Sidoarjo (republikjatim.com) - Taman Budaya Tanggulangin yang berada di Desa Kedensari diserahkan pengelolaannya ke Pemerintah Desa (Pemdes) Kedensari, Kecamatan Tanggulangin oleh Pemkab Sidoarjo. Penyerahan dilakukan Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono di kantor Desa Kedensari kepada Pj Kades Kedensari, Suyono, Jumat (15/01/2021).
Penyerahan dilakukan setelah dilakukan penandatanganan surat hibah milik Pemkab Sidoarjo berupa bangunan Taman Budaya oleh Pj Bupati Sidoarjo.
Hudiyono mengatakan Pemkab Sidoarjo tengah berupaya mempercantik wajah Kota Delta. Pembangunan taman di wilayah Sidoarjo terus dilakukan. Harapannya dengan dibangunnya taman akan menjadi obyek wisata lokal bagi masyarakat Sidoarjo.
"Masyarakat Sidoarjo suka berekreasi. Saat ini tidak perlu lagi jauh-jauh bepergian keluar kota. Taman-taman yang ada di Sidoarjo dapat menjadi jujugan untuk bersantai maupun berolahraga," katanya.
Pemkab Sidoarjo sendiri, kata Cak Hud sapaan akrab Hudiyono tidak hanya mampu membangun taman tanpa ada kelanjutan. Perawatan dilakukan terhadap taman-taman yang ada. Salah satunya dengan program Jumat Berkah. Program ini mengajak semua pihak untuk begotong-royong merawat keindahan taman yang ada.
"Hal ini diharapkan juga dapat dilakukan pihak Desa Kedensari terhadap Taman Budaya Tanggulangin," imbuhnya.
Karenanya, Pemkab Sidoarjo bakal terus berkomunikasi dengan pihak pengembang terkait Fasilitas Umum (Fasum) maupun Fasilitas Sosial (Fasos) perumahan. Pengembang yang tidak bisa merawat Fasum dan Fasos hendaknya diserahkan ke Pemkab Sidoarjo. Nantinya, Pemkab Sidoarjo akan membangun untuk memperindah Fasum dan Fasos itu.
"Saat ini, tercatat sudah ada 150 pengembang yang sudah menyerahkan Fasum dan Fasosnya ke Pemkab Sidoarjo," tegasnya.
Hudiyono menilai, Desa Kedensari merupakan salah satu desa yang potensial untuk menumbuhkan perekonomian di Sidoarjo. Melalui sentra-sentra kerajinan tas dan koper, pihaknya yakin perekonomian masyarakat Desa Kedensari dapat terus bangkit pasca bencana lumpur dan pandemi Covid-19.
"Kecamatan Tanggulangi melalui Desa Kedensari menjadi ikon yang sering dipromosikan sebagai tempat industri tas dan koper di banyak tempat," jelasnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Sidoarjo, Tjarda menjelaskan Taman Budaya yang ada di Desa Kedensari dibangun dari anggaran Kementerian Perindustrian RI dengan nilai anggaran Rp 9,5 miliar. Bantuan itu diterima dan diralialisasikan dalam berbagai bentuk program pembangunan. Salah satunya pembangunan Taman Budaya.
"Juli Tahun 2019 mulai dilakukan pembangunan. Pada November 2019 pembangunan selesai. Di Taman Budaya terdapat monumen berbentuk tas dan koper yang terbuat dari perunggu. Dibangunnya Taman Budaya seperti ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada perajin tas dan koper Tanggulangin," ungkapnya.
Tjarda berharap masyarakat Tanggulangin dapat merawat Taman Budaya ini. Tahun ini, lanjut Tjarda di Taman Budaya akan dibangun gedung workshop untuk pelatihan serta ruang pamer tas dan koper Tanggulangin.
"Kemungkinan bakal dibangun sesuai rencananya yakni dibangun dua lantai," paparnya.
Sementara Ketua BPD Kedensari Makhbub Junaedi mengucapkan terima kasih telah dibangun Taman Budaya. Dirinya sudah lama menantikan kapan Taman Budaya dapat dikelola Desa Kedensari.
"Nanti Taman Budaya dijadikan salah satu usaha dari Bumdes Desa Kedensari. Dengan begitu impian menjadikan Desa Kedensari sebagai desa wisata industri tas dan koper bisa segera terwujud," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi