Ponorogo (republikjatim.com) - Sebanyak 10 kelurahan dan desa di lima kecamatan, Ponorogo bakal mendapat sasaran program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Tahun 2021. Program ini merupakan solusi bagi berbagai persoalan permukiman yang dihadapi Ponorogo.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Pemkab Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo seusai penyerahan Bantuan Cash For Work (CFW) di Pendopo Ponorogo mengatakan untuk program Kotaku di Ponorogo mendapat dana sebesar Rp 6,5 miliar. Dana sebesar Rp 5 miliar itu menjadi Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) reguler yang dilaksanakan untuk lima desa dan kelurahan di lima kecamatan.
"Sedangkan Rp1,5 miliar lainnya dana CFW untuk lima kelurahan atau masing-masing Rp 300 juta. Lokasinya berada di Kelurahan Patihan, Pakunden, Tambakbayan, Mangkujayan dan Ronowijayan. Pekerjaan Program Kotaku sangat beragam. Mulai perbaikan jalan, sanitasi dan air bersih. Untuk Rp 1,5 miliar merupakan program yang titik beratnya ke pekerja. Yaitu merekrut sebanyak mungkin pekerja dari warga yang terdampak covid-19 dengan tetap memperhatikan capaian pekerjaan," ujarnya, Kamis (08/04/2021).
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko berharap Program Kotaku dikembangkan dan diperdalam perencanaannya. Hal ini agar menjangkau kawasan-kawasan yang lebih luas. Dengan begitu, program pengembangan infrastruktur semacam Kotaku bisa bermanfaat untuk mengubah kawasan semacam eks lokalisasi Kedungbanteng menjadi kawasan yang bersih dan jadi destinasi wisata.
"Kawasan Kota Lama Pasar Pon yang bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata Religi di Ponorogo. Saya berharap ini menjadi gotong-royong dan kolaborasi. Terjemahannya, ditangkap program dari pemerintah pusat ke bawah diusulkan untuk perbaikan Ponorogo yang lebih hebat," tegasnya.
Sementara Kepala Satker Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Farid Dibyo Mayangkoro menegaskan sebenarnya terdapat berbagai program untuk pengembangan infratsruktur.
"Baik yang berupa Kotaku bersumber APBN maupun program lain yang didanai Bank Dunia. Program ini masih akan terus digodok untuk bisa mencapai sasaran sesuai kebutuhan di masing-masing daerah," tandasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi