Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebanyak 58 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) mengikuti Yudisium ke 3 yang digelar Fakultas Ekonomi. Mereka berasal dari Program Studi (Prodi) Strata satu (S1) Managemen dan Akutansi Tahun 2020-2021. Yudisiun ini digelar di Aston Hotel JL Raya Kahuripan, Sidoarjo, Senin (19/10/2020).
Dekan Fakultas Ekonomi, Unusida Zulifah Chikmawati mengatakan yudisium kali ini digelar cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Saat ini harus menerapkan protokol kesehatan. Mulai mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan tes suhu badan. Zulifah mengucapan selamat kepada seluruh peserta yang sukses berjuang dan menuntaskan pembelajaran di Fakultas Ekonomi Unusida.
"Kami berharap yang lulus harus menjadi sarjana yang hebat. Yakni mampu memimpin dan membagikan ilmunya di tengah masyarakat. Karena harapan dosen Unusida, para lulusan bisa menjadi generasi yang berakhlak mulia berakidah Aswaja sekaligus menjadi sarjana sholeh dan sholikhah," ujarnya.
Sementara Wakil DPRD Jatim Anik Maslachah yang menghadiri acara yudisiun itu menegaskan saat ini peserta yudisiun bukan disebut sebagai mahasiswa lagi. Akan tetapi sudah menjadi sarjana. Menurutnya, label sarjana menunjukkan intelegensi dan skill yang mumpuni yang berbeda dengan mahasiswa dan SMA. Karena itu, lulusan Unusida harus bisa jadi pewarna dan pembeda di tengah masyarakat umum. Yakni memegang ajaran Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja).
"Perlu diingat, sarjana Unusida harus punya pembeda dari sarjana perguruan tinggi lain. Karena, kalian menyandang profesi sarjana Nahdlatul Ulama (NU). Sebuah kebanggaan dan sebuah kehebatan sekaligus sebuah tantangan besar, kala para sarjana baru ini punya pembeda dengan perguruan tinggi lain. Karena menyandang profesi sarjana NU menjadi sebuah kebanggaan tersendiri," tandas politisi PKB Sidoarjo ini. Zak/Waw
Editor : Redaksi