Sidoarjo (republikjatim.com) - Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sidoarjo resmi menyodorkan Roadmap Sinergi Strategis 2026 - 2030 kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Langkah berani ini, diambil sebagai komitmen nyata pengusaha muda dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi sekaligus menyelesaikan "pekerjaan rumah" daerah yang krusial.
Pemaparan cetak biru ini, dilakukan dalam forum diskusi hangat di Ruang Opsroom Pemkab Sidoarjo, yang dihadiri jajaran OPD, pengurus HIPMI Sidoarjo serta para pemangku kepentingan strategis daerah lainnya.
Meski pertumbuhan ekonomi Sidoarjo Tahun 2025 tercatat positif di angka 5,63 persen dan sektor industri pengolahan menyumbang hampir 50 persen PDRB, Sidoarjo masih menghadapi tantangan besar.
"Karena fakta di lapangan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sidoarjo berada di angka 5,75 persen menjadikannya yang tertinggi di Jawa Timur. Di sisi lain, angka kemiskinan berada di kisaran 4,40 persen dan banyak UMKM lokal yang belum mampu menembus rantai pasok industri besar," ujar Ketua Umum BPC HIPMI Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama kepada republikjatim.com, Rabu (24/06/2026).
Lebih jauh, Zakaria Dimas yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat - NasDem DPRD Sidoarjo ini mengungkapkan roadmap ini disusun berdasarkan data riil lapangan, bukan sekadar program kerja organisasi di atas kertas.
"Kami ingin membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung. Yakni mulai dari peningkatan kualitas SDM, penguatan UMKM, optimalisasi aset daerah hingga hilirisasi sektor pertanian, peternakan dan perikanan," ungkap Zakaria Dimas.
Untuk mengeksekusi visi itu, lanjut Zakaria Dimas HIPMI Sidoarjo menawarkan lima jurus jitu yang siap disinergikan dengan kebijakan Pemkab Sidoarjo. Diantaranya
1. Cetak Wirausaha Baru & Pangkas Pengangguran
Melalui HIPMI Talent & Entrepreneur Center, HIPMI akan menggelar Talent Matching lewat job fair digital dan program magang (internship) 3–6 bulan bagi lulusan SMA/SMK/Perguruan Tinggi. Selain itu, Young Entrepreneur Academy akan didirikan untuk melatih anak muda menguasai digital marketing, manajemen keuangan, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
2. Hubungkan UMKM dengan Industri Raksasa
HIPMI menggagas program UMKM Naik Kelas lewat pembuatan Vendor UMKM Database, Klinik Sertifikasi, dan Business Matching berkala. Targetnya, UMKM Sidoarjo tidak lagi jadi penonton, melainkan pemasok resmi bagi industri besar, hotel, dan pusat perbelanjaan.
3. Sulap Aset "Tidur" Jadi Ladang Investasi
Lewat Sidoarjo Investment & Productive Asset Initiative, aset-aset pemda yang tidak produktif akan dipetakan untuk dialihfungsikan menjadi Creative Hub, Business Hub, sentra UMKM, hingga gudang logistik. HIPMI juga mengusulkan penyusunan Investment Project Book untuk menarik investor kakap.
4. Hilirisasi Udang dan Bandeng (Motor Ekonomi Baru)
HIPMI mendorong agar ikon Sidoarjo—udang dan bandeng—tidak hanya dijual sebagai bahan mentah. HIPMI mengusulkan penguatan peran Perumda Aneka Usaha sebagai pembeli utama (offtaker) sekaligus pengolah hasil bumi. Produk olahan ini nantinya wajib diserap oleh pasar potensial lokal, seperti ASN, Koperasi Desa, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
5. Transformasi Digital & Ekonomi Hijau
Melalui HIPMI Digital Academy dan Smart Business Community, para pengusaha lokal akan dimigrasikan ke arah bisnis berbasis digital, pemanfaatan data analitik, serta penerapan praktik bisnis ramah lingkungan (Green Business).
"Beberapa langkah itu, kami yakin bisa disinergikan dengan Pemkab Sidoarjo melalui beberapa OPD yang ada," tegas Zakaria Dimas yang juga politisi muda sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Sidoarjo ini.
Merespons konsep matang itu, Bupati Sidoarjo Subandi memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, gagasan kolaborasi yang dibawa HIPMI sangat sejalan dengan arah pembangunan daerah.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan HIPMI menjadi penting karena dunia usaha memiliki pengalaman, jejaring dan inovasi yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi," tutur Subandi.
Subandi juga menyoroti ide hilirisasi pangan lewat Perumda Aneka Usaha sebagai langkah taktis yang sangat layak dikembangkan. Pemkab Sidoarjo menyatakan siap membuka ruang komunikasi lanjutan.
"Harapannya, agar lima agenda besar ini bisa segera dikonversikan menjadi program nyata yang langsung menyentuh masyarakat Sidoarjo," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi