Tapi bagaimana dapat menciptakan lapangan kerja yang baru. Di era sekarang ini, cara terbaik untuk dapat survive adalah meningkatkan kapasitas sendiri. Agar kita dianggap bernilai dan dianggap punya nilai yang berbeda dengan yang lain. Yang kedua mari kita ubah mindset mulai daftar ke Go Massage mungkin juga bisa membuat grup refleksiologi," tegas alumni Fisip Unair Surabaya ini.
Sementara Gus Muhdlor menilai pentingnya output peserta setelah mengikuti pelatihan ini. Mereka diminta untuk mempraktekkan langsung hasil dari ikut pelatihan. Pihaknya berharap para peserta pelatihan kerja nanti dapat meningkatkan kapasitasnya sebagai seorang Spa Refleksiologi.
"Pelatihan seperti ini akan mubadhzir kalau setelah mengikuti pelatihan sampai akhir, semua peserta tidak mau praktek di rumah. Yang penting harus dipraktekkan, agar ilmu yang didapat tidak sampai lupa. Sambil dipraktekkan nanti juga akan lebih bagus lagi kalau bisa upgrade kapasitasnya," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi