Doktor Danggur Feliks Merubah Stigma Buruk Advokat Dengan Menulis Buku Soal Profesionalisme Pengacara

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
TUNJUKKAN - Pengacara kondang, Dr Danggur Feliks SH MH MM saat menunjukkan hasil karya sebuah buku tulisannya sebagai bahan referensi para pengacara dalam menjalankan profesinya, Minggu (22/08/2021).
TUNJUKKAN - Pengacara kondang, Dr Danggur Feliks SH MH MM saat menunjukkan hasil karya sebuah buku tulisannya sebagai bahan referensi para pengacara dalam menjalankan profesinya, Minggu (22/08/2021).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bagi pengacara kondang Dr Danggur Feliks SH, MH, MM untuk bisa menyandang gelar Doktor (S3) melalui sidang terbuka di hadapan penguji menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Apalagi, Danggur Feliks lulus dalam program studi doktor hukum pidana usai sidang terbuka yang digelar Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Sebelum lulus sidang terbuka, ia mempresentasikan disertasi berjudul Konsep Standar Profesi Advokat Yang Profesional.

"Judul itu saya tawarkan dalam beberapa kali ujian sampai terakhir finalnya ujian terbuka itu," ujar Danggur Feliks kepada republikjatim.com, Minggu (22/08/2021).

Seusai menyandang gelar Doktor (S3), di sela kesibukan mendampingi klien dan membagi waktu untuk keluarganya, Danggur Feliks berkeinginan mengembangkan bakat menulis (literasi) buku. Hasil penulisan buku itu, bakal ditawarkan kepada pimpinan asosiasi dan semua asosiasi profesi advokat (pengacara) agar bisa dijadikan bahan tambahan rujukan dan referensi.

"Saya merasa tidak sreg (cocok) dengan stigma (stempel) di masyarakat citra buruk pengacara pembela hukum yang dicap materialistik (semua diukur materi)," imbuhnya.

Berawal dari pemikiran itu, pengacara berusia 54 tahun ini merasa prihatin. Pengacara yang tinggal di Perumahan Citra Harmoni, Desa Trosobo, Kecamatan Taman, Sidoarjo ini kemudian menulis buku berjudul Imunitas Advokat Dalam Penegakan Hukum di Indonesia.

"Saya memastikan, masih ada pengacara yang baik dalam membela kliennya. Masih banyak pengacara yang bekerja sesuai kode etik, Undang - Undang Nomor 18 Tahun 2003 dan sesuai standar profesi advokat. Buku yang saya tulis ini salah satunya juga mengulas soal advokat yang profesional itu," tegas pengacara asal Flores ini.

Danggur Feliks mengkisahkan dalam menulis buku biasanya dikerjakan pada malam hari. Yakni dimulai sekitar pukul 01.00 sampai pukul 04.00 WIB. Hal itu, karena suasana tenang, hening dan enak (nyaman) digunakan mencari inspirasi dan gagasan. Usaha itu tidak mengingkari hasil. Dengan telaten Danggur Feliks berhasil menyelesaikan karya tulis (buku) yang dikonsep sendiri itu.

"Semua ini berkat dukungan seorang istri saya (Desiana Sari) yang selalu memberi dukungan (support) penuh. Hasilnya, dalam waktu dua bulan saya bisa mewujudkan karya tulis dalam bentuk sebuah buku itu," papar Alumnus Untag Surabaya ini.

Sementara buku bersampul merah ini, kata Danggur Feliks diterbitkan dan dicetak pada April 2021 lalu dengan menggandeng Untag Surabaya Press. Buku itu terdiri dari 142 halaman.

"Untuk tahap pertama kali, kami mencetak sebanyak 50 eksemplar. Hasil cetak buku lebih banyak saya berikan dan bagikan ke para pengacara (advokat) sebagai referensi mereka menjalankan profesinya," tandasnya. Zak/Waw

Berita Terbaru

Laporan Internal BNI Bikin Oknum Agen Nakal Ketar-Ketir, Kejati Jatim Ringkus Tersangka Baru Korupsi KUR Rp 41,48 Miliar

Laporan Internal BNI Bikin Oknum Agen Nakal Ketar-Ketir, Kejati Jatim Ringkus Tersangka Baru Korupsi KUR Rp 41,48 Miliar

Jumat, 18 Sep 2026 13:32 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:32 WIB

Jember (republikjatim.com) - Pengusutan kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro BNI di Jember makin berbuntut panjang. Tim penyidik …

Buka KISI 2026, Bupati Subandi Minta Inovasi Tidak Hanya Cari Penghargaan, Tapi Harus Bisa Dirasakan Warga Sidoarjo

Buka KISI 2026, Bupati Subandi Minta Inovasi Tidak Hanya Cari Penghargaan, Tapi Harus Bisa Dirasakan Warga Sidoarjo

Rabu, 16 Sep 2026 18:24 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 18:24 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memastikan inovasi di sektor pemerintahan tidak boleh berhenti sebatas mengejar piala…

Jadi Pilot Project Ekonomi Sirkular Jatim, Bupati Subandi All Out Perkuat Pengelolaan Sampah Plastik di Sidoarjo

Jadi Pilot Project Ekonomi Sirkular Jatim, Bupati Subandi All Out Perkuat Pengelolaan Sampah Plastik di Sidoarjo

Rabu, 16 Sep 2026 08:45 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 08:45 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) -  Kabupaten Sidoarjo resmi terpilih menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) dalam pelaksanaan Proyek InCircular di …

Dekatkan Layanan Cuci Darah, ​Resmikan Instalasi Dialisis RSUD Sibar, Wabup Mimik Ajak Nakes Layani dengan Senyum

Dekatkan Layanan Cuci Darah, ​Resmikan Instalasi Dialisis RSUD Sibar, Wabup Mimik Ajak Nakes Layani dengan Senyum

Selasa, 15 Sep 2026 18:20 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 18:20 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam pemerataan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan kembali diwujudkan.…

Lamban Usut Dugaan Korupsi TKD Damarsi Jadi Rumah Kos Elit, Warga Siap Duduki Kejari Sidoarjo

Lamban Usut Dugaan Korupsi TKD Damarsi Jadi Rumah Kos Elit, Warga Siap Duduki Kejari Sidoarjo

Selasa, 15 Sep 2026 13:48 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 13:48 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Keadilan (GMPK) Desa Damarsi, Kecamatan Buduran, Sidoarjo berencana…

Meriahnya Gebyar HUT RI di Grabagan Bertabur Hadiah, Wabup Mimik Puji Keguyuban Warga hingga Dibuat Haru Peraih Umrah

Meriahnya Gebyar HUT RI di Grabagan Bertabur Hadiah, Wabup Mimik Puji Keguyuban Warga hingga Dibuat Haru Peraih Umrah

Minggu, 13 Sep 2026 23:22 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 23:22 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Lapangan Desa Grabagan, Kecamatan Tulangan, mendadak dipadati ribuan warga, Minggu (13/09/2026). Puncak perayaan Gebyar HUT ke…