Ponorogo (tepublikjatim.com) - Kondisi beberapa negara mengalami lonjakan pasien terpapar Covid-19 sampai 7 persen membuat Tim Satgas Covid-19 pusat berkunjung ke Ponorogo. Rombongan Tim Satgas Covid-19 pusat yang ikut berkunjung ke Ponorogo diantaranya Kombes Pol I Gede Mega Siparwitha dan Wahyu Indasto. Kedua pejabat ini langsung menuju ke Gedung Pusdalops Kabupaten Ponorogo, Jumat (07/05/2021).
Saat mendampingi Tim Satgas Covid 19 Pusat, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan jika angka kematian karena terpapar Covid-19 di Ponorogo masih di atas angka rata-rata Provinsi Jatim.
"Soal kasus Covid 19 di Ponorogo mengalami peningkatan karena angka kematian masih di atas rata-rata Provinsi Jawa timur. Pemkab Ponorogo beserta stakeholder lain sudah menjalankan berbagai upaya menekan laju penyebaran Covid-19," ujar Sugiri Sancoko kepada republikjatim.com, Jumat (07/05/2021).
Sedangkan untuk masalah pelanggaran yang sering dilakukan warga yakni ketidaksadaran masyarakat terkait protokol kesehatan (Prokes).
"Untuk masalah lain, alhamdulilah sudah bisa diatasi tim satgas Covid-19," imbuhnya.
Kapolres Ponorogo AkBP Mochammad Nur Azis memaparkan soal peran institusinya. Menurutnya, Polres Ponorogo sudah melaksanakan koordinasi lintas sektoral soal penanganan Covid-19 di Ponorogo. Mulai PPKM Mikro dan sudah diawasi sampai tingkat Desa melibatkan Kepala Desa, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas.
"Kami juga sudah mendirikan Pos Pengamanan dan Pos pelayanan di 5 titik. Yakni Pos Pam Sawoo (Perbatasan Ponorogo- Trenggalek), Pospam Biting (Perbatasan Ponorogo- Wonogiri) , Pospam Mlilir (Perbatasan Ponorogo-Madiun), Pos Yan dan Pos Pam Ngebel serta Pos Yan Alun- Alun Ponorogo," tegasnya.
Sementara Satgas Covid-19 pusat, Kombes Pol I Gede Mega Siparwitha memaparkan jika hari ini pihaknya menjalankan fungsi pengawasan kewilayahan dalam penanganan Covid-19. Terutama dalam mengecek kesiapan menjelang hari raya. Diantaranya kewaspadaan kenaikan kasus, menekan presentase angka kematian, pembatasan mobilitas penduduk dan pemaksimalan fungsi posko.
"Selain itu juga mempertahankan tren positif dengan melanjutkan PPKM mikro karena dengan adanya kegiatan itu angka positif Covid-19 menjadi turun. Kelola liburan nasional tren positif teratasi. Mengingat dunia dalam masa krisis Covid-19 dalam 7 minggu kenaikannya menjadi 7 persen dan angka kematian meningkat menjadi 5 persen," ungkapnya.
Bagi I Gede dengan memperhatikan lonjakan di berbagai negara karena adanya perayaan agama yang masyarakatnya tidak mejalankan Prokes.
"Akibatnya terjadi peningkatan tidak terkontrol. Bentuk dan fungsikan posko desa dengan maksimal," tandasnya.
Sementara seusai di Pusdalops Pemkab Ponorogo rombongan langsung menuju ke Desa Cekok, Kecamatan Babadan untuk mengecek tempat karantina di tingkat desa. Mal/Waw
Editor : Redaksi