Sidoarjo (republikjatim.com) - Sekitar 855 siswa dan siswi, guru, staf dan karyawan SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menjalani tes GeNose C19. Upaya ini sebagai salah satu langkah, untuk mengantisipasi sekaligus mendeteksi dini bagi yang positif atau terdeteksi terpapar Covid-19.
Selain itu, upaya ini sekaligus sebagai deteksi karena semakin meningkatnya jumlah pasien Covid-19, terutama anak-anak. Bahkan pemerintah saat ini gencar mengingatkan agar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 harus ditunjang kemampuan testing, tracing, treatment (3T) yang mumpuni dan penerapan protokol kesehatan 5M yang ketat.
"Untuk mendukung pemerintah dalam pelaksanaan Testing, Tracing dan Treatment (3T). Maka Smamita melaksanakan Tes GeNose C19 sebagai langkah awal deteksi dini pada anak-anak didik serta para guru dan karyawan," ujar Kepala Smamita Sidoarjo, Zainul Arif Fakhrudi kepada republikjatim.com, Jumat (02/07/2021).
Lebih jauh, Arif menjelaskan program ini sekaligus melengkapi karena sebelumnya, kalangan guru dan karyawan melaksanakan vaksin. Kini disusulkan pengecekan GeNose C19 untuk siswa.
"Insyaallah, sekolah akan menjadwalkan pelaksanaan Tes GeNose C19 secara bertahap, untuk menghindari kerumunan. Sehingga, sekolah bisa memetakan dan punya data soal kesehatan siswa. Tes ini ditujukan untuk siswa baru dan sudah terjadwal," imbuhnya.
Sementara Waka Kesiswaan Smamita Sidoarjo, Edwin Yogi Laayrananta menegaskan jika GeNose C19 untuk membuat klasifikasi sekaligus untuk menjaga kesehatan siswa maupun guru. Apalagi, penyakit Covid-19 tidak mudah dideteksi, makanya harus diantisipasi.
"Kami kerjasama dengan Muhammadiyah dan RSI Siti Khotijah untuk proses GeNose bisa berjalan sampai tanggal 11 Juli 2021 mendatang. Karena harus bertahap dan agar tidak ada kerumunan," tegasnya.
Saat ini lanjut Waka yang akrab dipanggil Yogi ini yang mengikuti GeNose ada total 670 siswa kelas 10, 11 dan 12. Selain itu, guru, staf dan karyawan sebanyak 85 orang.
"Ini bagian rasa kepedulian kita terhadap guru dan siswa. Kalau ada yang positif Covid-19 maka akan disendirikan hingga di Test PCR serta diberitahukan ke keluarganya agar melaksanakan isolasi mandiri. Karena itu bagian dari deteksi dini. Terutama dari 185 siswa baru tahun ajaran 2021 ini," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi