Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebanyak 66 guru, staf dan karyawan SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) Sidoarjo menjalani vaksin kedua di Rumah Sakit Ibu dan Anak Soerya, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Jumat (11/06/2021). Vaksinasi tahap kedua ini, selain untuk penyempurnaan vaksin pertama juga sekaligus sebagai persiapan menyambut tahun ajaran baru dan menjelang Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Waka Humas Smamita Sidoarjo, Emil Mukhtar Efendi mengatakan, terdapat 66 guru, staf dan aryawan yang mendapat vaksin jenis AstraZeneca tahap kedua kali ini. Meski demikian, kata guru yang akrab dipanggil Emil ini belum semua guru dan staf Smamita menjalani vaksinasi Covid-19.
"Karena masih 6 guru yang sedang hamil dan 2 orang lagi yang masih sakit," ujar Emil Mukhtar Efendi kepada republikjatim.com, Jumat (11/06/2021).
Dalam menyambut persiapan PTM, kata Emil tidak hanya guru, staf dan karyawan yang diwajibkan menjalani vaksin. Akan tetapi, Smamita juga mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang menyambut pelaksanaan PTM. Diantaranya tempat cuci tangan, alat ukur suhu badan (thermo gun) dan skedul pembatasan jumlah siswa yang masuk kelas.
"Dalam satu minggu pertemuan tatap muka maksimal 2 kali. Setiap pertemuan dibatasi 2 jam, jadwal pertemuannya juga sudah selesai. Itu harus dipersiapkan secara matang karena pandemi Covid-19 belum selesai. Para siswa dan guru juga wajib bermasker dan menjaga jarak," ungkapnya.
Bahkan lanjut pengurus PGRI Sidoarjo ini, ruang kelas yang biasanya diisi 36 siswa, juga bakal dikurangi. Setiap ruang kelas maksimal bakal diisi 50 persen siswa jumlah siswa sesungguhnya.
"Siswa masuk tidak ada gelombang satu atau dua. Setiap satu Minggu akan dievaluasi untuk memastikan tidak ada cluster baru penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah," tegasnya.
Sementara Kepala Smamita, Zainal Arif Fakhrudi menegaskan vaksin 66 guru, staf dan karyawan maupun petugas kantin sekolah merupakan vaksin tahap kedua. Arif mengaku jika tenaga pendidik sudah divaksin, PTM yang ditargetkan pemerintah Tahun Ajaran baru Juli 2021 mendatang bisa dilaksanakan sesuai rencana.
"Vaksinasi itu bagian dan upaya kami menyambut PTM tahun ajaran baru bulan depan," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi