Ponorogo (republikjatim.com) - Kecelakaan kembali terjadi di jalur Ponorogo-Wonogiri, tepat depan Rumah Kirno Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Sabtu (27/03/2021). Dalam kecelakaan yang melibatkan mobil bok bernopol AE 9624 SJ menghantam pohon di tepi jalur Jatim-Jateng, menyebabkan sopir dan penumpangnya lainnya mengalami luka-luka.
Sopir mobil bok itu adalah Suwito Adi Wijaya (42) warga JL Mangundimejo, Desa Josari, Kecamatan Jetis, Ponorogo. Selain sopir mobil naas itu, korban lain adalah dua penumpang yang duduk disamping sopir. Yakni Muhammad Irkhamni (19) warga Dusun Brenggolo, Desa Temon, Kecamatan Sawoo dan Rizki (40) warga Desa Kepuhrubuh, Kecamatan Siman Ponorogo.
"Kecelakaan tunggal ini dipicu pengemudi mobil pik up bok tidak memperhatikan situasi arus lalu lintas dan tidak konsentrasi. Dalam kecelakaan itu, satu korban meninggal dunia dan dua korban lainnya dikarikan ke rumah sakit," ujar Kanit Laka Satuan Lantas Polres Ponorogo, Ipda Imammudin kepada republikjatim.com, Sabtu (27/03/2021).
Imammudin menceritakan awalnya mobil Mitsubishi pikup bok bernopol AE 9624 SJ yang dikemudikan Suwito Adi Wijaya dengan penumpang Muhammad Irkhamni dan Rizki datang dari arah barat menuju timur kecepatan sekitar 70 KM/Jam. Mobil berjalan tidak wajar alias oleng ke kanan hingga keluar dari badan jalan sebelah selatan. Kemudian menyerempet pohon dan tiang lampu penerangan jalan.
"Kemudian mobil pikup bok oleng ke kiri keluar dari badan jalan sebelah utara dan menghantam pohon hingga mengakibatkan pengemudi (Suwito Adi Wijaya) terpental keluar dari kendaraan," ungkapnya.
Imammudin menegaskan penyebab utama kecelakaan lalu lintas ini karena faktor human error. Saat itu, korban Suwito Adi Wijaya mengalami luka dahi robek, pendarahan lubang hidung dan mulut, kondisi tidak sadar dan meninggal dunia di rumah sakit.
"Untuk korban terluka Muhammad Irkhamni mengalami luka mata kanan lebam, pendarahan lubang hidung, kondisi sadar dan Rizki mengalami kepala belakang bengkak, pendarahan lubang hidung, tangan kiri bengkak dan kondisi sadar. Selain mengakibatkan satu korban meninggal dan dua orang terluka, dalam kecelakaan juga terdapat kerugian material sekitar Rp 20 juta," tandasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi