Sidoarjo (republikjatim.com) - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan travelator Masjid Agung Sidoarjo (MAS), Senin (01/03/2021) sore. Peresmian travelator ini, ditandai pemotongan pita oleh Gubernur Jatim didampingi Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor), Wakil Bupati Sidoarjo Subandi.dan Ketua MUI Sidoarjo KH Salim Imron.
Turut menyaksikan peresmian ini para Forkopimda Sidoarjo, Ketua MUI dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim dan Pemkab Sidoarjo.
Gubernur Jatim yang akrab disapa Khofifah mengatakan travelator yang diresmikan saat ini merupakan yang pertama untuk fasilitas di dalam masjid di Jatim.
"Ini (travelator) keren sekali. Ini merupakan travelator di dalam masjid yang pertama di Jatim. Ini bisa menjadi referensi bagi kabupaten/kota lain untuk menyediakan fasilitas serupa," ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, diresmikannya travelator ini bakal semakin memudahkan jamaah untuk naik ke lantai dua. Terutama bagi para Lanjut Usia (Lansia). Bahkan, para jamaah bisa merasa semakin aman dan nyaman dalam beribadah lebih khusyuk.
"Langkah yang dilakukan Pemkab Sidoarjo ini bersinergi dengan program Pemprov Jatim yaitu Jatim Berkah. Jatim Berkah merupakan satu dari sembilan program Nawa Bhakti Satya yang dicanangkannya bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak," imbuhnya.
Dengan adanya program Jatim Berkah, lanjut Khofifah Pemprov Jatim terbuka untuk berpartisipasi ikut mengembangkan Masjid Agung Sidoarjo ini. Selain itu, pihaknya ingin memuliakan masyarakat Jatim melalui Nawa Bhakti Satya ini.
"Karenanya, kalau ada program pengembangan masjid, bisa disampaikan ke Pemprov Jatim. Agar kami bisa berpartisipasi di dalam mewujudkan Jatim Berkah itu," pintahnya.
Sementara Ketua MUI Sidoarjo, KH Salim Imron yang mewakili Ta'mir Masjid Agung Sidoarjo menegaskan Masjid Agung Sidoarjo ini menerima bantuan pengembangan dari Pemkab Sidoarjo. Salah satunya yaitu pemasangan travelator yang diresmikan saat ini. Harapannya fasilitas ini, membuat jamaah lebih betah untuk beribadah dan berkegiatan di masjid di pusat Kota Delta ini.
"Selain itu, di dalam masjid terdapat renovasi plafon dan atap masjid. Dari yang sebelumnya berbentuk kerucut, saat ini dibuat datar agar suara tidak menggema. Bahkan juga terdapat pembangunan kamar mandi bagi putra dan putri di sayap kanan dan kiri masjid," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi