Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo melaksanakan Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX dan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Alun-Alun Sidoarjo, Sabtu (02/05/2026). Tema peringatan Hari Otonomi Daerah XXX kali ini Dengan Otonomi Daerah
Kita Wujudkan Asta Cita.
Sementara itu, tema Hari Pendidikan Nasional 2026 Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Bupati Sidoarjo, Subandi. Adapun pengatur upacara adalah Dr Tirto Adi.
Kegiatan itu, dihadiri berbagai pasukan upacara. Diantaranya 1 unit Korsik Pemkab Sidoarjo, 1 pleton Pasukan Pamong Praja, 1 pleton Dinas Perhubungan Sidoarjo, 1 pleton Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, 1 pleton Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sidoarjo, 1 pleton Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Sidoarjo, 1 pleton kepala desa atau kakel, 1 pleton Linmas, 1 pleton PGRI, 1 pleton purna Paskibraka serta 7 pleton mahasiswa/pelajar.
Bupati Sidoarjo, Subandi mengatakan peringatan itu, bukan sekadar agenda rutin tahunan saja. Melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Peringatan itu, bukan sekadar seremonial tahunan saja. Akan
tetapi, momentum refleksi untuk memperkuat komitmen dalam membangun daerah dan mencerdaskan kehidupan bangsa," ujar Subandi.
Menurut Subandi, peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung semangat penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel serta berorientasi pada pelayanan publik. Pemkab Sidoarjo terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, responsif dan berdampak
nyata bagi masyarakat.
"Kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dan dukungan masyarakat telah membuahkan hasil yang membanggakan. Karena Kabupaten Sidoarjo meraih penghargaan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah dengan kategori tertinggi serta peringkat kedua dari 415 kabupaten di Indonesia," paparnya.
Meski demikian, Subandi menegaskan capaian itu, bukanlah tujuan akhir. Ia
menegaskan tantangan ke depan tidaklah ringan karena dihadapkan pada tuntutan pelayanan yang semakin cepat, transparan dan berbasis digital. Harapannya, transformasi birokrasi harus terus didorong agar menjadi adaptif, inovatif dan berorientasi pada hasil.
"Pada momentum Hari Pendidikan Nasional, kami juga menyoroti berbagai tantangan pendidikan. Yakni mulai dari kesenjangan kualitas, adaptasi teknologi digital hingga penguatan karakter dan kesejahteraan tenaga pendidik," tegasnya.
Selain itu, Subandi menyampaikan pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang pintar secara akademik saja. Akan tetapi, juga harus melahirkan manusia yang berkarakter, beretika dan memiliki daya saing tinggi.
"Pemkab Sidoarjo terus mendorong penguatan pendidikan karakter, peningkatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi serta
pemerataan akses pendidikan," paparnya.
Subandi juga menjelaskan otonomi daerah tanpa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tidak akan menghasilkan kemajuan yang berkelanjutan.
"Termasuk, mengajak untuk membangun Sidoarjo yang maju, berdaya saing, dan bermartabat," pungkasnya.
Pada akhir upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan oleh Bupati Sidoarjo, Subandi kepada guru dan siswa berprestasi tingkat nasional dan internasional. Diantaranya, penghargaan Adiwiyata Mandiri, guru berdedikasi pada SMP PGRI tingkat nasional, medali emas Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) SMP/MTs sederajat tingkat nasional, medali emas Tournament of Champions di Yale University, Amerika Serikat serta First Place Junior Category Math Action of Earth Award di Filipina tahun 2026. Ary/Waw
Editor : Redaksi