Ponorogo (republikjatim.com) - Sejumlah ibu-ibu asal Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Ponorogo tampak serius berlatih. Mereka memperhatikan arahan para mahasiswa IAIN Sunan Ampel Ponorogo yang sedang menggelar Kuliah Pengabdian Masyarakat (PKM) soal tata cara pembuatan tas anyaman plastik.
Pemerintah Desa Munggu menerima program mahasiswa ini sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan warga. Dengan pelatihan pembuatan anyaman tas plastik akan menjadikan aktivitas masyarakat terutama ibu-ibu ke arah positif.
"Pemerintah Desa Munggu sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang mengadakan KPM ini. Apalagi, mau memberikan pelatihan pembuatan anyaman tas plastik. Semoga akan menjadi embrio home industry bagi warga kami," kata Kepala Desa Munggu, Sukamto kepada republikjatim.com, Kamis (01/08/2019).
Sementara Ketua KPM Kelompok 16, Tutut Sulediyani mahasiswi Fakultas Usuludin dan Dakwah Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam menegaskan kegiatan yang dilakukan bersama sekitar 20 ibu rumah tangga ini diharapkan mampu mengangkat perekonomian masyarakat desa.
"Keahlian teman-teman KPM melatih ibu-ibu ini agar mahasiswa memiliki peninggalan yang bermanfaat bagi warga. Setelah selesai pengabdian di Munggu warga memiliki kemampuan mendongkrak perekonomian desa. Tujuannya mampu mengurangi urban dan kerja yang meninggalkan keluarga. Targetnya kumpul dengan keluarga tapi ekonomi lancar," kata mahasiswi Semester VII ini.
Selain itu, kata Tutut sapaan akrab mahasiswa asal Trenggalek ini, pihaknya mengaku untuk kegiatan latihan pembuatan tas anyaman plastik ini para mahasiswa rela berkorban membelikan bahan untuk pelatihan. Hal itu untuk kelancaran pelatihan.
"Harapan lainnya ibu-ibu bisa kreatif dan inovatif dengan mampu menganyam tas plastik. Harapan kami tidak hanya seperti yang berikan ini model dan bentuknya. Tapi bisa melayani bergantung permintaan pasar," tandasnya. Ami/Waw
Editor : Redaksi