Perajin Aksesoris dan Tas Kulit Sepeda Untho di Ponorogo Omzetnya Turun 40 Persen Sejak Pandemi Covid-19

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
AKSESORIS SEPEDA- Miskam saat memproduksi tas aksesoris sepeda Unto di rumahnya di Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, Rabu (21/10/2020).
AKSESORIS SEPEDA- Miskam saat memproduksi tas aksesoris sepeda Unto di rumahnya di Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, Rabu (21/10/2020).

i

Ponorogo (republikjatim.com) - Pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap penurunan omzet bagi pelaku usaha kerajinan kulit di Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo. Turunnya omzet ini dipengaruhi daerah pemesan serta pengirim diberlakukan lock down.

Dampaknya, jumlah pengiriman serta frekuensi pengambilan produk pedagang luar kota maupun lokal berkurang tidak seperti saat waktu normal. Pemilik usaha kerajinan kulit, Miskam warga Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo mengaku sejak pandemi corona omzetnya menurun secara drastis. Pria 70 tahun ini, tak pernah ada kenaikan sama sekali.

"Saat normal saya berdua sama istri bisa menyelesaikan dan menjual 300 buah tas dalam tiga bulan dengan tenaga dua orang. Saat pandemi saya tambah dua tenaga lagi jadi 4 orang tenaga sebulan tidak bisa menyelesaikan 300 buah tas. Lambannya karena permintaan dari pedagang turun. Ini belum selesai finishing tas dan aksesorisnya," ujar Miskam yang mengaku sejak usia SD sudah menekuni kerajinan kulit ini, Rabu (21/10/2020).

Miskam mengaku penurunan omzet itu, tidak hanya dirasakan bapak 4 anak dan 6 cucu ini. Namun juga dirasakan perajin kulit lainnya yang ada di Desa Nambangrejo sebagai sentra kerajinan kulit di Ponorogo itu.

"Dulu, hampir setiap rumah membuat kerajinan kulit. Makanya Desa Nambangrejo dikenal sebagai sentra kerajinan kulit. Tapi, sekarang hanya tinggal beberapa gelintir orang yang masih bertahan. Ramai-ramainya Tahun 1985 semua rumah sebagai perajin. Sekarang tinggal 4 - 5 orang saja," paparnya.

Hal senada disampaikan Ny Rohmani saat ditemui di rumahnya yang di JL Melati, Desa Namabangrejo ini. Menurutnya, penuruan omzet sudah hampir 40 persen lebih selama pandemi ini.

"Sejak pandemi jumlah pembeli menurun. Karena yang memesan juga tidak bisa transaksi karena ke Jogja, Magetan dan Surabaya banyak terkendala lockdown. Jadi perputaran kerajinan suami saya ini turut berkurang minim pembeli dari masa normal sebelum pandemi," tegasnya.

Miskam menguraikan di tengah pandemi ini pihaknya tidak bisa seperti anak pertamanya yang menekuni pembuatan tas kulit untuk anak-anak muda yang dijual secara online.

"Kalau anak saya jualan lewat online, tapi tetap tidak bisa ramai kayak waktu normal. Kalau hasil produk saya ini diambil langsung oleh pedagang dari Solo dan Tulungagung," jelasnya.

Sementara itu, Miskam menegaskan saat ini dirinya lebih banyak memproduksi jenis sabuk othok (sabuk besar) dan semuankseasoris sepeda untho. Untuk satu tas aksesoris sepeda unho dihargai Rp 100.00p dan untuk sabuk Othok dihargai Rp 300.000 sampai Rp 400.000 untuk ukuran lebar 12 sentimeter. Sedang yang ukuran kecil (lebar 9 sentimeter) seharga Rp 250.000.

"Tapi kurang pembeli. Biasanya yang lokalan Madiun dan Ponorogo pembeli datang ke rumah, sekarang sepi," pungkasnya. Mal/Waw

Berita Terbaru

Lima Tahun Dibangun, Bupati Sidoarjo Resmikan Masjid Al Ikhlas di Perumahan Pabean Asri Sedati

Lima Tahun Dibangun, Bupati Sidoarjo Resmikan Masjid Al Ikhlas di Perumahan Pabean Asri Sedati

Minggu, 01 Feb 2026 13:15 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 13:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi meresmikan Masjid Al Ikhlas di Perumahan Pabean Asri, Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Sabtu…

Tiru Jejak Surabaya, Perumda Delta Tirta Sidoarjo Targetkan Cakupan Layanan Pelanggan Hingga 100 Persen

Tiru Jejak Surabaya, Perumda Delta Tirta Sidoarjo Targetkan Cakupan Layanan Pelanggan Hingga 100 Persen

Sabtu, 31 Jan 2026 18:52 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 18:52 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo tengah memacu akselerasi layanan air bersih bagi masyarakat Sidoarjo.…

Revitalisasi Alun-Alun Rp 24,6 Miliar Jadi Kado Spesial Saat Sidoarjo Masuki Usia ke 167

Revitalisasi Alun-Alun Rp 24,6 Miliar Jadi Kado Spesial Saat Sidoarjo Masuki Usia ke 167

Sabtu, 31 Jan 2026 16:30 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 16:30 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke 167 Tahun 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus afirmasi atas berbagai…

Milad Emas ke 50, Smamda Sidoarjo Bertransformasi Menuju Outstanding School Sekaligus Siapkan Kelas Unggulan

Milad Emas ke 50, Smamda Sidoarjo Bertransformasi Menuju Outstanding School Sekaligus Siapkan Kelas Unggulan

Sabtu, 31 Jan 2026 15:16 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 15:16 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dalam merayakan usia setengah abad, SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo menggelar rangkaian Milad ke 50 dengan mengusung…

Harjasda ke 167, KB TK Al Muslim Gelar Perayaan Edukatif Tumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Cinta Kota Delta

Harjasda ke 167, KB TK Al Muslim Gelar Perayaan Edukatif Tumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Cinta Kota Delta

Sabtu, 31 Jan 2026 11:15 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 11:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - KB TK Al Muslim menggelar perayaan bertema Bangga Sidoarjo yang diikuti sekitar 170 siswa dari jenjang Kelompok Bermain (KB) dan…

Syukuran Harjasda ke 167, Bupati Ajak Seluruh Masyarakat Jadikan Momen Refleksi dan Penguatan Nilai Kebersamaan

Syukuran Harjasda ke 167, Bupati Ajak Seluruh Masyarakat Jadikan Momen Refleksi dan Penguatan Nilai Kebersamaan

Sabtu, 31 Jan 2026 08:57 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 08:57 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kabupaten Sidoarjo memperingati Hari Jadinya yang ke-167. Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ini, sebagai tonggak…