Sidoarjo (republikjatim.com) - SMA Al Muslim menggelar kegiatan brand audit sampah plastik bekerja sama dengan Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation). Kegiatan ini, dalam rangka menyambut Sekolah Bersih, Ramadhan Hijau sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026.
Brand audit sampah di TPS Al Muslim dilakukan untuk mengungkap dominasi kemasan plastik sekali pakai dengan membaca jejak industri di balik kemasan yang acap kali luput dari perhatian warga sekolah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga lingkungan dan mendukung terwujudnya Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) sesuai anjuran Gubernur Jawa Timur dan Presiden RI.
Dalam acara itu, sebanyak 40 kader lingkungan dari jenjang SD, SMP dan SMA Al Muslim berkolaborasi mengumpulkan, memilah dan mencatat merek-merek sampah plastik yang ditemui dalam tumpukan sampah sekolah. Hasilnya, terkumpul sebanyak 357 potong sampah plastik dari berbagai merek.
Para siswa menganalisis jenis serta produsen sampah plastik yang paling banyak dihasilkan dari aktivitas sehari-hari. Melalui brand audit, para siswa diajak memahami sampah plastik yang mereka hasilkan memiliki jejak dan tanggung jawab produsen yang perlu disuarakan.
Kegiatan ini, selaras dengan ayat Al Quran surat Al A’raf ayat 56. Artinya "Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik".
Selama kegiatan berlangsung, para siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Data yang diperoleh dan dianalisis bersama untuk melihat pola konsumi dan jenis kemasan yang paling dominan. Hasil analisis dari audit diharapkan menjadi dasar kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.
Sebelumnya, tim Ecoton memberikan edukasi kepada para siswa mengenai dampak sampah plastik terhadap tubuh manusia dan ekosistem. Plastik yang tidak terkelola dapat terurai menjadi mikroplastik yang mencemari lingkungan bahkan makanan manusia.
Kepala SMA Al Muslim, Dr Mahmudah menyampaikan kegiatan ini sebagai momentum menanamkan kesadaran dan kepedulian lingkungan terhadap siswa.
"Kalau kita sadar sampah itu masalah, kita harus bisa mencari solusinya. Makanya, perlu dikenalkan sejak dini kepada anak-anak (didik)," ujar Mahmudah kepada republikjatim.com, Jumat (20/02/2026).
Bagi Mahmudah cara paling efektif mengurangi sampah plastik sekali pakai, penggunaan botol minum dan alat makan pribadi. Termasuk, penguatan program bank sampah sekolah.
"Program ini, bertepatan menyongsong bulan Ramadhan menjadi momentum untuk membersihkan hati, fisik dan tentu saja lingkungan sekitar kita," tegasnya.
Kegiatan ini, disambut antusiasme para siswa ditutup dengan sesi visualisasi gagasan dan kampanye. Para siswa menuangkan pesan lingkungan melalui poster ditujukan bagi warga sekolah.
"Pesan utamanya tergambar jelas, kurangi plastik sekali pakai. Mari mulai dari sendiri di bulan Ramadhan ini," paparnya.
Suara kecil itu diharapkan berbuah keteladanan dan tanggung jawab bersama atas persoalan sampah plastik. Dengan langkah kecil yang dilakukan konsisten, SMA Al Muslim percaya perubahan besar dapat terlaksana dengan baik.
"Semangat Ramadan Hijau dan Hari Peduli Sampah Nasional ini, menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama menuju lingkungan sekolah yang bersih, sehat dan berkelanjutan," pungkasnya. Dit/Ary/Waw
Editor : Redaksi