Merasa Masih Mampu, Dimas Warga Prambon Tolak BLT Dana Desa

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
TOLAK - Dimas Huri Anggotanesya (berkaos) warga Desa Bendotretek, Kecamatan Prambon, Sidoarjo menolak Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) saat penyerahan di rumahnya, Jumat (22/05/2020).
TOLAK - Dimas Huri Anggotanesya (berkaos) warga Desa Bendotretek, Kecamatan Prambon, Sidoarjo menolak Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) saat penyerahan di rumahnya, Jumat (22/05/2020).

i

Sidoarjo (republiljatim.com) - Dampak pandemi Covid-19 sangat terasa bagi ekonomi masyarakat pedesaan. Bahkan hampir semua merasakan imbasnya. Akibatnya, banyak orang yang berlomba-lomba mengaku kurang mampu. Terutama saat pemerintah menggelontorkan berbagai jenis bantuan sosial baik dari APBN maupun APBD.

Kendati demikian, masih ada warga memegang teguh prinsip hidup. Yakni tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah.

Dia adalah Dimas Huri Anggotanesya (35) warga RT 02, RW 01 Desa Bendotretek, Kecamatan Prambon, Sidoarjo. Saat semua orang berharap bisa menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) justru bapak 3 anak ini menolaknya. Karena dia merasa masih mampu dan bisa berjualan buah keliling.

Selain itu, Dimas punya alasan soal penolakan ini. Dia merasa tidak pantas mendapatkan bantuan itu. Hal itu bukan berarti tidak menghormati kerja keras perangkat desa yang memasukkan namanya sebagai penerima bantuan.

Dimas mengakui jika jualan buah kelilingnya ikut terdampak pandemi Covid-19. Akan tetapi, dia masih bisa berdagang setiap hari. Apalagi di saat bulan puasa seperti ini. Dagangannya tetap banyak pesanan meski tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.

"Alhamdulillah buah saya masih laku. Masih punya penghasilan. Cukup buat makan sehari-hari," kata bapak tiga anak ini kepada republikjatim.com, Jumat (22/05/2020).

Pihak desa langsung merespon keputusan Dimas itu. Petugas langsung membuatkan surat pengunduran diri bagi Dimas untuk tidak menerima BLT DD itu. Perangkat Desa Bendotretek datang mengantarkan surat pernyataan itu.

"Dari desa ada yang datang ke rumah membawa surat pengunduran diri itu," ungkapnya.

Kepala Desa Bendotretek Anang Darmawan menjelaskan di desanya keluarga penerima manfaat BLT DD ada 65 Kepala Keluarga (KK). Dua KK diakuinya ada yang menolak menerima BLT DD itu.

"Salah satunya Dimas itu. Makanya, Pemdes membuat berita acara tentang penolakan warga ini termasuk Dimas dengan ditandatangani dan bermaterai. Kami tidak menyangka masih ada warga yang menolak pemberian BLT DD ini. Padahal ini hasil Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Dia terdaftar dan berhak menerima bantuan dari pusat itu," tegasnya.

Pendamping Desa Pemberdayaan Kecamatan Dodyk Arif Suwandono memaparkan dua KK yang menolak BLT DD sudah dibuatkan berita acara penolakan. Namun, pihaknya tidak langsung mengantikan dua KK yang menolak dialihkan ke warga lainnya secara langsung.

"Karena harus melalui Musdesus yang kedua. Sedangkan dua KK termasuk Dimas akan diganti dengan menyisir yang belum terdaftar di Data Terpadu Kementeriaan Sosial (DTKS). Kalau tidak ada cukup 63 KK yang menerima BLT DD tahap kedua," pungkasnya. Zak/Waw

Tag :

Berita Terbaru

Tinjau RTLH di Kureksari Waru, Bupati Sidoarjo Pastikan Perbaikan Rumah Sekaligus Beri Bantuan Kursi Roda

Tinjau RTLH di Kureksari Waru, Bupati Sidoarjo Pastikan Perbaikan Rumah Sekaligus Beri Bantuan Kursi Roda

Jumat, 10 Apr 2026 00:49 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 00:49 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi kembali turun ke lapangan untuk memastikan kesejahteraan warganya melalui peninjauan langsung program…

Tinjau Ledakan di Pabrik Janti Waru, Bupati Sidoarjo Tekankan Pentingnya Jaminan BPJS Ketenagakerjaan Bagi Karyawan

Tinjau Ledakan di Pabrik Janti Waru, Bupati Sidoarjo Tekankan Pentingnya Jaminan BPJS Ketenagakerjaan Bagi Karyawan

Kamis, 09 Apr 2026 20:58 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 20:58 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi meninjau lokasi kecelakaan kerja ledakan tabung besi di PT Great Well Steel yang berada di Desa Janti, …

Diminta Terus Jadi Teladan, 141 PNS di Lingkungan Pemkab Sidoarjo Terima SK Pensiun

Diminta Terus Jadi Teladan, 141 PNS di Lingkungan Pemkab Sidoarjo Terima SK Pensiun

Kamis, 09 Apr 2026 20:04 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 20:04 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Purna Tugas kepada 141 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan…

Lepas Kangen dengan Puluhan Balita di UPT PPSAB Sidoarjo, Wabup Sidoarjo Kunjungi Balita yang Ditelantarkan Orangtua

Lepas Kangen dengan Puluhan Balita di UPT PPSAB Sidoarjo, Wabup Sidoarjo Kunjungi Balita yang Ditelantarkan Orangtua

Kamis, 09 Apr 2026 19:31 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 19:31 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana mengunjungi UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo,…

Bupati Sidoarjo Dampingi Gubernur Jatim Bagikan BBM Pertamax Gratis dan Tinjau Program Pasar Murah

Bupati Sidoarjo Dampingi Gubernur Jatim Bagikan BBM Pertamax Gratis dan Tinjau Program Pasar Murah

Kamis, 09 Apr 2026 16:37 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 16:37 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebanyak 200 Ojek Online (Ojol) di Sidoarjo mendapat bantuan BBM gratis dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Rabu …

Saluran Irigasi di Mojourangagung Wonoayu Menyempit 1,5 Meter, Bupati Sidoarjo Perintah Normalisasi Warning Pengembang

Saluran Irigasi di Mojourangagung Wonoayu Menyempit 1,5 Meter, Bupati Sidoarjo Perintah Normalisasi Warning Pengembang

Kamis, 09 Apr 2026 12:36 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 12:36 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Desa Mojorangagung, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Rabu…