Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebanyak 16 anggota Pramuka Penggalang terpilih Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sidoarjo diberangkatkan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali untuk mengikuti Jambore Nasional Gerakan Pramuka ke XI di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (10/08/2022).
Bupati Sidoarjo yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Sidoarjo ini melepas keberangkatan didampingi Ketua Harian Kwartir Cabang Sidoarjo Kak Dr Mustain Baladan, Wakil Ketua Kwartir Cabang Bidang Pembinaan Anggota Dewasa Kak Dr Abdul Munif, Sekretaris Kwartir Cabang Kak Kusdianto dan 2 orang pembina pendamping kontingen.
"Kami mengucapkan selamat atas terpilihnya 16 orang Pramuka Penggalang terbaik Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sidoarjo. Mereka patut berbangga dapat terpilih. Karena lebih dari 75.000 orang Pramuka Penggalang yang ada, mereka dipilih untuk mengikuti Jambore Nasional tahun ini," ujar Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini kepada republikjatim.com, Rabu (10/08/2022).
Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini merasa bangga dapat mengirim kontingen Sidoarjo ke Jambore Nasional XI Cibubur, Jakarta. Pihaknya berharap seluruh peserta dan pembina serta pendamping dapat menjaga nama baik keluarga, sekolah maupun Kabupaten Sidoarjo. Putra KH Agoes Ali Masyhuri ini berpesan selama mengemban tugas di Jambore agar mampu menunjukkan attitude dan dapat menjadi contoh yang baik bagi kabupaten/kota lainnya.
"Selamat 16 orang perwakilan Kabupaten Sidoarjo yang akan berangkat ke Cibubur. Semoga semuanya bisa membawa kebanggaan Kabupaten Sidoarjo," imbuh Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini.
Selain itu, Kak Muhdlor memberi motivasi. Baginya, tidak ada ceritanya sebuah keberhasilan tanpa adanya kedisiplinan. Demikian juga kedisiplinan bagi seorang anggota Pramuka. Menurutnya kedisiplinan ditanamkan kepada setiap anggota Pramuka.
"Pada prinsipnya setiap manusia terlahir sebagai orang yang luar biasa. Karena itu, setiap peserta diharapkan menampilkan kedisiplinan dan karya-karya terbaik yang dimiliki oleh Pramuka-Pramuka Penggalang Kabupaten Sidoarjo selama berada di Cibubur, Jakarta," pintahnya.
Bagi Gus Muhdlor pengabdian itu sangatlah panjang. Berbicara tentang Pramuka, bukan lagi masalah hak dan kewajiban, jabatan atau hal lain yang bernilai materi. Namun lebih dari pada itu adalah tentang pengabdian.
"Harapannya ke depan, ke 16 orang ini dapat menjadi penerus bagi kemajuan Pramuka yang ada di Sidoarjo," tegasnya.
Nilai-nilai positif yang didapat di Cibubur setelah sampai di Sidoarjo harus disampaikan, diimplementasikan dan dikloning untuk dibagikan kepada Pramuka Sidoarjo. Di indonesia yang sulit adalah mencari orang yang mau mengabdi bagi bangsa dan negara.
"Kalau toh ada hanyalah sedikit orang saja. Ujung tombak kemajuan bangsa dan negara saat ini ada pada anak muda. Kalau anak muda mau dan mampu mengabdikan dirinya bagi kemajuan bangsa dan negara di tengah tantangan teknologi yang semakin besar serta ditambah dengan kemampuan etika kepribadian yang bagus, maka kejayaan suatu bangsa akan dapat diwujudkan," paparnya.
Ia juga mengingatkan, 1.000 tahun yang lalu Raja Airlangga telah mampu membangun 23 sungai yang dihubungkan dengan Sungai Brantas untuk irigasi pertanian. Hal seperti ini diharapkan menjadi contoh bagi semua. Jangan bertanya apa yang diberikan negara kepada kita. Namun sebesar apa yang sudah kita lakukan untuk kemajuan bangsa dan negara ini.
"Karena itu, 16 orang yang akan berangkat ke Cibubur pemuda-pemuda terbaik yang dimiliki Kabupaten Sidoarjo. Maka harus dapat membuktikan peran sertanya bagi kemajuan masyarakat serta menjadi pribadi yang humble, sopan santun yang baik dan kepemimpinan yang tinggi," urainya.
Sementara Ketua Harian Kwartir Cabang Sidoarjo Kak Mustain menegaskan peserta yang terpilih kali ini telah melalui proses seleksi yang sangat ketat. Peminatnya, banyak sekali mengingat kegiatan itu sangat bergensi. Menurutnya Jambore nasional merupakan pesta Pramuka Penggalang 5 tahunan. Kak Mustain menilai sebelum diberangkatkan ke Cibubur, seluruh peserta juga menjalani proses pemantapan sebagai bentuk persiapan.
"Pramuka penggalang terpilih ini juga dibekali berbagai kemampuan teknik kepramukaan yang selama ini telah dilakukan di gugus depan dengan bukti berbagai Tanda Kecakapan Umum dan Khusus yang mereka pakai sebagai atribut pada baju yang dipakai," tandasnya.
Dalam kesempatan itu disematkan jaket kontingen kepada perwakilan peserta putra M Imam Syafi'i dan peserta putri Assyifa Naura Salsabila Asmara serta bendera kontingen kepada Kak M Arif Suma Irmawan dan Kak Suci Nur Amaliyah. Hel/Waw
Editor : Redaksi