Ponorogo (republikjatim.com) - Kerusakan jalan dan jembatan desa mengalami kerusakan parah. Dua titik kerusakan jalan dan jembatan ini, yakni jalan penghubung Desa Munggu dan Desa Pager serta Jembatan Depok yang merupakan akses penghubung Desa Nambak dan Desa Bekare serta Desa Koripan, Kecamatan Bungkal, Ponorogo. Kedua titik akses vital perekonomian warga itu rusak karena tergerus banjir air, Minggu (28/02/2021) kemarin.
Jalan desa yang mengalami kerusakan karena tergerus air sungai ini ada di Dusun Munung, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal. Jalan yang semula memiliki bentang lebar 6 meter, sekarang hanya tinggal 2 meter. Akibatnya, tidak dilalui kendaraan roda empat dan ditutup total.
"Bronjongnya ambrol. Akibatnya, badan jalan tergerus sungai. Karena menjadi sudut banjir sungai yang sangat deras. Kalau dulu badan jalan 6 meter, sekarang tinggal dua meter. Sedangkan untuk menambah lebar jalan sudah tidak bisa karena tanah hak warga. Kondisi ini sudah hampir dua tahun. Saat dicek tim BPBD Pemkab Ponorogo tidak sanggup karena diperkirakan menelan anggaran yang banyak," ujar Ketua BPD Desa Munggu, Sudarsono kepada republikjatim.com, Selasa (02/03/2021).
Sudarsono berharap Pemkab Ponorogo untuk segera menindaklanjutinya karena jalan itu vital. Selain itu, merupakan satu-satunya akses jalan antar desa. Apalagi ada 4 wilayah RT.
"Saya sangat kasihan kalau ada warga yang sakit, mau melahirkan atau meninggal karena ambulance tidak bisa melintas. Dulu ada warga kami yang meninggal akhirnya ambulan berhenti dan jenazah dipikul warga," ungkapnya.
Begitu juga Jembatan Depok di Dusun Masaran, Desa Nambak, Kecamatan Bungkal yang ambles sekitar seminggu lalu. Warga dan Pemerintah Desa terpaksa menutup akses jembatan karena dikawatirkan mengancam keselamatan warga. Jembatan ini memiliki bentang panjang 16,5 meter dan lebar 3,5 meter serta ketinggian dari dasar sungai mencapai 8 meter lebih. Jembatan itu pernah mengalami putus dan ambrol total 9 Maret 2019 lalu.
"Setelah itu pada tahun yang sama Jembatan Depok diperbaiki BPBD menggunakan kontruksi besi. Dengan ditambah dua tiang penyangga di tengah sungai untuk memperlancar akses tranportasi. Namun seminggu lalu jembatan ambles meski jembatan darurat dari kontruksi besi itu masih utuh," ungkap Kepala Dusun Masaran, Desa Nambak, Andik S.
Menurut Kamituwo Masaran ini penutupan Jembatan Depok karena ambles disebabkan pondasi lama tergerus air sungai seminggu lalu. Jembatan ini merupakan akses antar desa yakni Desa Nambak, Desa Bekare dan Desa Koripan.
"Harapan kami pemerintah segera membenahi agar akses jalan dan perekonomian bisa lancar kembali. Apalagi, sudah dicek dan diajukan, ke Dinas PU," pintahnya.
Kepala Desa Nambak Tugimin berharap jembatan yang pernah ambrol dan direhap Tahun 2019 lalu diperbaiki. Karena sudah keropos tergerus sungai.
"Kalau dikabulkan harapan saya dibangun permanen dengan lebar sama dengan jalan desa ini," tegasnya.
Sementara Kepala BPBD Pemkab Ponorogo, Basori mengakui sudah mengecek jalan dan jembatan itu. Untuk perencanaan penanganan bakal dikoordinasikan dengan dinas teknis terkait lainnya seperti Dinas PUPR Pemkab Ponorogo.
"BPBD prinsipnya segera tertangani agar kegiatan warga tidak terlalu terganggu," katanya.
Kepala Dinas PUPR Pemkab Ponorogo, Jamus Kunto melempar handuk dan meminta perbaikan jalan dan jembatan itu ditanyakan ke Bappeda Pemkab Ponorogo.
"Kapan diperbaiki belum tahu karena masih menunggu Perubahan APBD yang biasanya dilakukan Pebruari atau Maret. Coba ditanyakan ke Dinas Keuangan atau Kepala Bappeda," tandasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi