Sidoarjo (republikjatim.com) - Lomba Desa dan Lomba 10 Program Pokok PKK Kabupaten Sidoarjo kembali digelar Pemkab Sidoarjo. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pemkab Sidoarjo sebagai leading sektor kegiatan menggandeng TP-PKK Kabupaten Sidoarjo.
Dalam tahap penilaian, terpilih 6 desa yang layak mengikuti lomba ini. Diantaranya Desa Kedondong (Kecamatan Tulangan), Desa Kemiri (Kecamatan Sidoarjo), Desa Keboananom (Kecamatan Gedangan), Desa Bakungtemenggungan (Kecamatan Balongbendo), Desa Kedensari (Kecamatan Tanggulangin) dan Desa Gilang (Kecamatan Taman). Pemenang pertama lomba kali ini nanti akan diikutkan dalam lomba serupa di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Saat ini, tahapan penilaian lapangan. Tim juri dari berbagai instansi dan lembaga pendidikan tinggi turun langsung ke 6 desa itu. Penilaian dilakukan secara bergilir. Penilaian lapangan di hari pertama, Selasa (22/03/2022) di Desa Kedondong dan Desa Bakungtemenggungan. Hari kedua, Rabu (23/03/2022) di Desa Keboananom dan Desa Gilang. Sedangkan penilaian lapangan dihari terakhir, Kamis (24/03) di Desa Kedensari dan Desa Kemiri.
Hari pertama penilaian lapangan dipimpin Sekretaris TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Choirul Ummah. Penilaian pertama di Desa Kedondong dan dilanjutkan di Desa Bakungtemenggungan. Dalam penilaian lomba desa ini, terdapat beberapa aspek yang menjadi penilaian tim juri.
Diantaranya aspek pemerintahan yang salah satunya menonjolkan sejumlah program inovatif desa yang menjadi unggulan. Selain itu terdapat aspek kewilayahan dan aspek kemasyarakatan. Sedangkan aspek penilaian lomba 10 Program Pokok PKK mengacu pada pengelolaan organisasi seperti tertibnya penyusunan administrasi organisasi PKK desa dan seberapa bagus pelaksanaan Program Pokok PKK di desa itu.
Ketua Tim Juri, Choirul Ummah mengatakan penilaian lapangan dilakukan untuk mensingkronkan hasil pemaparan 6 desa terpilih yang dilakukan kemarin. Bahasa lainnya tim juri ingin langsung mengkroscek ke setiap desa yang terpilih dalam lomba ini. Menurutnya dibutuhkan berbagai trobosan kreatif sekaligus inovatif untuk menjadi yang terbaik dalam lomba seperti ini.
"Berbagai kreatifitas dan inovasi dibutuhkan dalam lomba kali ini," katanya.
Choirul Ummah menambahkan lomba kali ini juga sebagai upaya untuk melakukan perubahan pembangunan ke arah yang lebih baik lagi. Oleh karenanya, peserta lomba diminta tidak memikirkan kemenangan ataupun kekalahan terlebih dahulu. Namun semangat untuk berkontribusi dalam pembangunan harus terus dilakukan.
"Salah satunya dengan mengikuti lomba seperti ini. Kita mengikuti lomba kali ini sebagai upaya pembenahan segala sesuatunya," tegasnya.
Sementara dalam kesempatan ini, rombongan tim juri juga menyempatkan diri melihat para pelaku UMKM di desa itu.
"Misalnya, seperti usaha pembuatan kasur, bantal dan guling berbahan kapas silikon serta pembuatan mebel kursi, sofa dan almari kaca," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi