Kunjungan ke DIY, Ning Sasha Siap Kembalikan Kejayaan Batik Khas Sidoarjo

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KUNJUNGAN - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sidoarjo, Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor memimpin Kunjungan Kerja (Kunker) ke kantor Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (10/06/2022).
KUNJUNGAN - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sidoarjo, Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor memimpin Kunjungan Kerja (Kunker) ke kantor Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (10/06/2022).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sidoarjo melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke kantor Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (10/06/22). Kunker ini dipimpin Ketua Dekranasda Kabuapten Sidoarjo, Ny Sa’adah Muhdlor Ali.

Selain mengikuti gelaran Pameran Nasional Kriya Indonesia selama empat hari yakni mulai tanggal 9-12 Juni 2022, istri Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Ning Sasha ini juga ingin bertukar pikiran dengan pengurus Dekranasda DIY.

"Tujuan kedatangan kami ke DIY ini untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Karena cita-cita Dekranasda Sidoarjo, salah satunya mengembalikan kejayaan batik khas kota udang," ujar Ning Sasha kepada republikjatim.com, Jumat (10/06/2022).

Ning Sasha memaparkan Kabupaten Sidoarjo memiliki salah satu wisata bernama Kampoeng Batik Jetis. Hal ini, karena sebagai besar warga Kelurahan Jetis, Kecamatan Sidoarjo berprofesi sebagai pembatik. Kampung batik yang sudah eksis sejak Tahun 1675 itu, saat ini kondisinya mulai luntur. Bahkan, tak sedikit para pembatik sudah beralih menekuni bidang lain atau terpaksa tutup. Salah satunya karena pandemi Covid-19 kemarin.

"Bagi saya yang utama permasalahan itu adalah tidak adanya regenerasi. Batik tulis ini, sangat terkenal sebelum tahun 2015 dan menjadi tempat wisata. Tapi, selama pandemi ini dirasakan dampaknya, akhirnya beberapa tutup. Ada yang beralih ke batik printing. Padahal kerajinan batik itu yang diakui adalah batik tulis dan cap. Kunjungan kami ini ingin saling tukar pikiran soal kiat-kiat khususnya untuk anak muda agar bisa tertarik dan menjadi regenerasi batik," imbuh istri Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali ini saat di Kantor Dekranasda DIY.

Karena itu, Dekranasda Sidoarjo dibawah kepemimpinan Ning Sasha, memiliki tekad mengembalikan masa kejayaan Batik Khas Sidoarjo itu. Pihaknya berkeinginan membangkitkan kembali industri batik lokal. Tidak hanya Kampoeng Batik Jetis, di Sidoarjo juga ada desa penghasil batik di Kedungcangkirng, Kecamatan Jabon.

"Dulu terkenal batik tulisnya. Tapi sekarang hanya ada beberapa perajin. Kami ingin menata dan menggalakan kembali batik tulis agar para pembatik Sidoarjo bisa survive. Karena batik tulis faktanya masih diminati. Tidak hanya turis mancanegara tetapi juga warga lokal atau turis domestik," tegas alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.

Karena itu, dalam kunjungan ini diharapkan mampu menghasilkan ilmu baru untuk kemajuan kerajinan Batik Khas Sidoarjo itu. Apalagi dalam kunjungan ini mereka belajar strategi dan metode mengembangkan bisnis kerajinan batik. Karena kerajinan di DIY sangat menarik untuk didalami. Selain berkualitasnya harganya juga masih terjangkau.

"Selama ini UMKM dan IKM Sidoarjo memiliki hubungan kerjasama yang sangat baik dengan pelaku usaha di Yogyakarta. Bahkan sudah bersinergi dengan IKM di Yogya. Misalnya sandal tulisan I love Yogyakarta itu, sandalnya merupakan hasil buatan perajin IKM Sidoarjo. Itu dimodifikasi perajin di Yogya. Selain itu, kabar baiknya UMKM Sidoarjo khususnya produk ecoprint ini semakin berkembang. Kami belajar mengkombinasikan antara batik dan ecoprint yang juga belajarnya di Yogya," ungkap alumni Unair Surabaya ini.

Sementara Wakil Ketua Dekranasda DIY, Gusti Bendoro Raden Ayu Adipati Pakualam menyambut baik kedatangan pengurus Dekranasda Sidoarjo. Pihaknya mendukung harapan Dekranasda Sidoarjo untuk mengembalikan kejayaan batik Sidoarjo. Lewat diskusi dan berbagi cara agar batik tetap lestari itu, pihaknya mengingat DIY juga dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia sejak Tahun 2014. Itu ditetapkan Dewan Kerajinan Batik Dunia atau World Craft Council (WCC).

"Yogya ini memang kekuatan utamanya berkaitan dengan batik. Kita pun ada suatu pameran batik yang rutin digelar setiap dua tahun sekali. Dari batik kain, kini juga yang terkenal ada batik kayu dan topeng batik. Itu salah satu yang dikembangkan. Sebagai Kota Batik Dunia, Yogyakarta memiliki Balai Batik yang satu-satunya ada di Indonesia," urainya.

Bagi Gusti Bendoro Raden Ayu Adipati Pakualam mengakui semua yang datang ke DIY banyak yang belajar membatik. Bahkan seringkali mendapat kunjungan dari Dekranasda daerah lain. Karena faktanya banyak juga daerah yang tidak memiliki budaya membatik. Tetapi ada batik khas daerah setempat. Maka dari itu, SDM harus disiapkan.

"Cara paling ampuh agar batik ini tidak luntur dengan gencarnya sosialisasi untuk semua usia. Baik anak-anak maupun dewasa. Sosialisasi, harus semakin digencarkan dari anak-anak sampai orang tua. Sosialisasi soal batik itu bukan untuk ibu-ibu. Mungkin sosialisasi ini juga bisa lewat lomba. Sederhananya, bisa melalui lomba menggambar motif batik khas daerah Sidoarjo. Termasuk harus punya inovasi. Misalnya tadi sudah bagus kombinasi antara batik dan ecoprint yang memang kini banyak diminati anak muda. Itu harus dikembangkan," tandasnya. Hel/Waw

Berita Terbaru

Bangun Desa Sekaligus Beri Inspirasi di Wilayah Pelosok Jejak Pengabdian Mahasiswa KKNT UNESA 2026 di Ampeldento Malang

Bangun Desa Sekaligus Beri Inspirasi di Wilayah Pelosok Jejak Pengabdian Mahasiswa KKNT UNESA 2026 di Ampeldento Malang

Senin, 28 Sep 2026 21:49 WIB

Senin, 28 Sep 2026 21:49 WIB

Malang (republikjatim.com) - Semangat pengabdian dan kolaborasi mewarnai perjalanan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Negeri Surabaya…

Inovasi Edukasi di Lereng Gunung, GAZERA Hadir di Belik Trawas, Wujudkan Laboratorium Alam Edutechnopreneurship

Inovasi Edukasi di Lereng Gunung, GAZERA Hadir di Belik Trawas, Wujudkan Laboratorium Alam Edutechnopreneurship

Senin, 28 Sep 2026 16:03 WIB

Senin, 28 Sep 2026 16:03 WIB

Mojokerto (republikjatim.com) - Upaya memperkuat akses pendidikan, literasi digital dan pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan terus digulirkan. Melalui…

Hasil Muswil VI KAHMI Jatim di Trawas Mojokerto, Ini ​7 Komposisi Presidium Baru MW KAHMI Jatim Hasil Dinamika 2026

Hasil Muswil VI KAHMI Jatim di Trawas Mojokerto, Ini ​7 Komposisi Presidium Baru MW KAHMI Jatim Hasil Dinamika 2026

Minggu, 27 Sep 2026 04:32 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 04:32 WIB

Mojokerto (republikjatim.com) -  Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur (Jatim) yang …

Tak Boleh Banyak Administrasi, Bupati Subandi Minta Kades dan BPD "Gercep" Berinovasi Bangun Desa

Tak Boleh Banyak Administrasi, Bupati Subandi Minta Kades dan BPD "Gercep" Berinovasi Bangun Desa

Sabtu, 26 Sep 2026 14:22 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:22 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi memastikan pentingnya harmonisasi dan koordinasi cepat antara Kepala Desa (Kades) dan Badan…

Dorong Inovasi dan Digitalisasi SIM, PKK Sidoarjo Perkuat Peran Hingga Tingkat Kecamatan

Dorong Inovasi dan Digitalisasi SIM, PKK Sidoarjo Perkuat Peran Hingga Tingkat Kecamatan

Sabtu, 26 Sep 2026 12:12 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 12:12 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sidoarjo memastikan komitmennya untuk tidak sekadar…

Kabar Baik Bagi Warga Sedati, Sidak Wabup Mimik Idayana Pastikan Progres RSUD Sedati Lampaui Target

Kabar Baik Bagi Warga Sedati, Sidak Wabup Mimik Idayana Pastikan Progres RSUD Sedati Lampaui Target

Sabtu, 26 Sep 2026 08:22 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:22 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Harapan masyarakat Kecamatan Sedati dan sekitarnya untuk menikmati fasilitas kesehatan yang memadai makin dekat menjadi…