Sidoarjo (republikjatim.com) - Istri Bupati Sidoarjo, Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor Ali mengajak para pengurus Himpaudi Sidoarjo menanamkan rasa cinta membaca kepada peserta didiknya sejak berusia dini. Upaya ini, untuk mempersiapkan generasi muda yang berkualitas dalam waktu 25 tahun ke depan.
Hal ini disampaikan Ny Sa'adah yang akrab dipanggil Neng Shasa saat menghadiri acara Halal Bihalal dan Pelatihan Kepemimpinan Himpaudi Sidoarjo di Fave Hotel Sidoarjo, Senin (31/05/2021). Acara ini juga dihadiri istri Wakil Bupati, dr Sriatun Subandi, serta Wakil Ketua DPRD Propinsi Jatim, Anik Maslachah.
"Kami mengapresiasi luar biasa bisa kegiatan ini. Pelatihan penting untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Melalui berbagai pelatihan bisa melahirkan SDM bermutu dan berkualitas," ujar Neng Shasa kepada republikjatim.com, Senin (31/05/2021).
Selain itu, Shasa menjelaskan sebagai Ketua TP PKK Sidoarjo dirinya mengajak Himpaudi untuk bersinergi bersama para guru PAUD. Bahkan harus menjadi pelopor dalam menggaungkan lagi minat baca pada anak-anak usia dini. Apalagi, berdasarkan penelitian, Indonesia ada di urutan terbawa dalam minat baca.
"Jadi sejak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) harus ada program ibu mendongeng dengan menggandeng guru-guru PAUD untuk bersama terjun ke desa-desa untuk menggugah minat baca pada anak-anak. Melalui dongeng, anak akan memiliki minat baca terhadap buku, menyukai buku, kemudian anak-anak suka mendengarkan orang membaca. Entah itu guru atau keluarga yang bercerita. Harapannya menimbulkan minat anak memegang buku dan membacanya hingga melahirkan budaya cinta membaca sejak usia dini," imbuh Alumnus SMAN 4 Sidoarjo ini.
Melalui program PKK, kata Shasa akan didengar sampai tingkat nasional dan banyak orang tahu. Yakni guru PAUD adalah pelopor gerakan budaya membaca untuk anak-anak Indonesia. Soal mekanismenya akan dibicarakan bersama-sama.
"Kami akan menyusun dan mensinergikan yang sekiranya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Kami akan turun secara langsung ke kecamatan hingga desa dengan membawa program Himpaudi. Kami ingin usia dini tidak terbengkalai khususnya di masa pandemi Covid-19," tegasnya.
Sementara Ketua Himpaudi Sidoarjo, Chusnul Chotimah menegaskan Himpaudi siap membantu mensukseskan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo dalam membangun SDM Sidoarjo lebih unggul dan berkarakter. Bahkan meningkatkan kompetensi baik secara penuh. Selain itu, mengadakan sosialisasi di lembaga-lembaga untuk membantu Lembaga PAUD mencapai akreditasi.
"Dengan terakreditasi, lembaga PAUD akan berkualitas. Kalau lembaga pendidikan usia dini berkualitas maka 25 tahun mendatang Sidoarjo akan dipimpin orang yang luar biasa," ungkapnya.
Saat ini lanjut Chusnul, Sidoarjo memiliki tenaga pendidik sebanyak 2.934 orang dan 17.586 peserta didik. Bahkan peserta didik dibantu untuk mengurus Kartu Identitas Anak (KIA). Harapannya, seluruh peserta didik akan memiliki KIA.
"Kami juga sangat mengharapkan perhatian yang lebih Pemkab Sidoarjo soal kenaikan insentif serta tempat yang dijadikan kantor sekretariat Himpaudi. Karena sekarang yang digunakan sudah tidak layak pakai dan butuh banyak perbaikan," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi