Sidoarjo (republikjatim.com) - Gegara atap lapuk dimakan rayap, keselamatan ratusan siswa di SD Negeri (SDN) Gelang 2, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, kini di ujung tanduk. Ambrolnya plafon di ruang kelas II memaksa belasan murid "mengungsi" dan pindah kegiatan belajar mengajar ke ruang perpustakaan selama enam bulan terakhir.
Kondisi keprihatinan ini, memicu tanggapan cepat dari wakil rakyat. Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, M Dhamroni Chulori turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi sekolah negeri di Dapilnya itu, Rabu (05/08/2026).
Meski tak menelan korban jiwa, karena insiden ambrol terjadi saat masa libur sekolah, kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan siswa. Sebanyak 17 murid kelas II terpaksa mengalah dan menjadikan perpustakaan sebagai tempat belajar sementara.
"Menggunakan perpustakaan sebagai ruang kelas sementara itu jelas bukan solusi ideal. Fungsi perpustakaan jadi terganggu dan anak-anak tidak bisa belajar dengan maksimal," ujar M Dhamroni Chudlori di sela-sela sidak.
Ancaman ternyata tidak berhenti di ruang kelas II saja. Berdasarkan pantauan di lapangan, lima ruang kelas lainnya juga mulai menunjukkan sinyal bahaya. Terutama di kelas IV dan V di mana plafonnya sudah terlihat mulai bergelombang akibat rangka kayu yang dimakan usia dan rayap.
Menanggapi situasi ini, Dhamroni mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemkab Sidoarjo untuk tidak sekadar "menambal sulam" kerusakan.
"Kami meminta adanya pemeriksaan menyeluruh (total check-up) terhadap seluruh struktur bangunan sekolah. Kami berharap ada perbaikan total di bangunan sekolah yang sudah lapuk semua ini," pintanya.
Untuk mengatasi permasalahan ini secara permanen, DPRD Sidoarjo mendorong skema penanganannya. Diantaranya Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026 memasukkan dana perbaikan darurat (prioritas). Atau kemudian Program Rehabilitasi 2027 mengusulkan pembongkaran dan penggantian rangka atap kayu dengan baja ringan agar tahan lama dan bebas ancaman rayap.
"Karena perbaikan ruang kelas di sekolah negeri ini butuh prioritas secepatnya," katanya.
Sementara Kepala SDN Gelang 2, Mulik Arifianti membenarkan kondisi memprihatinkan yang dialami sekolahnya. Dengan total 133 siswa yang menimba ilmu di sana, pihak sekolah sangat berharap uluran tangan dan realisasi perbaikan dari pemerintah daerah bisa segera dilaksanakan.
"Bagi pihak sekolah maupun wali murid, renovasi gedung ini bukan lagi sebatas perbaikan fasilitas, melainkan pertaruhan jaminan keselamatan dan kenyamanan anak-anak saat menuntut ilmu," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi