Sidoarjo (republikjatim.com) - Sedikitnya, 270 pengacara (lawyer) yang tergabung dalam DPC Peradi Kabupaten Sidoarjo menjalani vaksinasi di RS Sheila Medika, Bypass Juanda, Sidoarjo, Senin (29/03/2021). Vaksin bagi ratusan pengacara ini, menunjukkan program vaksin di Sidoarjo terus berjalan.
Selama ini, jika vaksin para anggota Forkopimda, kini juga menyasar para tokoh agama, tokoh masyarakat, guru ngaji, pedagang pasar hingga ke kalangan pengacara.
"Khusus hari ini, ada 100 anggota DPC Peradi Sidoarjo yang divaksin. Tapi target kami setelah koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo bertahap. Ini bukti kami memberi perlindungan kepada anggota (Peradi) kami," ujar Ketua DPC Peradi Sidoarjo, Bambang Soetjipto kepada republikjatim.com, Senin (29/03/2021) di sela-sela acara vaksin.
Lebih jauh, Bambang menjelaskan anggota DPC Peradi Sidoarjo menjadi orang pertama yang divaksin dalam mendukung program pemerintah pusat dalam penanggulangan Covid-19 itu. Kemudian, disusul para pengacara lain yang sudah hadir di rumah sakit yang berada di baypass Juanda itu.
"Kemungkinan semua akan mengikuti vaksin Covid-19 ini. Hanya pelaksanaannya bertahap sampai lusa. Karena semua anggota menyatakan siap menerima vaksinasi ini," imbuhnya.
Bambang menguraikan pelaksanaan vaksin bertahap lantaran kesibukan anggota Peradi Sidoarjo. Meski begitu vaksin ini penting untuk anggota Peradi karena hampir setiap hari anggotanya bertemu dengan berbagai klien dan persidangan serta bertemu banyak orang dari berbagai kalangan.
"Sebenarnya vaksin untuk para pengacara ini berasal dari Dinkes Pemkab Sidoarjo. Beberapa waktu lalu Peradi mengajukan ke Dinkes Sidoarjo. Setelah melalui serangkaian proses, pengajuan itu disetujui dan dilaksanakan vaksin mulai hari ini," tegasnya.
Menurut Bambang, DPC Peradi Sidoarjo sengaja mengajukan vaksinasi ke Dinkes Pemkab Sidoarjo sebagai bentuk perlindungan dan perhatian kepada ratusan anggotanya. Karena profesi pengacara ini juga sangat rawan. Hampir setiap hari anggota Peradi mendampingi klien di berbagai lokasi. Mulai saat sidang di pengadilan, kepolisian, kejaksaan, dan sejumlah lokasi lainnya.
"Apalagi, selama pandemi Covid-19, sudah banyak pengacara (anggota Peradi Sidoarjo) yang terpapar Covid-19. Di Sidoarjo saja, sampai ada sekitar enam orang pengacara meninggal dunia akibat terpapar Covid-19," ungkapnya.
Sementara Direktur RS Sheila Medika, dr Benyamin Kristianto mengaku senang rumah sakitnya dipilih kalangan pengacara untuk vaksinasi. Pihaknya juga mengapresiasi Peradi Sidoarjo yang berusaha memfasilitasi vaksinasi bagi kalangan anggotanya itu.
"Kami juga sudah melakukan vaksinasi untuk guru, tentara dan beberapa instansi lain. Sehari pun kami siap memvaksin sekitar 100 sampai 300 orang. Hal itu bergantung permintaan. Karena rumah sakit saya hanya sebagai pelaksana yang membantu penyelenggaraan vaksinasi. Vaksinnya sendiri dari Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo," tandas anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim ini. Hel/Waw
Editor : Redaksi