Warga Damarsi Buduran Geruduk TKD, Tuntut Pengembalian Aset TKD yang Berubah Jadi Kos-Kosan Komersial Elite

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
DEMO - Puluhan warga Desa Damarsi, Kecamatan Buduran, Sidoarjo demo di Tanah Kas Desa (TKD) yang dijadikan kos-kosan diantara dua perumahan dengan jumlah sebanyak 15 unit kos dengan membawa spanduk dan sound system, Selasa (17/02/2026).
DEMO - Puluhan warga Desa Damarsi, Kecamatan Buduran, Sidoarjo demo di Tanah Kas Desa (TKD) yang dijadikan kos-kosan diantara dua perumahan dengan jumlah sebanyak 15 unit kos dengan membawa spanduk dan sound system, Selasa (17/02/2026).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Gelombang protes warga Desa Damarsi, Kecamatan Buduran, Sidoarjo memuncak dalam aksi unjuk rasa menuntut transparansi pengelolaan aset desa yang menjadi kos-kosan elite, Selasa (16/02/2026). Warga menggugat hilangnya Tanah Kas Desa (TKD) seluas kurang lebih 3.500 meter persegi yang kini telah beralih fungsi menjadi bangunan kos-kosan komersial elite itu.

Dalam aksi di TKD itu, tidak hanya menjalankan orasi bebas. Akan tetapi, warga juga membawa sejumlah spanduk dan poster kecaman.

Sejumlah spanduk itu, diantaranya
Rakyat Menggugat Kembalikan Tanah Kas Desa Kami !!,  Ini Tanah Kas Desa Kami...!!! Berdasarkan Perdes Damarsi No 4 Tahun 2019, Kades Damarsi dan BPD Harus Bertanggungjawab atas Hilangnya Tanah Desa Kami, 
Kejaksaan Negeri Sidoarjo!! Usut Pejabat Desa Damarsi, Kejaksaan Negeri Sidoarjo Tangkap !!!
Pihak - Pihak yang Menjual Tanah Desa Kami, Usut Tuntas Semua Pihak yang Terlibat Jual Beli Tanah Desa Kami, 
Rakyat Menggugat Kembalikan Tanah Desa Kami dan Ini Tanah Kas Desa Kami !!! Berdasarkan Perdes Damarsi Nomor 04 Tahun 2019, Usut Tuntas Semua Pihak yang Terlibat Jual Beli Tanah Desa Kami ...!!!

​Dengan membawa sejumlah spanduk tuntutan, warga menyatakan berdasarkan Perdes Damarsi Nomor 04 Tahun 2019, lahan itu merupakan aset sah milik desa. Warga mendesak Kepala Desa (Kades) Damarsi dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk bertanggung jawab atas dugaan penjualan aset yang dilakukan tanpa prosedur yang jelas itu.

​"Kami ingin kejelasan, ini tanah kita. KTP Damarsi punya hak. Kami melihat aset desa hilang sedikit demi sedikit," ujar Alsuari salah satu koordinator aksi di lokasi demo.

Selain itu, salah satu poin dalam pernyataan warga. Warga juga mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo untuk segera memproses pihak-pihak yang terlibat dalam praktik jual beli Tanah Kas Desa (TKD).

"Kami sudah melaporkan perkara ini ke penyidik Kejari Sidoarjo. Kalau tidak ada tindak lanjutnya maka kami juga akan segera melapor ke KPK dan Kejaksaan Agung (Kejagung)," ungkapnya.

​Orator aksi lainnya, Refido Al Firmansyah menduga adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dan tindak pidana korupsi yang melibatkan Kepala Desa terkait proses tukar guling (ruislag) TKD. Laporan ini, mengacu pada Pasal 2 dan 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Proses peralihan lahan ini sebagai Dagelan Kartolo atau penuh sandiwara yang penuh kebohongan. Kami  merasa kecewa terhadap Kepala Desa yang dianggap menutup-nutupi fakta di lapangan. Saat ini, masyarakat tidak bisa lagi dibodohi atau dibungkam dengan suap. Tuntutan kami hanya satu, kembalikan aset desa ke fungsi asalnya," tegas Refido Al Firmansyah.

Sementara Ketua BPD Damarsi, Karmidi yang hadir dalam aksi itu menyebutkan soal temuan di lapangan. Fakta mengejutkan muncul dari kesaksian Ketua BPD Damarsi, Karmidi. Ia mengungkapkan pada tahun 2025, pihak pengembang sempat melayangkan somasi kepada Kepala Desa yang mengungkap adanya aliran dana sebesar Rp 3,2 miliar yang diklaim telah diserahkan pengembang kepada pihak desa. Selain itu, muncul janji kompensasi sebesar Rp 500 juta yang hingga kini keberadaannya tidak diketahui pihak BPD maupun masyarakat Damarsi.

"Tapi soal uang dari pengembang itu, sebenarnya warga tidak pernah diajak komunikasi dan rapat soal uang kompensasi. Tapi, soal rencana tukar guling tetap kami desak agar ada tanah penggantinya," tandasnya.

Sementara ​hingga saat ini, penanganan kasus di Kejaksaan Negeri Sidoarjo dinilai warga masih jalan di tempat. Hal ini, karena belum adanya titik temu atau informasi balasan resmi. Jika tidak segera diselesaikan secara transparan di tingkat daerah, warga mengancam akan membawa kasus ini ke Kejaksaan Agung hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hel/Waw

Berita Terbaru

Gagal Berangkat Umrah, Uang 17 Jamaah Rp546,5 Juta Diduga Digelapkan

Gagal Berangkat Umrah, Uang 17 Jamaah Rp546,5 Juta Diduga Digelapkan

Kamis, 01 Okt 2026 12:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:15 WIB

Ngawi (republikjatim.com) — Satreskrim Polres Ngawi mengungkap kasus dugaan penggelapan uang calon jamaah umrah dengan total kerugian mencapai Rp546,5 juta. P…

12 Provider Nunggak Pajak, Kabel Semrawut Resahkan Warga, DPRD Sidoarjo Semprot Absensinya Dinas PUBM SDA

12 Provider Nunggak Pajak, Kabel Semrawut Resahkan Warga, DPRD Sidoarjo Semprot Absensinya Dinas PUBM SDA

Kamis, 01 Okt 2026 09:48 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 09:48 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) -  Keberadaan kabel fiber optik milik provider internet yang menjuntai tak beraturan dan membahayakan keselamatan warga di …

Bajak Akun Rekan Kerja Kuras Uang Bank Rp 3,2 Miliar, Mantan Pejabat BTN Ditahan Pidsus Kejari Sidoarjo

Bajak Akun Rekan Kerja Kuras Uang Bank Rp 3,2 Miliar, Mantan Pejabat BTN Ditahan Pidsus Kejari Sidoarjo

Rabu, 30 Sep 2026 23:00 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 23:00 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo resmi menahan mantan pegawai Bank Tabungan Negara (BTN),…

Persaingan Menuju Kursi Ketua Memanas, PWI Jatim Buka Masa Sanggah DPS Hingga 2 Oktober Sebagai Bahan Revisi

Persaingan Menuju Kursi Ketua Memanas, PWI Jatim Buka Masa Sanggah DPS Hingga 2 Oktober Sebagai Bahan Revisi

Rabu, 30 Sep 2026 22:01 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 22:01 WIB

Surabaya (republikjatim.com) - Atmosfer menjelang Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur XVI semakin hangat. PWI Pusat resmi mengeluarkan…

Pakai Uang Rakyat, Wabup Mimik Semprot Kontraktor RSUD Barat Proyek Molor 13 Persen, Kualitas Material Harus SNI

Pakai Uang Rakyat, Wabup Mimik Semprot Kontraktor RSUD Barat Proyek Molor 13 Persen, Kualitas Material Harus SNI

Rabu, 30 Sep 2026 18:41 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 18:41 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana mendadak menggelar inspeksi ke lokasi pembangunan Gedung Hemodialisis (HD) Lantai 2…

Sidak Proyek Beton Rp 3,3 Miliar di Tanggulangin, Wabup Mimik Senprot Kontraktor Soroti Potensi Banjir Rumah Warga

Sidak Proyek Beton Rp 3,3 Miliar di Tanggulangin, Wabup Mimik Senprot Kontraktor Soroti Potensi Banjir Rumah Warga

Rabu, 30 Sep 2026 16:50 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 16:50 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Proyek peningkatan jalan beton di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo senilai Rp 3,3 miliar mendapat sorotan…