Ngadu Wabup Sidoarjo, Nasib Warga Omah Kweni Terkatung-Katung Uang Miliaran Disetor Sertifikat Tak Kunjung Terbit

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
NGADU - Perwakilan warga Perumahan Omah Kweni Desa Anggaswangi, Kecamatan Sukodono mengadu ke Wabup Sidoarjo Mimik Idayana lantaran sudah melunasi rumah belum menerima sertifikat, Rabu (18/02/2026).
NGADU - Perwakilan warga Perumahan Omah Kweni Desa Anggaswangi, Kecamatan Sukodono mengadu ke Wabup Sidoarjo Mimik Idayana lantaran sudah melunasi rumah belum menerima sertifikat, Rabu (18/02/2026).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ratusan warga perumahan Omah Kweni, Desa Anggaswangi, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo kini dilingkupi kecemasan mendalam. Meski telah menyetorkan dana hingga miliaran rupiah, status kepemilikan tanah mereka masih menjadi misteri besar. 

Kasus ini pun, akhirnya sampai ke telinga Pemkab Sidoarjo setelah warga yang tergabung dalam Paguyuban Omah Kweni mengadu untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Selama ini, para pembeli (user) perumahan itu, termakan janji manis pengembang perumahan itu.

​Ketua Paguyuban Warga Omah Kweni, Maulana Setya Albanna mengatakan warga telah bertransaksi dengan pengembang PT Rafif Permata Jaya sejak tahun 2021. Namun, hingga detik ini, tidak ada satu pun surat hak tanah sah yang ditunjukkan kepada warga. Padahal, sebagian warga telah melunasi pembayaran dijanjikan menerima Sertifikat Hak Milik (SHM) paling lambat dua tahun setelah pelunasan. 

"Faktanya, meski telah jatuh tempo pada Maret 2024, janji tersebut hanya tinggal janji. Status kepemilikan sertifikat saat itu, bahkan masih atas nama pemilik tanah lama, bukan atas nama pengembang maupun warga," ujar Maulana Setya Albanna kepada republikjatim.com, Rabu (18/02/2026) usai mengadu ke Wabup Sidoarjo di Rumah Dinas (Rumdin).

Karena ketidakjelasan proses yang diberikan pengembang perumahan, warga sudah kompak untuk mogok membayar cicilan ke pengembang. Apalagi, diketahui persoalan semakin pelik, saat diketahui dari 8 SHM Induk lahan proyek perumahan itu, baru 2 unit yang dilunasi oleh pihak pengembang kepada pemilik tanah asal. 

"Sisanya, 6 unit SHM Induk lainnya, ditengarai masih dalam proses cicilan oleh pengembang," ungkapnya.

​Padahal, secara finansial, pengembang diperkirakan telah meraup omzet sekitar Rp 35 miliar dari total potensi Rp 45 miliar penjualan ratusan unit rumah di perumahan itu. 

"Sebagai bentuk protes keras dan langkah pengamanan dana, warga dari Blok A hingga D sepakat menghentikan sementara cicilan bulanan sebesar Rp 3 juta per bulan hingga sekarang terkumpul Rp 10 miliaran," tegasnya.

​Hingga saat ini, dari 350 unit yang terjual, sekitar 210 unit rumah sudah berdiri tegak. Sekitar 35 warga yang sudah melunasi pembayaran, kini hanya bisa gigit jari tanpa kepastian sertifikat atau Surat Hak Milik (SHM).

"Harusnya kalau sudah ada uang Rp 35 miliar dari pembeli pengembang tinggal membayar ke penjual lahan atau 6 SHM yang belum terbayar itu secara cash dan sisanya bisa dibuat pembangunan fasilitas umum (Fasum) perumahan sesuai dengan janji promosi penjualan sebelumnya," ungkapnya.

​Sementara mendengar keluhan itu, Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana, bergerak cepat. Saat menemui warga bersama Kepala DPM PTSP, Ridho Prasetyo dan Perwakilan Kabid Tata Ruang, Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (P2CKTR) Pemkab Sidoarjo, Mimik berjanji akan memberikan pendampingan hukum secara cuma-cuma kepada warga yang terdampak.

​"Insyaallah akan kita bantu dan kita siapkan pendamping hukum (pengacara) secara gratis," jelas Mimik Idayana.

​Tak hanya soal sertifikat, kasus ini melebar ke dugaan penyalahgunaan lahan negara. Mimik meminta jajarannya segera melacak adanya dugaan penggunaan Tanah Kas Desa (TKD) Trosobo di area perumahan itu. Hal ini, menjadi sangat serius lantaran diduga ada 70 unit rumah yang sudah terbangun di atas lahan tersebut tanpa adanya proses tukar guling yang sah.

"Untuk Camat Sukodono dan Dinas Perizinan silahkan diperjelas dan dipertegas untuk adanya dugaan TKD Trosobo yang sudah dibangun beberapa unit rumah sesuai keterangan warga ini," pungkasnya. Hel/Waw

Berita Terbaru

Bareskrim Mabes Polri Rampung Periksa Para Saksi Kasus Dugaan Penipuan Rp 28 Miliar, Segera Panggil Para Terlapor

Bareskrim Mabes Polri Rampung Periksa Para Saksi Kasus Dugaan Penipuan Rp 28 Miliar, Segera Panggil Para Terlapor

Senin, 16 Feb 2026 08:48 WIB

Senin, 16 Feb 2026 08:48 WIB

Surabaya (republikjatim.com) - Tim Penyidik Bareskrim Mabes Polri bergerak cepat mendalami kasus dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp 28 miliar. Kasus …

Harlah ke 100, Bupati Sidoarjo Pastikan Dukung Gerakan Perjuangan Nahdlatul Ulama dengan Beri Hibah Rp 21 Miliar

Harlah ke 100, Bupati Sidoarjo Pastikan Dukung Gerakan Perjuangan Nahdlatul Ulama dengan Beri Hibah Rp 21 Miliar

Minggu, 15 Feb 2026 16:34 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 16:34 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam mendukung kemajuan Pengurus…

Momen Haru Saat Perayaan HUT Partai Gerindra ke 18 di Sidoarjo, Mbah Romlah Menangis di Pelukan Mimik Idayana

Momen Haru Saat Perayaan HUT Partai Gerindra ke 18 di Sidoarjo, Mbah Romlah Menangis di Pelukan Mimik Idayana

Minggu, 15 Feb 2026 15:31 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 15:31 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kemeriahan pesta rakyat dalam rangka HUT ke-18 DPC Partai Gerindra Sidoarjo diwarnai momen haru dan emosional di dekat panggung…

Tampil Sportif Hingga Pertandingan Keempat, Tim PWI Sidoarjo Raih Peringkat 3 Mini Soccer Piala PWI Jatim di Pandaan

Tampil Sportif Hingga Pertandingan Keempat, Tim PWI Sidoarjo Raih Peringkat 3 Mini Soccer Piala PWI Jatim di Pandaan

Minggu, 15 Feb 2026 10:45 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 10:45 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Atmosfer panas dan tensi tinggi mewarnai gelaran Mini Soccer Piala Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur (PWI Jatim) 2026 yang…

HPN 2026 Ukir Sejarah Baru, Ditandai Pembangunan Museum Media Siber Indonesia di Serang Banten

HPN 2026 Ukir Sejarah Baru, Ditandai Pembangunan Museum Media Siber Indonesia di Serang Banten

Sabtu, 14 Feb 2026 19:30 WIB

Sabtu, 14 Feb 2026 19:30 WIB

Serang (republikjatim.com) - Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten mencatat sejarah baru pers nasional dengan adanya peletakan batu…

Begini Penjelasan Dinsos Sidoarjo Soal Pungli BLTS Kesra Rp 400.000 Banjarkemantren Buduran Mengarah Oknum Pejabat

Begini Penjelasan Dinsos Sidoarjo Soal Pungli BLTS Kesra Rp 400.000 Banjarkemantren Buduran Mengarah Oknum Pejabat

Sabtu, 14 Feb 2026 12:38 WIB

Sabtu, 14 Feb 2026 12:38 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kasus dugaan pemotongan atau pungutan liar (Pungli) senilai Rp 50.000 sampai Rp 400.000 dari Bantuan Langsung Tunai Sementara…